Sesi ngobrol bersama de Olin itu salah satunya saat dia bertanya, "Mi, kenapa kita harus membaca Al-Qur'an?" Karena de Olin orangnya suka berfikir, saya coba ajak dia memahami kebutuhannya akan Al Qur'an. Menceritakan keutamaan membaca Al Qur'an tanpa harus mengatakan, "Ade itu butuh Al Qur'an." Membuatnya berpikir sendiri, "Oh iya ya Mi, De Olin butuh membaca Al Qur'an." . Saat kita butuh, kita akan berusaha memenuhi kebutuhan itu. Menghindari excuse da butuh, apapun rintangannya akan dihalau karena kita tahu harus memenuhi kebutuhan itu. Membangkitkan keyakinan kalau kita butuh Al Qur'an membuat kita semangat membaca Al Qur'an. Membaca Al Qur'an pun tak lagi sekedar melafal tanpa makna, tapi ada kenikmatan tersendiri saat kita berinteraksi dengannya. Ada bahagia yang tidak terkira, tak lagi merasa berat, tak ada alasan untuk tidak berinteraksi dengannya. Orang yang senantiasa berinteraksi dengan Al Qur'an, yang berinteraksi dengan benar bersama Al Qur'an nggak mungkin bilang, "Aku sibuk banget. Jadi nggak sempat baca Al Qur'an." Atau, "Aku cape, jadi nggak sempat baca Al Qur'an." Apalagi bilang enggan baca Al Qur'an.. Karena hati yang terpaut dengan Al Qur'an tak pernah punya alasan untuk jauh dari Al Qur'an dengan alasan apapun.