Truth Daily Enlightenment

Bukan Karena Perbuatan Baik


Listen Later

Salah satu alasan banyak orang untuk membenarkan diri, sehingga mereka dengan sejahtera tidak mengusahakan diri menuju kesempurnaan, adalah pengertian mereka yang salah mengenai konsep keselamatan bukan karena perbuatan baik. Memang benar, sudah merupakan harga mati bahwa perbuatan baik bagaimanapun tidak akan dapat menyelamatkan manusia akibat kejatuhannya ke dalam dosa. Harus dimateraikan di dalam batin kita dengan kuat bahwa perbuatan baik sama sekali tidak dapat menyelamatkan (Ef. 2:8-9). Dengan pemahaman ini, maka seseorang tidak dapat membanggakan diri di hadapan Tuhan dan di depan sesamanya. Keselamatan hanya oleh anugerah; sola gratia.
Keselamatan dapat tersedia hanya oleh karena korban Tuhan Yesus di kayu salib. Kalau Tuhan Yesus tidak mati di kayu salib, maka semua manusia tanpa penghakiman pasti meluncur menuju penghukuman kekal, sebab memang semua manusia telah jatuh dalam dosa. Siapa pun manusia itu, baik manusia pertama, Adam, Abraham, Ayub, Daud, Daniel, Elia, Elisa dan semua tokoh Perjanjian Lama sehebat apa pun tidak ada yang bisa masuk surga. Korban darah binatang yang mereka tumpahkan sesungguhnya hanya lambang dan semacam voucher. Darah binatang tidak dapat menyucikan dosa dan korban itu tidak dapat dijadikan sebagai sarana penebusan.
Korban darah Tuhan Yesus sampai pada kematian-Nya di kayu salib adalah satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalah dosa. Yesuslah Anak Domba Allah yang menghapus semua dosa manusia (Yoh. 1:29). Kata menghapus dalam Yohanes 1:29 sebenarnya dalam teks aslinya adalah airo (αἴρω), yang artinya lebih tepat diterjemahkan “mengangkat”. Semua dosa manusia telah diangkat di kayu salib, tetapi keberadaannya sebagai manusia yang berdosa dan berkodrat manusia (human nature) belum diselesaikan.
Harus diingat bahwa orang percaya yang ditebus oleh darah Yesus, tidak otomatis bisa mengenakan kodrat Ilahi. Keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia kepada rencana Allah sempurna, yaitu menjadikan manusia dapat segambar dan serupa dengan Allah, yang sama dengan berkodrat Ilahi. Untuk ini harus digumuli oleh setiap individu, sebab perubahan hidup sehingga dapat mengenakan kodrat Ilahi tidak dapat terjadi atau berlangsung secara otomatis (Flp. 2:12-13). Masing-masing individu harus mengusahakannya.
Banyak orang Kristen berpikir bahwa korban Yesus di kayu salib sudah all in, artinya semua masalah dosa telah tuntas diselesaikan. Mereka tidak mengerti bahwa kodrat dosa di dalam diri kita harus dikikis dan digantikan dengan kodrat Ilahi. Hal ini sama dengan perubahan karakter, dari karakter manusia berdosa atau manusia biasa seperti yang lain menjadi manusia Allah yang segala tindakannya sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah.
Mengusahakan diri untuk menjadi sempurna maksudnya agar orang percaya bisa berkeadaan serupa dengan Yesus, sehingga Yesus menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dengan demikian keberadaan orang percaya harus menjadi seperti Yesus. Inilah usaha untuk mencapai kesempurnaan. Dengan demikian orang percaya dapat dilayakkan menjadi anggota keluarga Kerajaan, atau menjadi anak-anak Allah yang dapat mewarisi janji-janji Bapa bersama-sama dengan Yesus, sehingga dimuliakan bersama dengan Dia. Kalau hanya menjadi anggota masyarakat, seseorang tidak harus menjadi sempurna. Mereka yang tidak mendengar Injil akan dihakimi menurut perbuatan. Tidak sedikit di antara mereka dijumpai memiliki kasih kepada sesamanya, sehingga diperkenankan masuk dunia yang akan datang. Tetapi orang percaya harus sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus sehingga kita layak dimuliakan bersama dengan Tuhan Yesus di Kerajaan-Nya.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings