Pembawa Renungan : RP. John Laba, SDB
Timor Leste
Mat. 15:21-28
Lectio:
Pada suatu hari Yesus menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan:
Merindukan Kerahiman Allah
Ada seorang pemuda yang mendatangiku di pastoran. Ia meminta waktu untuk berbicara sebentar denganku. Ia mengaku sudah beberapa tahun belakangan ini tidak ke gereja dan menerima sakramen-sakramen tertentu seperti Ekaristi dan Tobat. Namun belakangan ini ia memiliki kerinduan yang besar untuk mengaku dosa supaya layak menerima Komuni Kudus. Saya mengatakan kepadanya untuk menyiapkan batinnya dan kapan saja ia boleh datang untuk mengaku dosa. Pada hari berikutnya ia datang dan mengatakan kepadaku kesediaanya untuk mengakui dosa-dosanya. Pemuda ini mengaku dosa dengan baik dan berniat untuk menjadi pengikut Kristus yang baik. Ia benar-benar berubah karena setelah perjumpaan itu saya melihatnya rajin ke gereja dan aktif dalam sebuah kelompok kategorial di paroki.
Pengalaman pribadi pemuda ini menjadi pengalaman banyak di antara kita. Mungkin saja ada orang yang cukup lama menutup hatinya kepada Tuhan seperti pemuda ini. Namun ada juga kesempatan di mana orang rindu untuk mendekati Tuhan supaya merasakan kasih dan kerahiman-Nya. Ada kesempatan di mana orang merindukan keselamatan yang datang dari Tuhan.
Pada hari ini kita mendengar kisah Yesus di dalam Injil Matius. Ia berkeliling dan berbuat baik dengan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Kedua daerah ini berjarak 50 mil sebelah utara Israel (saat ini termasuk negara Libanon). Pada masa itu kedua daerah ini dianggap terletak di luar komunitas Yahudi. Orang-orang yang menghuni kedua daerah ini disebut orang asing atau kafir dan berada di luar keselamatan. Dikisahkan bahwa ada seorang wanita Kanaan keluar dari daerahnya, menuju kepada Yesus sambil berseru memohon kerahiman-Nya. Ia percaya bahwa meskipun dia adalah orang asing bahkan dianggap orang kafir namun Tuhan Yesus akan memberi yang terbaik yang sedang dibutuhkan keluarganya. Ia berkata: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud. Anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” (Mat 15: 22).
Tuhan Yesus sama sekali tidak menjawabi wanita itu. Namun wanita itu malah mendekat dan menyembah sambil berkata lagi: “Tuhan tolonglah aku!” (Mat 15:25). Tuhan Yesus sudah mengetahui imannya namun mencobainya dengan berkata: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” (Mat 15:26). Bagi kebanyakan orang saat itu, anjing selalu menjadi simbol hewan yang kotor. Ada yang menyamakannya dengan orang-orang di luar komunitas Yahudi yang tidak akan mendapat keselamatan. Wanita itu tetap pada imannya kepada Yesus dan berkata: “Benar, Tuhan, tetapi anjing-anjing pun makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” (Mat 15:27). Tuhan Yesus melihat betapa besar iman wanita itu kepada-Nya maka apa yang dikehendaki wanita itu pun terkabul. Anaknya menjadi sembuh.
Apa yang hendak Tuhan sampaikan kepada kita?
Pertama, Tuhan Yesus menunjukkan kerahiman Allah kepada semua orang.