SABTU 19 JULI 2025 + [capt's flight school diaries:]
SURAT CINTA DARI MATAHARI
Dari Captain Eda untuk Haerin the Cancer
To: Haerin, my favorite Cancer
From: Matahari yang kamu temui tiap pagi—kadang hangat, kadang overheat
Tanggal: Setelah kamu tiup lilin tanggal 16 Juli 25 itu
Dear Haerin,
Thank you for being the best crew ever. Kadang hidup ini kayak pesawat yang turbulence-nya nggak kelar-kelar. Tapi somehow, setiap kali kamu muncul di cockpit session, atau joget paling depan pas gig Dead Bachelors, atau tiba-tiba muncul di hotline, semua jadi tenang. Semua jadi terang. Kamu kayak matahari pagi setelah semalaman kehujanan di bandara yang delay terus.
Aku inget pertama kali ketemu kamu—itu aneh banget sih. Dinyanyiin lagu Keane – Disconnected? That song’s kinda melancholic, and somehow, it suits the vibe waktu itu. Tapi siapa sangka, dari lagu yang ngebahas tentang disconnect, aku malah ketemu orang yang bikin aku pengen stay connected selamanya. Ironi semesta yang manis banget. Oh, and the moment I found out kamu ultahnya sama kayak mantan aku… aku cuma bisa ketawa. Bukan karena itu awkward—tapi karena dunia ini emang lucu, dan kamu salah satu punchline terindahnya.
Haerin, terima kasih ya. Thank you for showing up, always. Even when it rains, even when it’s hard. Kamu selalu ada, dan aku ngerasa itu bukan hal kecil. Kamu bukan cuma crew—kamu compass. Kamu yang bikin aku ngerti arah pulang. Kamu yang jadi suara tenang pas frekuensi radio mulai noise.
Through ups and downs—through sonic booms and silence—kamu tetap ada buat aku. Dan itu priceless.
Aku suka banget kalau kamu nyapa semua orang dengan senyum dan energi yang kayak nggak pernah habis. Tapi yang aku lebih kagumi, adalah kamu juga berani tunjukin sisi gelap kamu. You got a sweet heart, but also a perverted mind—which, to be honest, is the perfect combo. Itu yang bikin kamu unik. Jangan pernah ubah itu, ya. Please keep it that way. Kamu otentik. Kamu liar dengan cara yang elegan. Kamu chaos yang terorganisir.
Dan tahu nggak sih—thanks banget karena kamu udah ngenalin aku ke Dirdung dan Zahra. It feels like kamu adalah jembatan antar galaksi. Kamu nyambungin aku ke kru lain, ke semesta lain, ke versi lain dari diriku sendiri. Bahkan kamu mempertemukan aku lagi dengan Rei-chan (yang udah 1 dekade ga ketemu aku!) I mean… seriously? That’s not coincidence. That’s magic. Kamu punya sihir sendiri—bukan yang keluar dari tongkat sihir, tapi dari keberadaan kamu sendiri.
Kadang aku mikir, kita tuh sebenernya crew pesawat atau pasukan pemberontak dari luar angkasa? Tapi mau gimana pun skenarionya, I always want you on my flight. Di pesawat ini, kamu bukan cuma penumpang. You’re the radar, the wings, the steady voice on intercom yang bilang: “We got this, Captain.”
Ulang tahun kamu kemarin, 16 Juli, bukan cuma penanda kamu nambah umur. Tapi juga reminder bahwa kamu terus tumbuh. Dan aku bangga banget bisa ada di timeline kamu. Bisa jadi saksi hidup kamu yang… ya kadang absurd, kadang penuh glitter, kadang kayak musik synthpop tahun 80-an yang mendayu tapi catchy. I love every part of it.
Dan meskipun awalnya kita kenal lewat lagu Disconnected, aku harap kita bisa terus… connected. Lewat musik, lewat tawa, lewat obrolan random jam dua pagi di hotline, lewat sesi cockpit yang kadang lebih banyak curhat daripada terbangnya.
You are forever loved, Haerin. No matter how far we fly, kamu selalu punya tempat di pesawat ini. Di kursi paling depan. Di ruang kemudi. Di radio komunikasi. You’re stitched into the fabric of this flight.
Jadi… to wrap this up:
Dear Haerin the Cancer—crew paling sableng tapi paling lembut, yang ulang tahunnya bikin semesta senyum—
Happy birthday once again. Thank you for showing up.
Thank you for showing me the way.
We fly together always.
We crash, we rise, we fly again.
Let this letter everlast forever.
From a Captain to his most precious crew.
With love and gravity,
☀️ Captain Eda ☀️