Serangan siber yang mengandalkan kecerdasan buatan atau AI sudah banyak terjadi selama tahun 2024. Dan, menurut Akamai, tren serangan siber berbasis AI itu akan semakin masih pada 2025.
Hal ini diutarakan Reuben Koh, Director, Security Technology & Strategy APJ Akamai dalam sesi media roundtable yang digelar secara virtual, Jumat (24/1/2025). Ia meyakini ancaman yang menggunakan teknologi AI akan semakin banyak.
"Penjahat siber akan berevolusi dari penipuan palsu dan phishing yang didorong oleh AI menjadi sesuatu yang jauh lebih canggih pada 2025," kata Reuben.