Penting bagi kita para pendidik untuk menyajikan ide-ide bergizi dari buku-buku bermutu bagi akal budi anak-anak. Namun sayangnya buku-buku bermutu, atau yang dalam metode Charlotte Mason dikenal dengan nama Living Books, kebanyakan berasal dari negara lain. Bahasa dan konteks tentu menjadi sedikit kendala. Lantas bagaimana menyikapi kendala ini? Seperti apa mencari buku terjemahan yang berkualitas? Adakah buku-buku lokal yang living?
Simak obrolan kami bersama Dodit Sulaksono, pakar buku lawas, dan Meggy Soedjatmiko, penerjemah dan editor buku-buku fiksi. Keduanya tergabung dalam Tim Kurikulum Charlotte Mason Indonesia.