Catatan Damar Ancala

Catatan Damar Ancala

Download on the App Store

Catatan Damar Ancala episodes

  • #7 Lirih Rindu Seorang Ibu
    Pagi itu aku melihat mata yang berkaca-kaca karena sebuah perjuangan, senyum yang mencoba tetap mekar meski entah berapa kali menyapa nanar, suara lembut yang mengalun merdu sebelum berujung lirih menyuarakan rindu. Jangan menyerah bu... Do'amu paling cepat menembus langit. Semoga asamu dapat segera tercapai setelah perjuanganmu yang tiada usai.
    3 min
  • #6 Rindu kata pulang
    Pulang selalu jadi kata terindah untuk didengar kala kita sudah terlampau jauh meninggalkan rumah dan pemiliknya. Karena sejauh apapun perjalanan, akan memilukan jika kita tidak tahu kemana kita harus pulang.
    3 min
  • #4 Ingin dan butuh
    Setelah banyak langkah yang dilalui hingga saat ini. Pikiranku masih berdebat menyoal banyak hal. perihal apa sebenarnya yang ingin ku lakukan di usiaku sekarang. Sebenarnya dalam hidup ini kau mencari apa? Dan apa makna dari hidup itu sendiri? Terpenuhinya keinginan kita kah? atau Butuh kita?. Kadang memang kita selalu tertuju pada ingin, hingga butuh terabaikan. Meskipun sedikit banyak realita mengajarkan bahwa keinginan kerap tertolak oleh kebutuhan. Sebuah buku juga menerangkan bahwa hidup itu tidak selalu dominan dengan pekerjaan apa yg ingin kau dambakan, makanan apa yg ingin kau makan, rumah seperti apa yang ingin kau huni dan siapa yang ingin kau nikahi. Begitu tersitanya perhatian kita oleh ingin kita. Lalu, akan sampai mana akhir dari ingin kita? kupikir tidak akan ada kata tuntas. Mungkin terbukti bunyi dari sebuah teori ekonomi bahwa keinginan manusia tidak terbatas sedangkan barang/jasa pemuasnya mempunyai batas. dunia ini pun ada batasnya. takkan sanggup memuaskan semua ingin manusia. Katanya, kendarailah ingin ini, jangan sampai ia mengendarai kita. Tenanglah ingin, tenanglah nafsu. Tunduklah pada Dia pencipta ingin juga pemberi apa butuhnya kita. Dia yang jadi pusat semesta.
    3 min
  • #3 [ketemu di jalan] Pertanyaan yang mengingatkan
    Keresahan kerap kali datang dan menetap pada hati manusia. Entah berasal dari mana, manusia sendiri terkadang belum cukup pintar untuk menemukan asal muasalnya. Banyak terkadang dari masalah hidup dan sedikit terkadang dari masalah mati. Kita tentu pernah digoyang kesusahan, di caci hinaan, didera kelelahan, dan terasing dari ketenangan. Sekian banyak permasalah yang membuat otak kita penuh, jenuh, dan runtuh. Seakan sulit sekali menemukan titik temu. Lalu sebuah pertanyaan masuk menyelia kedalam sesaknya pemikiran. coba sejenak ingat kembali, "Apa tujuan sebenarnya kita dilahirkan ke bumi ini?". Apakah hanya untuk terus memikirkan permasalahan kita? apakah hanya untuk terus berpendapat bahwa masalah yg kita alami adalah masalah yg paling hebat dan sukses membuat akal kita payah? Apakah hanya untuk terus meratapi sampai kita lupa cara mensyukuri? batinnya terdiam. Perlahan akalnya mulai bergerak mencari sebelum akhirnya menyadari bahwa tujuannya hidup di bumi ini bukan hanya untuk terus memikirkan masalah berlarut-larut hingga wajahnya kusut. Coba lihatlah dengan kacamata yg lain supaya kita bisa melihat pandangan-pandangan baru. bahwa kita ini diciptakan. dan kita pun telah lihat sendiri ciptaan sejenis kita cepat atau lambat akan berpulang. Pamit dari bumi yang kita anggap rumit. Lantas Kebaikan apa yang sudah kita perbuat? kebahagiaan mana yg sudah bisa kita bagikan? Sadarilah kebaikan kita belum tentu diterima dan keburukan kita pun belum tentu diampuni. Dan apa kita akan memilih diam dan terus menyalahkan keadaan yg menimpa kita?. Seketika tubuhnya kembali tegap menatap. Beban pun kini sudah tersimpan dalam gelasnya. Tak lagi ia pegang seharian. Terima kasih, sudah mengingatkan dengan pertanyaan.
    4 min
  • #2 Bapak
    Episode kali ini akan bercerita tentang suara batuk yang akan terdengar nanti di tengah cerita. Suara batuk itu keluar dari mulut seseorang yang sedang lelap dalam tidurnya. Seseorang yang kukenal sudah lama namun kadang sering dilupa oleh banyaknya inginku. Dibalik sikapnya yang dingin dan pendiam, ia memperjuangkan masa depanku mati-matian. Dalam setiap kerut di dahinya, di balik hitam warna kulitnya, di belakang penglihatan dan usianya yang terus berkurang, ia tak mau mengenal arah menyerah. Hanya anaknya, anaknya dan anaknya yang menjadi fokus perhatiannya. Sedangkan di benak anaknya hanya bergelut tentang banyaknya ingin dan ingin yang tak pernah ada batas dan mencapai kata puas. Kini aku hanya ingin tegar bersama bapak, menemaninya berjuang dalam waktu yang tersisa. Dan teruntuk Bapak.. maafkan anak bungsumu yang masih menyusahkan.
    5 min
  • Sebuah perjalanan untuk belajar memaafkan diri sendiri
    Sebuah kesalahan yang menuntunku pada sebuah perjalanan. Hal-hal berat yang baru kurasakan selama paru-paruku bernafas di bumi ini ketika berjalan kuteringat semua kesalahan-kesalahan yang pernah kuperbuat dan seketika semuanya nampak dan menumpuk di kepala. Lebih berat kutanggung daripada peralatan dan perlengkapan yang terkemas rapi dalam sebuah keril yang melekat di punggung. Berkali-kali kakiku goyah, dan harus mereda disetiap beberapa langkah. Dan pada akhirnya kutahu bahwa belajar memaafkan diri sendiri adalah hal amat sulit dan berat. Lewat catatan ini aku ingin meminta maaf pada setiap kepala yang pernah tersentak dan pada setiap hati yang pernah kusakiti. Dan Akhirnya jiwaku tersadar dan merenungi bahwa semua yang terjadi kepadaku sudah menjadi bagian dari takdir-Nya dan proses yang harus ku lewati dalam hidupku. Terima kasih kuhaturkan pada Penciptaku, alam semesta-Nya, dan kau kawan.
    16 min
  • Catatan Damar Ancala
    Catatan Damar Ancala adalah rangkuman pemikiran, pengalaman dan isi hati. Sekedar ingin bercerita dari sedikit waktu saya bercerita di dunia.
    1 min

About Catatan Damar Ancala

From the publisher's feed

Catatan Damar Ancala adalah rangkuman pemikiran, pengalaman dan isi hati. Sekedar ingin bercerita dari sedikit waktu saya bercerita di dunia.