
Sign up to save your podcasts
Or


KAMIS 29 OKT 26
3️⃣
03. EDA DAN MICHI: THE SQUID AFFAIR
Eda terdiam. Untuk pertama kalinya malam itu, dia melihat Michi bukan sebagai lawan dalam permainan, melainkan seseorang yang sedang berjuang sendirian.
EDA: “Hey… kamu nggak harus menghadapi semuanya sendirian.”
Michi mengangkat wajahnya.
MICHI: “Kalau malam ini aku boleh jujur… aku cuma ingin merasa aman, walaupun sebentar.”
Eda mendekat dan menggenggam tangannya.
EDA: “Kalau begitu, malam ini kamu nggak sendirian.”
Michi memeluk Eda. Dalam kesunyian itu, keduanya berbagi sebuah ciuman singkat—seolah untuk beberapa detik, dunia di luar pintu tidak pernah ada.
⚠️ LANJUT KE CERITA 4️⃣ ⚠️
⚠️ KEMUDIAN LANJUT KE ENDING 3️⃣⚠️
[SFX: LANGKAH PENJAGA MENDEKAT]
Mereka buru-buru berpisah dan kembali ke bunker sebelum para penjaga memergoki mereka.
Eda duduk di tempat tidurnya. Lalu, dia menemukan secarik kertas di bawah bantal.
Tulisan di atasnya membuat darahnya terasa dingin.
“EDA, AKU MELIHAT SEMUANYA. BESOK, SALAH SATU DARI KALIAN TIDAK AKAN KEMBALI.”
4️⃣
Lantai porselen putih ini sedingin es, mengirimkan getaran menggigil hingga ke sumsum tulangku. Bau pemutih kimia menusuk hidung, mencoba menghapus aroma ketakutan yang mengendap di setiap sudut bunker. Aku mendorong pintu bilik toilet, menemukanmu sudah menunggu di sana.
Kamu bersandar pada dinding kusam, napasmu memburu, menciptakan uap tipis di udara dingin.
[MICHI]
"Kamu gila datang ke sini," bisikmu.
Suaramu serak, bergetar antara ancaman dan undangan. Aku tidak menjawab. Aku melangkah maju, mengunci pintu dengan bunyi klik yang terdengar seperti ledakan di tengah kesunyian.
[MICHI]
"Kita bisa mati jika mereka melihat,"
lanjutmu.
Aku mencengkeram pinggangmu, menarik tubuhmu hingga tidak ada lagi celah udara di antara kita.
[EDA]
"Aku lebih memilih mati di tangan mereka daripada mati karena merindukanmu di ranjang besi itu."
Kamu tertawa kecil, suara yang terdengar asing sekaligus manis di tempat terkutuk ini. Jemarimu merayap naik, mencakar pelan tengkukku. Kulitmu panas, kontras dengan dinding dingin yang menekan punggungmu.
[MICHI]
"Sentuh aku, Eda. Sekarang."
Aku tidak membuang waktu. Bibirku membakar lehermu, mencari denyut nadi yang berpacu liar. Kamu mendesah, sebuah suara tertahan yang tertelan oleh deru mesin ventilasi di atas kepala. Aku bisa merasakan detak jantungmu menghantam dadaku, seirama dengan degup jantungku yang menggila.
Tanganmu menarik kaosku, memaksanya naik. Kulit bertemu kulit. Sensasi ini terasa terlarang, seperti mencuri oksigen di ruang hampa.
[MICHI]
"Jangan berhenti,"
gumammu di sela napas yang putus-putus.
Aku mengangkatmu, kakimu melingkar erat di pinggangku. Kita adalah dua binatang yang terluka, saling mencari perlindungan dalam gesekan kulit dan keringat. Setiap sentuhan adalah pemberontakan terhadap permainan gila ini. Aku menghirup aroma rambutmu—campuran sampo murah dan keringat—yang entah bagaimana menjadi aroma paling mewah yang pernah kuhirup
Tiba-tiba, suara sepatu bot beradu dengan lantai lorong. *Tuk. Tuk. Tuk.*
Kita membeku. Napas kita tertahan, menyatu dalam satu tarikan udara yang menyesakkan. Aku bisa merasakan otot-ototmu menegang, jari-jarimu mencengkeram bahuku hingga kuku-kukumu menembus kulit.
[MICHI]
"Mereka di luar,"
bisikmu, nyaris tak terdengar.
Aku menatap matamu. Ada ketakutan di sana, tapi ada juga api yang menolak padam. Aku tidak melepaskanmu. Justru, aku mempererat pelukanku, menciummu sekali lagi dengan intensitas yang lebih dalam, seolah ingin menyerap seluruh keberadaanmu ke dalam diriku sebelum waktu habis.
[EDA]
"Biarkan mereka datang," bisikku tepat di depan bibirmu.
Kamu tersenyum tipis, sebuah ekspresi pasrah yang berani.
[MICHI]
"Kalau begitu, buat aku lupa bahwa kita sedang berada di neraka."
⚠️ KEMUDIAN LANJUT KE ENDING 3️⃣⚠️
KAMIS 29 OKT 26
KELAS INI DIMULAI DENGAN VN MICHI
YANG NANTINYA MAIN DI ADA HANTU
ON THE NEXT EPISODE! ILY MICHI! SI PALING FUJII KAZE
RABU 28 OKT 26
CHIPEDA KARAOKE DUOS! 13 LAGU++
ILYSM CHIPE YANG MAIN DARI WORLD -> MAISY KAY -> KARAOKE
RABU 28 OKT 26
MAISY KAY OPENS UP FOR LANY
29 30 OKT INDONESIA ARENA
UR LOCAL DARK FAIRY PRINCESS
ENGLAND SAGI 25 NOV 1998
ILY MAISY KAY! PLEASE DO UR BEST ON SUPPORTING LANY!
SELASA 27 OKT 26
RAYHAN UDU ENRICO MAIN KE COCKPIT PRAMBORS.LIVE NIGHT FLIGHT // TIX AVAILABLE DI LOMBASIHIRYES.COM
SANKYU ALETTA UDAH DATENG JUGA ON BEHALF OF PLS = PESERTA LOMBA SIHIR YES!
SENIN 26 OKTOBER 2026
TIFFANY TAURUS
BEBE GEMINI
KYKA CAPRI
DANI VIRGO
SHOUT OUT TO: KALCERES!
SALAM BUAT QUILLA: GWS QUILLA!
ILY MARBLES!
JUMAT 23 OKT 2026
PROUD CAPT!
HAPPY GRADUATION ABI + ARSHIYA FOREVER
SANKYU CHIPE UDAH KAWALBESTIE LEO
DAN KANA UDAH SURPRISE GUEST KETEMU TOILET SKSKSKSKKS~
HAPPY CAPT1400 ILY!
KAMIS 22 OKT 26
JAZZY sebagai DIANA
JOJI sebagai EDA
JERUK is MIA
“crew… kalau malam ini kalian mendengar suara kalian sendiri dari balik pintu kamar, jangan dibuka. karena di Gotham City, yang paling menakutkan bukan monster yang mengambil wajah kalian… tapi monster yang sudah tahu cara menjadi kalian. selamat malam, crew. welcome to Night Flight.”
CERITA EDA + MIA: THE AFFAIR (steamy version)
Hujan Gotham menghantam kaca jendela dengan irama yang kacau, menciptakan tirai air yang mengisolasi apartemen Eda dari dunia luar. Di dalam, cahaya lampu temaram berwarna amber membasuh setiap sudut ruangan, sementara alunan musik jazz mengalun rendah, mengisi kekosongan di antara napas kami yang saling memburu.
Aku bisa merasakan panas tubuh Eda merambat melalui kain tipis gaunku. Jemarinya yang kasar namun lembut menelusuri garis punggungku, mengirimkan gelombang listrik yang membuat bulu kudukku berdiri. Aku memejamkan mata, menghirup aroma maskulin yang bercampur dengan wangi tembakau dan hujan yang melekat pada kulitnya.
"Kau tahu ini adalah kesalahan terbesar dalam hidup kita," bisikku tepat di depan bibirnya.
Eda tidak menjawab dengan kata-kata. Dia menarikku lebih rapat, menghilangkan jarak yang tersisa hingga aku bisa merasakan detak jantungnya yang berpacu cepat, seirama dengan degup jantungku yang menggila.
"Kesalahan yang paling manis yang pernah kubuat," jawabnya dengan suara serak.
Sentuhannya kini berpindah ke tengkukku, menarikku ke dalam ciuman yang dalam dan menuntut. Ada rasa lapar yang putus asa dalam setiap pagutan, seolah-olah kami sedang berlomba dengan waktu yang terus berdetak menuju kehancuran. Aku melingkarkan lenganku di lehernya, menariknya lebih dekat, membiarkan diriku tenggelam dalam sensasi yang membakar.
Kami jatuh ke atas ranjang dengan gerakan yang tidak teratur. Di bawah temaram lampu, kulit kami bertemu, menciptakan gesekan yang memicu api di dalam dada. Setiap sentuhan Eda terasa seperti klaim kepemilikan, sebuah pemberontakan terhadap dunia yang mencoba memisahkan kami. Aku mendesah saat jemarinya menemukan titik-titik sensitif yang membuat seluruh tubuhku gemetar.
"Eda..." rintihku, suaraku nyaris hilang ditelan suara hujan.
"Aku di sini, Mia. Hanya ada aku dan kamu," gumamnya, suaranya bergetar oleh gairah yang tertahan.
Kami menyatu dalam ritme yang intens, sebuah tarian rahasia yang penuh risiko. Setiap gerakan adalah pengakuan dosa, setiap napas yang terengah adalah pengkhianatan. Rasa nikmat itu mengalir deras, membanjiri kesadaranku, membawa kami menuju puncak yang terasa begitu dekat namun begitu berbahaya. Aku mencengkeram bahunya, membiarkan kuku-kukuku meninggalkan bekas di kulitnya, mencari pegangan di tengah badai perasaan yang mengombang-ambingkan kami.
Namun, di tengah puncak kenikmatan yang hampir meledak, sebuah suara memotong keheningan.
[SFX: DING DONG… DING DONG…]
Tubuhku membeku seketika. Gairah yang tadi membara mendadak padam, digantikan oleh rasa dingin yang menusuk hingga ke sumsum tulang. Aku menjauh dari Eda dengan gerakan panik, menarik kain gaunku untuk menutupi tubuhku yang masih bergetar.
"Siapa itu?" tanyaku dengan suara gemetar.
Eda terdiam, matanya menatap pintu dengan ekspresi yang sulit diartikan. Kami berdua menahan napas, mendengarkan kesunyian yang mencekam setelah bunyi bel itu.
Lalu, dari balik pintu, terdengar suara bariton yang sangat kukenal. Suara yang selalu menghantui mimpi burukku.
"Mia… buka pintunya. Aku tahu kamu di dalam."
Darahku terasa membeku. Szabo. Dia tidak hanya menemukan kami; dia ada di sini, tepat di ambang pintu, siap merenggut segala sesuatu yang baru saja kucicipi. Aku menatap Eda, dan dalam matanya, aku melihat ketakutan yang sama besarnya dengan gairah yang baru saja kami bagi.
KAMIS 22 OKT 26
SAYA SENANG
MALAM HARI INI PADA SEMANGAT IKUT KELAS ANIME
DARI REVIEW CLAYFACE LANJUT KE CERITA HANTU HOTEL CLAYFACE DIMAINKAN OLEH JAZZY JOJI JERUK
From the publisher's feed