Bintang. Cahayanya adalah masa lalu. Sebegitu jauhnya, mungkin ia sebenarnya sudah tiada ketika kau berkedip lalu menatapnya lagi, lalu menyadari betapa mereka tidaklah berseri, tetapi meratap ingin menggapai pemahaman dan memperingatkan, bahwa wujud ini akan hilang ketika mereka membalas tatapan kekaguman dan senyum kita. (Sebuah prosa pendek yang saya temukan di dalam diari saya dari setahun yang lalu.)