CNN Indonesia

CNN Indonesia Plus Minus: Main Api Politik Dinasti


Listen Later

Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) memperbolehkan calon presiden dan calon wakil presiden berusia di bawah 40 tahun, asalkan pernah menjadi kepala daerah, terus menjadi perbincangan. Kritik atas keputusan itu, salah satunya memunculkan lagi istilah Politik Dinasti. Atau, kekuasaan politik yang dijalankan oleh orang-orang yang terkait hubungan keluarga.


Dinamika politik terjadi pasca keputusan MK. Puncaknya, Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar menetapkan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden dan Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden. Meskipun, penetapan Capres dan Cawapres Koalisi Indonesia Maju, secara resmi baru dilakukan Minggu (22/10/23) malam. Dengan menyatakan Gibran sebagai Bakal Cawapres.


CNN Indonesia Plus Minus kali ini membahas tentang Politik Dinasti. Mulai bagaimana istilah itu ada, hingga apa yang bisa dilakukan publik untuk melawan fenomena politik yang sering kali justru membawa dampak negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Website: www.cnnindonesia.com

Facebook: https://m.facebook.com/CNNIndonesia/

Instagram: https://instagram.com/cnnindonesiatv

Twitter: https://twitter.com/cnniddaily

TikTok: https://www.tiktok.com/@cnnindonesia

Spotify: CNN Indonesia

https://youtu.be/8NXS05UoREw?si=mStfnLLLr4i-ZXtu



...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

CNN IndonesiaBy CNN Indonesia

  • 4
  • 4
  • 4
  • 4
  • 4

4

5 ratings


More shows like CNN Indonesia

View all
English News - NHK WORLD RADIO JAPAN by NHK WORLD-JAPAN

English News - NHK WORLD RADIO JAPAN

443 Listeners

Indonesian News - NHK WORLD RADIO JAPAN by NHK WORLD-JAPAN

Indonesian News - NHK WORLD RADIO JAPAN

4 Listeners

Talking Indonesia by Talking Indonesia

Talking Indonesia

20 Listeners

Bahasa Indonesia Bersama Windah (for intermediate Indonesian language learners) by Windah Anastasia

Bahasa Indonesia Bersama Windah (for intermediate Indonesian language learners)

21 Listeners