Truth Daily Enlightenment

BUKAN RUMAH DI BUMI


Listen Later

Orang yang dapat menghayati dengan benar bahwa dirinya bukan dari dunia ini dan benar-benar bisa menghayati bahwa rumahnya ada di surga adalah orang-orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Kenyataannya, banyak orang Kristen yang tidak dapat menghayati bahwa dunia ini bukan rumah kita. Tuhan menyatakan berulang kali bahwa kita bukan berasal dari dunia ini. Paulus pun menyatakan bahwa kewarganegaraan kita bukan di bumi. Tetapi faktanya, tidak sedikit orang Kristen yang berusaha keras bagaimana memiliki rumah pribadi sebesar-besarnya dan semewah-mewahnya. Mereka berpikir bahwa kesempatan memiliki rumah hanya sekali di bumi ini. Cara berpikir demikian membuat mereka memandang kematian sebagai hilangnya kesempatan memiliki kenyamanan untuk menikmati kehidupan ini. Bagi mereka, rumah atau tempat tinggal adalah kenikmatan satu-satunya dalam kehidupan yang tidak pernah terulang. Dengan menyatakan hal ini, bukan berarti mereka yang memiliki rumah mewah berkeadaan berdosa. Kita harus cerdas dan jujur serta berhati-hati menyikapi hal ini. Dalam hal ini, dituntut kejujuran untuk mengoreksi diri sendiri.
Banyak orang Kristen memiliki cara berpikir yang salah tersebut, sehingga mereka bergaya hidup seperti orang-orang yang tidak memiliki janji bahwa Tuhan Yesus akan membawa kita ke Rumah Bapa. Malangnya, orang-orang Kristen tersebut merasa bahwa mereka telah memiliki hidup yang wajar. Mereka merasa tidak berdosa, sebab hal itu dipandang tidak menyalahi Firman Tuhan. Gereja pun tidak mengingatkan mereka dengan tegas. Ini adalah kesalahan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan berabad-abad, dimana orang Kristen hidup dalam kewajaran anak-anak dunia dan mereka merasa tidak bersalah.
Sesungguhnya, orang percaya terhisab bukan berasal dari bumi ini, melainkan dari atas, dan pengharapannya hanya ditujukan pada penyataan kedatangan Tuhan Yesus nanti (1Ptr. 1:13-14). Dengan kesadaran ini, mestinya apa yang dipandang sebagai kebutuhan primer hanya satu, yaitu Tuhan saja. Orang percaya harus memiliki hidup dalam penantian yang kuat untuk dipindahkan ke rumah yang sesungguhnya di langit baru dan bumi yang baru. Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi kita. Kalau Ia sudah menyediakan tempat bagi kita, Ia akan datang untuk menjemput kita, supaya di mana Ia berada, kita juga berada (Yoh. 14:1-3).
Kehidupan orang percaya yang benar adalah hidup dalam penantian yang penuh kerinduan terhadap penjemputan-Nya. Hal ini juga berarti kita lebih memfokuskan diri pada rumah abadi kita, bukan rumah sementara di bumi ini. Kalau tidak demikian, berarti pengkhianatan atau ketidaksetiaan kepada Tuhan Yesus. Kita harus melewati hari ini dengan berprinsip bahwa kehidupan di bumi yang sementara ini hanya persiapan untuk memperoleh rumah atau kehidupan yang sesungguhnya nanti di surga. Rumah memang kebutuhan primer menurut pikiran dan konsep manusia pada umumnya, tetapi rumah harus diadakan demi memenuhi kebutuhan keluarga guna mengabdi kepada Tuhan, bukan untuk citra diri, harga diri, dan kehormatan.
Orang percaya adalah orang yang menumpang di bumi. Untuk itu, kita sebagai orang percaya yang benar harus rela berstatus sebagai orang yang menumpang di bumi. Orang yang menumpang tetapi merasa berhak berdomisili secara permanen di suatu tempat atau rumah orang lain dan bertindak sebagai tuan rumah, adalah perampok. Tanpa disadari, banyak orang Kristen berkeadaan demikian. Harus diingat bahwa harta kita sendiri baru nanti di Kerajaan Surga, sedangkan segala sesuatu yang kita miliki sekarang adalah harta orang lain, yaitu harta-Nya Tuhan (Luk. 16:12).
Tuhan mengajarkan bagaimana diri-Nya tidak memiliki kenyamanan seperti kenyamanan yang dimiliki manusia lain. Ia memberi pernyataan bahwa diri-Nya tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya, bahkan Ia mati di kayu salib dalam kemiskinan jasmani yang ekstrem. Oleh sebab itu, fokus hidup orang percaya harus diarahkan kepada proses kesempurnaa...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings