Truth Daily Enlightenment

Bukan Ukuran Prestasi


Listen Later

Dengan pernyataan Tuhan Yesus dalam Matius 7:21-23 kita menemukan bahwa Tuhan Yesus tidak mengenal sekelompok orang yang sudah mengadakan mukjizat demi nama-Nya, walaupun mereka sudah mengadakan banyak mukjizat. Dari hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi pelayanan tidak menjadi ukuran kedewasaan dan perkenanan seseorang di hadapan Tuhan. Hal ini sangat bertentangan dengan pemahaman banyak orang hari ini, khususnya orang-orang Kristen kharismatik dan golongan Pentakosta. Mereka menganggap kalau seorang hamba Tuhan telah mendemonstrasikan kuasa Allah dengan bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan mukjizat, maka hamba Tuhan tersebut dianggap memiliki supremasi atau keunggulan lebih dari hamba Tuhan lain. Terhadap hamba-hamba Tuhan yang mengadakan mukjizat, banyak jemaat rela memberi diri sepenuh-penuhnya tunduk dan menuruti apa saja yang diajarkan hamba-hamba Tuhan tersebut, padahal seorang yang mengadakan mukjizat belum tentu mengenal kebenaran yang mendewasakan.
Bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan mukjizat telah dianggap sebagai ukuran prestasi pelayanan seorang hamba Tuhan. Jadi, tidaklah heran kalau hari ini banyak orang berdoa mohon Tuhan agar Tuhan menyatakan mukjizat-Nya. Keinginan yang besar untuk mendemonstrasikan kuasa Allah telah menggerakkan banyak orang Kristen dan hamba-hamba Tuhan berdoa berjam-jam, berdoa semalam suntuk, dan berpuasa. Sebagian mereka mencari karunia bukan untuk kemuliaan Tuhan, tetapi sebenarnya untuk kemuliaan diri sendiri.  Tetapi mereka tidak sadar. Mereka tertipu oleh diri mereka sendiri yang belum dewasa. Mereka belum meneladani kehidupan Yesus yang rela melepaskan semua hak-Nya.
Sungguh sukar dipahami, bagaimana mungkin orang yang telah mengadakan banyak mukjizat dalam nama Tuhan tidak dikenal oleh Tuhan sendiri? Tetapi inilah realitanya. Tuhan Yesus sendiri yang mengatakannya. Tidak menutup kemungkinan, Tuhan mengizinkan kuasa-Nya dinyatakan melalui pelayanan orang-orang yang merasa dan mengaku sebagai hamba-hamba Tuhan yang belum dewasa. Mereka juga masih berpotensi mengkhianati Dia yang nantinya bisa tidak dikenal oleh Tuhan. Mengapa Tuhan mengizinkan? Sebab Tuhan tidak akan mengkhianati Firman-Nya. Sebab jika Firman diberitakan dan mereka dengan yakin menggunakan nama Yesus, maka Allah mengizinkan terjadinya mukjizat. Tetapi hal ini tidak akan berlangsung terus-menerus, jika hamba Tuhan pelaku mukjizat tersebut terus-menerus berbuat dosa dan menolak pertobatan.
Dengan kebenaran ini, maka bagi hamba-hamba Tuhan yang ada di ladang Tuhan harus diingatkan agar tidak menjadi takabur, sombong, arogan, dan bangga diri dengan prestasi pelayanannya. Khususnya bagi mereka yang telah melakukan mukjizat.  Hendaknya kita yang sudah melakukan mukjizat tidak merasa sudah memiliki prestasi tinggi atau unggul karena telah mengadakan banyak mukjizat. Sebab mukjizat yang didemonstrasikan dalam pelayanan bukanlah ukuran kedewasaan dan perkenanan di hadapan Tuhan. Semua prestasi pelayanan seorang hamba Tuhan kalau akhirnya dirinya tidak dikenal oleh Tuhan menjadi sia-sia. Sungguh, suatu hal yang sangat tragis.
Jadi bukanlah tanpa alasan, kalau Paulus dalam suratnya berkata: Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak (1Kor. 9:27).  Memberitakan Injil menunjuk suatu pekerjaan pelayanan Tuhan yang pada umumnya disertai mukjizat.  Seperti yang disinggung di atas bahwa untuk memberitakan Injil diperlukan tanda-tanda. Tanda-tanda tersebut adalah mukjizat yang mewarnai pelayanan seorang hamba Tuhan. Kata “ditolak” dalam ucapan Paulus tersebut teks aslinya adalah adokimos, yang bisa diterjemahkan cast away (dibuang), rejected (ditolak) dan probated (tidak disetujui-unapproved, dikutuk). Kata adokimos mengandung pengertian dibuang karena tidak berguna (worthless). Dalam pernyataan Paulus itu menunjukkan kesadarannya bahwa sekalipun ia sudah berprestasi dalam pelayanan tetapi kalau ...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings