
Sign up to save your podcasts
Or


4 musim menemani Parents, Podcast Curhat Bapak Ibu akan pindah rumah dan Parentalk akan berusaha memeluk lebih banyak Parents maupun pasangan-pasangan baru yang masih otw jadi Parents.
Karena, parenting bukan milik yang udah jadi orang tua aja, tapi juga gimana kita berdamai dengan cara kita dibesarkan dulunya.
Sampai jumpa di program baru Parentalk!
Timestamp:
00:00 Opening
02:38 What makes Parentalk, is Parentalk?
04:30 Parentalk hadir untuk lebih banyak orang, bukan hanya Nucha Ario.
05:37 Pengalaman siklus 7 tahunan dalam hidup
08:48 Sebuah jeda sebelum kembali berkarya
10:23 Awal mula Parentalk lahir
12:21 Tamu-tamu gak terduga yang mampir ke Curhat Bapak Ibu
13:43 Izin izin izin..
16:15 "Rumah baru" Podcast Nucha Ario
Di balik makanan yang kita kira sehat dan cocok buat reward, ternyata banyak biaya tersembunyi yang tidak terduga.Bahkan, 1 orang bisa menyumbang 100kg food waste per tahun!Dalam episode bersama Sistem Koalisi Pangan Lestari ini, Parents bisa belajar bagaimana cara menerapkan #MakanBerkesadaran bersama si Kecil dan apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi hidden cost dalam sistem pangan.Timestamp:00:00 Opening03:35 Sistem yang ada menjauhkan dari makanan sehat08:50 Apa itu hidden cost?13:20 Kerugian dari hidden cost 14:30 Tiap daerah punya pangan lokal tersendiri20:30 Jumlah makanan sisa yang dihasilkan tiap orang29:38 Guideline diet di Indonesia30:23 Jumlah kerugian hingga 9000 triliun35:49 Makan Berkesadaran bersama keluarga40:00 Cara mencegah anak menyisakan makananJurnal Hidden Costbit.ly/HiddenCost-ID Instagram WRI Indonesia:https://www.instagram.com/wriindonesia/Instagram Koalisi Sistem Pangan Lestari:https://www.instagram.com/sistempanganlestari
Baru menikah ataupun udah puluhan tahun bersama, yang namanya berbeda pendapat dan "berantem" kecil pasti ada aja.
Dari kompilasi podcast Curhat Bapak Ibu season 4 ini, Parents akan diajak mengenal beberapa cara menghadapi konflik biar ga berlarut-larut!
Timestamp
00:00 Opening
00:30 Ayu Kartika Dewi: Fair play untuk minimalisir konflik pernikahan
04:00 Raden Prisya: Energi Maskulin Suami Istri Gak Seimbang
06:27 Pandji Pragiwaksono: Niat bantuin aja nggak cukup
07:11 Ligwina Hananto: Diketawain anak pas berantem
08:41 Rani Anggraeini Dewi: Jangan alergi konflik
12:50 Keke Kania: Sejauh apa boleh berantem di depan anak
Orang tua seharusnya jadi tempat teraman untuk anak, tapi apa jadinya kalau karir dan kehidupan anak justru terhambat oleh orang tua sendiri?
Di episode ini, Parents diajak untuk menyelami luka masa kecil agar bisa memiliki keputusan hidup yang berkesadaran, bukan atas keterpaksaan.
Timestamp:
00:00 Opening
00:39 Meilinda Sutanto: Cut off orang tua toxic
06:11 Sharuna Aleima: Mother wound
07:35 Magdalena Ratih: Memutuskan rantai luka
12:30 Audrey Susanto: Financial Trauma
"Kalau aku meninggal duluan, kamu nanti nikah lagi gak?"
Obrolan soal kematian memang cukup menakutkan untuk dibahas..
Tapi hal ini perlu diagendakan karena duka adalah sebuah keniscayaan.
Episode kali ini, Parents akan mendengarkan cerita Bucha (Rissa Riandini) tentang perjuangannya bersahabat dengan duka dan menjalani hari-hari setelah kepergian suami.
Timestamp:
00:00 Opening
04:30 Sosok almarhum Bimo sejak pacaran hingga kepergiannya
09:15 Tidak akan pernah ada manusia yang siap ditinggalkan
16:32 Rasa takut saat menyaksikan yang berhubungan dengan momen kepergian suami
17:15 Masa down dan ngerop sampai harus didampingi profesional
25:50 Harus kuat demi anak, apakah benar menguatkan?
30:10 Pentingnya kehadiran ayah untuk menguatkan mental si Kecil
38:00 Apa saja bantuan yang dibutuhkan seseorang yang berduka?
43:17 Bimo selalu bilang "I love you" apapun kondisinya
Haruskah punya anak setalah menikah?
Atau sebenarnya masih ada cara lain untuk meraih kebahagiaan sebagai keluarga?
Di era takut menikah seperti sekarang, penting rasanya untuk mengingat lagi makna keluarga yang akan dibangun, dan seperti apa perjalanannya nanti.
Bersama bu Rani dari Innerwork Indonesia serta penulis trilogi "Untuk Apa Menikah?", "Untuk Apa Bertahan?" dan "Untuk Apa Keluarga?" Parents diajak memaknai ulang pilihan yang telah atau akan diambil.ย
Timestamp:
00:00 Opening
03:45 Gimana boomers memandang pernikahan dan keluarga
07:12 Orang tua harus sadar kalau gak selalu tau yang terbaik buat anak
11:45 Gak ada yang benar-benar siap, tapi semua bisa dipersiapkan.
19:10 Anak perempuan harus punya rencana hidup
26:25 Conscious marriage dan conscious parenting
38:50 Gen Z bukan takut menikah
48:35 Alasan kenapa bisa terlalu sedih akan hal kecil
53:32 Pernikahan harusnya memberi ruang aman untuk self-expansion
Resolusi tahun baru cuma bertahan 1 bulan?!Atau, malah udah gak berani punya resolusi dan mimpi buat diri sendiri karena udah jadi orang tua?
Episode kali ini, Dea Rizkita bercerita banyak soal perjalanannya kembali jatuh cinta dengan berkarya sampai akhirnya bisa living her dream.
Timestamp:
00:00 Opening
03:43 Bikin vision board mulai darimana?
05:11 Merasa jadi korban ketika gagal mencapai mimpi
10:51 Refleksi winning and lowest moment13:00 Pingin jadi seperti Nucha Bachri
19:20 Contoh breakdown vision board
34:00 Habis punya anak, gak mikirin diri sendiri lagi
Menikah bukan soal siapa cepat, tapi perlu memilih yang tepat.Usia muda atau usia matang, semuanya bisa asalkan sudah dipersiapkan dengan baik.
Untuk yang berencana menikah di tahun 2026 ini, coba simak kompilasi dari 3 episode persiapan nikah dari #curhatbabu!
Timestamp:
00:00 Opening
01:00 Philip Mulyana "Mulai Dari Nol"
06:45 Ligwina Hananto "25 Tahun Menikah, Resepnya Apa?"
12:14 Afutami - Memilih Pasangan dan Core Valuenya
Buat Parents yang pernah diajak mulai dari nol, dan selama 2025 masih kesulitan untuk set-boundaries soal keuangan sama orang tua, episode kompilasi ini cocok untuk ditonton biar punya keuangan yang lebih sehat di 2026!Kalo buat yang mau nikah, ada juga tips keuangan dari teh Ica tentang apa aja yang harus dibahas sebelum nikah.00:00 Opening00:45 Meilinda Sutanto05:00 Annisa Steviani09:24 Phillip Mulyana
2025 tahun yang berat dan banyak yang dilepaskan.Dalam episode ini, kita diajak untuk menyimak apa saja yang mungkin tanpa kita sadari sudah dilepaskan selaa 2025. Bentuknya tidak hanya orang maupun barang.. tapi bisa jadi ekspektasi pada diri sendiri.Timestamp:00:00 Opening03:20 Melepaskan attachment dengan traveling sendirian08:25 Melepaskan keinginan mengontrol segala hal di hidup kita15:25 Melepaskan partnership dan ekspektasi yang udah gak sejalan27:10 Melepas anak kecil menuju fase pra-remaja35:05 do it tired but still do it anyway
From the publisher's feed

3 Listeners