
Sign up to save your podcasts
Or


Sebuah postingan di Facebook menyebut bahwa vaksin Polio diberikan secara massal oleh Kementerian Kesehatan dapat membahayakan anak-anak Indonesia. Ditambahkan juga narasi bahwa lebih dari 490.000 kasus kelumpuhan akibat vaksin tetes Polio atau Oral Polio Vaccine (OPV) di India.
Faktanya, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi melalui Liputan6.com menjelaskan bahwa Vaksin Polio dapat memberikan perlindungan terhadap jenis virus Polio Tipe 1, 2, dan 3 termasuk mutasinya, namun perlu diberikan imunisasi lengkap dari Oral Polio Vaccine (OPV) dan Inactivated Polio Vaccine (IPV). Penelusuran oleh Kompas.com menyatakan bahwa vaksin ini telah terbukti mengurangi wabah polio, namun tetap mengikuti standar mekanisme kesehatan yang benar sehingga virus yang dilemahkan dalam vaksin tidak bermutasi dan menyebabkan kelumpuhan.
Konten dimaksud bisa dicek di Twitter @TurnBackHoax.
Bagaimana dengan konten lainnya? Inilah Top Three Hoax of The Week yang beredar dari tanggal 19 - 25 Januari 2024 hasil periksa fakta dengan tingkat engagement paling tinggi di akun Twitter/X @TurnBackHoax
Di media sosial tersebar narasi: “Skandal yang luar biasa! Kemenkes menyatakan KLB Polio untuk mendorong vaksinasi Polio. Tapi semua kasus adalah Polio tipe2 yang justru disebabkan oleh vaksin!!!"
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya klaim bahwa semua kasus polio tipe 2 disebabkan oleh vaksin merupakan klaim yang menyesatkan.
Konten yang dimaksud bisa dicek di Twitter @TurnBackHoax
Inilah Top Three Hoax of The Week yang beredar dari tanggal 12 - 18 Januari 2024 hasil periksa fakta dengan tingkat engagement paling tinggi di akun Twitter/X @TurnBackHoax
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Sebuah narasi “Anak SMP divonis 7 tahun, karena mengkritik Jokowi. Lantas mengapa Jokowi tidak divonis bersalah atas perbuatan pemalsuan ijazah?", tersebar di media sosial.
Faktanya, postingan yang menyertakan video itu tidak ada hubungannya dengan Presiden Joko Widodo, alias masuk kategori disinformasi.
Konten yang dimaksud bisa dicek di Twitter @TurnBackHoax
Inilah Top Three Hoax of The Week yang beredar dari tanggal 5-11 Januari 2024 hasil periksa fakta dengan tingkat engagement paling tinggi di akun Twitter/X @TurnBackHoax
Di media sosial beredar video Najwa Shihab mempromosikan situs judi online. Hoaks kali ini adalah hasil buatan kecerdasan buatan. Di mana suara presenter dan jurnalis Najwa Shihab dibuat oleh AI.
Video aslinya diambil dari salah satu episode Mata Najwa yang tayang pada 2021 lalu. Yaitu episode "Vaksin Siapa takut".
Konten yang dimaksud bisa dicek di Twitter @TurnBackHoax
Inilah Top Three Hoax of The Week yang beredar dari tanggal 8 Desember 2023 - 4 Januari 2024 hasil periksa fakta dengan tingkat engagement paling tinggi di akun Twitter/X @TurnBackHoax
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Belakangan di media sosial YouTube tersebar video bernarasi “Surabaya macet total… AKSI MELAWAN POLITIK DINASTI RATUSAN RIBU MAHASISWA SE-JAWA TIMUR TURUN KEJALAN””. Video ini dilengkapi pratinjau atau thumbnail, lautan manusia tengah melakukan aksi. Namun, konten ini menunggangi peristiwa yang terjadi baru-baru ini Jakarta.
Konten yang dimaksud bisa dicek di Twitter @TurnBackHoax
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Di media sosial Facebook, ada akun yang mengatasnamakan Jusuf Hamka mengadakan bagi-bagi hadiah. Pada postingan ini ada narasi, "yang berhasil tangkap gambar bapak, kirim 47 juta sekarang tanpa diundi".
Konten yang dimaksud bisa dicek di Twitter @TurnBackHoax
Inilah Top Three Hoax of The Week yang beredar dari tanggal 30 November - 6 Desember 2023 hasil periksa fakta dengan tingkat engagement paling tinggi di akun Twitter/X @TurnBackHoax
Di aplikasi berbagi video YouTube, beredar video bernarasi anggota tim voli Daejeon JungKwanJang Red Sparks asal Indonesia, Megawati Hangestri, mendapatkan pujian dari media Korea Selatan, setelah viral reaksinya ketika dicurangi wasit dalam sebuah pertandingan bola voli.
Belakangan nama Megawati Hangestri memang viral di kalangan netizen +62. Bukan karena sensasi, tapi Megawati termasuk atlet Indonesia yang berprestasi di luar negeri. Namanya besar di Liga Bola Voli Korea Selatan.
Wanita asal Kediri itu bergabung dengan Daejeon CheongKwanJang Red Sparks musim ini. Dan Oktober kemarin, dia ditunjuk sebagai pemain terbaik saat debutnya. Gelar ini diberikan setelah dia mencetak 21 poin dan pertandingan selanjutnya dia menorehkan 31 poin.
Setelah dilakukan penelusuran, konten bernarasi Megawati Hangestri dicurangi wasit dalam pertandingan bola voli merupakan konten yang menyesatkan. Bagaimana penelusuran faktanya?
Inilah Top Three Hoax of The Week yang beredar dari tanggal 23 - 29 November 2023 hasil periksa fakta dengan tingkat engagement paling tinggi di akun Twitter/X @TurnBackHoax
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Sebuah akun Twitter / X pada 14 November 2023 mengunggah cuitan dengan narasi sebagai berikut:
“Penyebaran nyamuk wolbachia adalah misi bill gates sebagai bapak LGBT sedunia,utk membentuk genetik LGBT melalui nyamuk tsb,yg mana Wolbachia berasal dari lalat drosophila,manusia akan jd vektor mekanik penyebar kerusakan genetik laki2 feminim.”
Namun faktanya, pengajar dan peneliti Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Adi Utarini menyatakan bakteri Wolbachia ini tidak berbahaya bagi manusia, tapi mampu membuat nyamuk tidak menularkan demam berdarah dari gigitannya.
Inilah Top Three Hoax of The Week yang beredar dari tanggal 16 - 22 November 2023 hasil periksa fakta dengan tingkat engagement paling tinggi di akun Twitter/X @TurnBackHoax
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Beredar informasi menyesatkan yang menyebut Tentara Nasional Indonesia mendukung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 2 di Pemilu 2024.
Adapun narasi yang disebarkan adalah: “Mulai institusi negara ikut dukung mendukung salah satu kandidat , kata netral dalam sumpah jabatan hanya isapan jempol.” Ada juga video yang menampilkan pertemuan Walikota Surakarta (Solo), Gibran Rakabuming Raka dengan beberapa prajurit TNI. Video ini diberikan keterangan, “Ngeri ngeri sedap! Rombongan Jenderal TNI kunjungi Gibran di Balaikota”
Konten yang dimaksud bisa dicek di Twitter @TurnBackHoax
Inilah Top Three Hoax of The Week yang beredar dari tanggal 9 - 15 November 2023 hasil periksa fakta dengan tingkat engagement paling tinggi di akun Twitter/X @TurnBackHoax
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Belakangan beredar hoaks soal ribuan warga Yahudi Ortodoks demo membela Palestina di New York City. Disinformasi ini beredar di media sosial Twiter melalui konten video, yang menampilkan ribuan orang berpakaian serba hitam berdemo di tengah jalan.
Video ini kemudian dilengkapi narasi yang mengklaim ribuan warga Yahudi Ortodoks Amerika Serikat protes membela Palestina dan menentang Israel. Namun setelah ditelusuri, cuplikan video dan foto serupa banyak beredar di internet sejak 2014 dan tak ada kaitannya dengan Palestina.
Video dimaksud bisa dicek di instagram @turnbackhoaxid.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed