
Sign up to save your podcasts
Or


"Nggak apa-apa kalau prosesmu beda dari orang lain."
Di episode Curiosity Lab kali ini, Agung mengajak kamu untuk membedah sebuah perasaan yang sering kita simpan sendiri: rasa tertinggal di usia 25-30 tahun. Mengapa kita merasa begitu sesak saat melihat pencapaian orang lain? Mengapa pertanyaan dari keluarga di rumah terasa seperti "vionol" atau luka yang sangat dalam?
Kita tidak hanya akan bicara dari hati ke hati, tapi juga membedah fenomena ini secara ilmiah. Dari mulai cara kerja otak hingga teori sosiologi yang menjelaskan mengapa dunia terkadang terasa begitu jahat bagi mereka yang sedang merintis dari bawah.
Episode ini didedikasikan untuk kamu yang sedang lelah, yang sedang ditekan pertanyaan "kapan", dan yang sedang berjuang memantaskan diri. Tarik napas, kamu tidak tertinggal. Kamu hanya punya jam tangan yang berbeda.
Pernah nggak sih, kamu merasa jadi orang paling pengecut hanya karena nggak berani bilang "aku suka kamu" ke seseorang?
Malam ini di Curiosity Lab, gue Agung ingin menemani kamu yang lagi duduk sendirian di pojok kamar, mungkin sambil menahan sesak atau baru saja menyeka air mata. Episode kali ini bukan tentang cara mendapatkan dia, tapi tentang merayakan keberanian kamu yang tetap bertahan meskipun mencintai dalam diam itu rasanya luar biasa melelahkan.
Kalau kamu merasa sedih karena hanya bisa melihatnya dari kejauhan, dengerin ini sebentar. Hapus air matanya, karena jujur... kok kita sama? Gue juga punya rahasia yang sama besarnya dengan kamu.
Di episode ini, kita belajar bahwa nggak semua perasaan harus menemukan telinga pendengarnya. Kadang, ada cinta yang memang hanya tumbuh subur di dalam doa-doa yang kita bisikkan ke langit.
Mari bersandar sejenak, kita curhat, kita belajar, dan kita peluk luka ini bareng-bareng. Kamu nggak sendirian dalam keheninganmu.
Dengerin sampai habis, dan temukan jawaban kenapa mencintai dalam diam mungkin adalah bentuk kasih sayang yang paling tulus.
Pernah nggak sih, kamu merasa punya banyak hal untuk diomongin, tapi akhirnya milih buat diam karena takut nggak ada yang paham? Di episode kali ini, Agung bakal nemenin kamu ngebahas tentang beratnya beban yang kita simpan sendirian.
Curiosity Lab hadir sebagai teman belajar dan tempat curhat buat kamu yang lagi ngerasa asing sama diri sendiri. Mari sejenak melepas topeng "aku nggak apa-apa" dan belajar untuk lebih jujur sama perasaan kita. Tarik napas dalam-dalam, kamu nggak sendirian malam ini.
Di usia 25, banyak orang merasa bingung: apakah sudah cukup sukses, sudah berada di jalur yang benar, atau justru tertinggal dari teman-teman sebaya? Dalam episode Curiosity Lab kali ini, Agung akan mengajak kamu menyelami makna usia 25 sebagai fase transisi: penuh tekanan sosial, tapi juga sarat dengan kesempatan besar.
Dengarkan obrolan reflektif ini untuk menemukan perspektif baru tentang bagaimana menjalani usia seperempat abad dengan lebih tenang, penuh kesadaran, dan percaya pada perjalanan diri sendiri.
Jakarta, kota metropolitan yang gemerlap, memukau mata dengan arsitektur megahnya. Bagi seorang anak daerah, ini adalah dunia baru yang menakjubkan. Di siniarku kali ini, aku akan mengajakmu merasakan pengalaman pertamaku menginjakkan kaki di ibu kota. Kita akan menjelajah sudut-sudut kota, naik MRT Jakarta yang modern, merasakan denyut nadi kota di TransJakarta, dan berjalan kaki di Bundaran HI yang ikonik. Ikuti perjalanan spontan ini, tanpa skrip, penuh kejutan, dan tentunya, cerita yang jujur.
Dan mungkin aku juga mau mohon maaf untuk kesekian kalinya karena aku rekam ini tanpa skrip, jadi kalau ada sedikit kata yang tidak jelas dan filler yg terlalu mengganggu mohon untuk di beri masukan dikolom komentar ya😊
From the publisher's feed