Udah umum banget sebenernya perilaku cancel culture di jaman media dan teknologi sekarang, apalagi oleh pelaku-pelakunya seperti “Netizen”. Pasti langsung merinding kan kalo denger nama itu, ngomong salah sedikit di media sosial “canceled”, berperilaku konfrontasional sedikit “canceled”. Emang si media sosial itu tempat kita bebas bersuara dan berekspresi, tapi apakah hal ini justru membuat kita menyalah gunakan privilage kita di media sosial?