
Sign up to save your podcasts
Or


(Taiwan, ROC) --- Apakah Anda pernah membayangkan menjalin asmara tanpa pernah bertemu secara langsung? "Dexting" adalah bentuk hubungan asmara baru yang menggambarkan cara berhubungan cinta seperti ini, hanya berkomunikasi secara daring tanpa pernah bertemu dalam kehidupan nyata.
Fenomena yang muncul setelah merebaknya penggunaan aplikasi kencan ini, kini mulai banyak diperbincangkan banyak orang. Namun, apa sebenarnya "Dexting"? Dan tipe orang seperti apa yang memilih menerapkan "Dexting"?
Apa Itu Dexting?
Dexting merupakan gabungan dari kata "Dating" dan "Text", yang merujuk pada hubungan asmara yang hanya terjalin melalui pesan teks dan tidak pernah bertemu secara langsung.
Amanda Bradford, pendiri aplikasi kencan "The League", menciptakan istilah ini setelah menyadari bahwa banyak orang terperangkap dalam rutinitas mengobrol berjam-jam melalui ponsel, berbagi kisah sehari-hari dan saling peduli, tetapi mereka tidak pernah bertemu.
Sebenarnya, kita mungkin semua pernah mengalami sesuatu yang mirip dengan "Dexting".
Kita seringkali berbicara panjang lebar dengan seseorang di internet tetapi tidak kunjung bertemu. Hari-hari berlalu menjadi beberapa minggu, beberapa minggu menjadi beberapa bulan. Anda terus berkomunikasi dengan orang tersebut yang memiliki tempat khusus di hati Anda melalui pesan teks, tetapi pertemuan tatap muka tidak pernah terjadi.
Jenis Orang Apa yang Memilih Dexting?
Mungkin bagi mereka yang terbiasa dengan pertemuan fisik, Dexting tampak tidak nyata dan sulit untuk dibayangkan. Karena kebanyakan orang masih mengharapkan pertemuan tatap muka, merasakan kehangatan tubuh pasangannya, dan melihat keaslian dari diri pasangannya.
Jadi, orang seperti apa yang memilih untuk memulai hubungan Dexting?
Mari kita renungkan pengalaman saat menggunakan aplikasi kencan. Bagi yang pernah menggunakan aplikasi kencan, pasti tahu betapa sulitnya menemukan pasangan yang tepat.
Mungkin setelah bersusah payah berdandan, Anda menemukan bahwa pasangan Anda berbeda dari deskripsi dirinya di aplikasi kencan. Sehingga Anda mulai menyesal telah berdandan dan memikirkan cara untuk mengakhiri kencan tersebut.
Atau mungkin Anda ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi pasangan Anda, sehingga Anda merasakan sakitnya ditinggalkan tiba-tiba atau yang disebut Ghosting, di mana pasangan Anda menghilang tanpa kabar di aplikasi kencan.
Dalam keadaan Dexting, Anda tidak perlu menunjukkan diri Anda yang sebenarnya dan tidak perlu mengalami lagi proses memulai hubungan dari awal, membuka diri sepenuhnya, menunjukkan kelemahan, keluarga, dan semua detail kehidupan Anda kepada orang lain.
Anda hanya perlu memilih untuk menampilkan hal-hal indah yang ingin Anda tunjukkan, sambil mendapatkan hubungan yang “mirip” dengan asmara.
Penelitian oleh psikolog Pinar Tosun dan Timo Lajunen menunjukkan bahwa komunikasi hanya melalui teks tanpa tatap muka ternyata dapat membantu seseorang mengungkapkan pikiran mereka dengan lebih baik.
Dengan demikian, dalam beberapa hal, memilih Dexting bahkan dapat membuat Anda merasa lebih aman. Jika Anda tidak menunjukkan diri Anda dengan cara yang sebenarnya, kemungkinan ditolak mungkin akan berkurang.
Jika Anda ditolak, Anda dapat menghibur diri dengan berpikir bahwa yang ditolak adalah versi diri Anda yang Anda ciptakan, bukan Anda yang sebenarnya, sehingga dampak sakit hati berkurang.
Dan jika kedua belah pihak bisa mempertahankan harapan mereka terhadap Dexting, hubungan ini mungkin lebih stabil, dan Anda mendapatkan seseorang yang dapat Anda andalkan kapan saja.
Jadi, orang-orang yang tidak ingin menghancurkan imajinasi sempurna mereka, mungkin memilih Dexting dengan niat melindungi diri sendiri. Mereka tidak ingin disakiti oleh seseorang yang belum pernah mereka temui, sehingga mereka sengaja menghindari topik pertemuan dan melanjutkan hubungan Dexting.
Jika pasangan tersebut pergi, mereka bahkan bisa menghibur diri dengan berpikir bahwa yang hilang hanyalah kesenangan mengetik.
Sisi Berbeda dari Asmara di Era Modern
Meskipun Dexting bisa memenuhi kebutuhan akan teman dan kebersamaan, tetapi hal itu bisa menghambat Anda untuk membangun hubungan yang lebih intim dalam kehidupan nyata. Potensi kencan yang mungkin seharusnya bisa Anda temui di dunia nyata malah terabaikan.
Selain itu, apakah seseorang yang kita tidak yakin tersebut, benar-benar ada? Atau apakah foto di profil benar-benar asli, dan layak untuk kita investasikan baik secara waktu maupun perasaan?
Meskipun mengirim pesan bisa menjadi cara untuk memulai atau mengembangkan hubungan, tetapi apakah itu benar-benar bisa menjadi satu-satunya dasar untuk sebuah hubungan?
Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin perlu kita pertimbangkan sebelum memutuskan untuk terjun ke dalam hubungan Dexting.
Sebenarnya, bukan hanya Dexting yang mencerminkan perubahan perihal asmara di era modern. Berita tentang gangguan pada aplikasi kencan yang menyebabkan kecemasan bagi para penggunanya, juga mencuat dan menarik perhatian.
Pada tanggal 27 Agustus 2023, sebuah aplikasi kencan bernama CMB (Coffee Meets Bagel) yang mengklaim "dibuat khusus untuk mereka yang serius tentang kencan" mengalami gangguan sistem dan layanan dihentikan selama beberapa hari.
Selama periode tersebut, banyak pengguna yang khawatir tentang hubungan yang baru mereka mulai. Seorang pengguna di Reddit menulis, "Sebenarnya, saya memiliki kencan malam ini, dan sekarang saya berakhir dengan minum sendirian."
Seorang pengguna Reddit lainnya mengatakan bahwa dia dan kencannya telah berencana untuk bertemu sebelum CMB mengalami gangguan. Agar bisa bertemu dengan sukses, dia harus mencoba mencari tahu tentang kencannya di LinkedIn. Namun, tindakan tersebut malah membuatnya merasa seperti seorang penguntit.
Dari kemunculan Dexting hingga reaksi orang-orang ketika kehilangan aplikasi kencan, mungkin kita perlu merenungkan: ketika cinta direduksi menjadi sekadar geser kiri atau geser kanan, apakah masalah-masalah yang ada dalam cinta terpecahkan dengan kemudahan yang ada, atau malah menimbulkan kebingungan lain?
Adakah hubungan erat antara cinta modern dan aplikasi kencan mengindikasikan bahwa kita perlu menilai kembali hakikat cinta di era modern, untuk memastikan bahwa kita masih memiliki kemampuan untuk benar-benar terkoneksi dan mencintai orang lain?
Mungkin dalam waktu singkat, kita tidak dapat menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, tetapi proses pemahaman ini memberi kita kesempatan untuk merenung lebih dalam tentang harapan kita terhadap hubungan asmara.
Menghadapi keragaman dan kompleksitas cinta di zaman modern, mungkin kita perlu bertanya pada diri sendiri, apa sebenarnya yang kita inginkan dari cinta? Dan mengevaluasi ulang kebutuhan serta nilai-nilai kita.
Tidak peduli apa jawaban Anda, apakah pasangan Anda merespons keinginan Anda atau tidak, percayalah bahwa dengan percakapan yang tulus dan terbuka dengan diri sendiri, Anda telah membangun hubungan yang lebih bermakna untuk diri Anda sendiri.
By Yunus Hendry, Aditya Nugraha, Cindy, Linda, Rti(Taiwan, ROC) --- Apakah Anda pernah membayangkan menjalin asmara tanpa pernah bertemu secara langsung? "Dexting" adalah bentuk hubungan asmara baru yang menggambarkan cara berhubungan cinta seperti ini, hanya berkomunikasi secara daring tanpa pernah bertemu dalam kehidupan nyata.
Fenomena yang muncul setelah merebaknya penggunaan aplikasi kencan ini, kini mulai banyak diperbincangkan banyak orang. Namun, apa sebenarnya "Dexting"? Dan tipe orang seperti apa yang memilih menerapkan "Dexting"?
Apa Itu Dexting?
Dexting merupakan gabungan dari kata "Dating" dan "Text", yang merujuk pada hubungan asmara yang hanya terjalin melalui pesan teks dan tidak pernah bertemu secara langsung.
Amanda Bradford, pendiri aplikasi kencan "The League", menciptakan istilah ini setelah menyadari bahwa banyak orang terperangkap dalam rutinitas mengobrol berjam-jam melalui ponsel, berbagi kisah sehari-hari dan saling peduli, tetapi mereka tidak pernah bertemu.
Sebenarnya, kita mungkin semua pernah mengalami sesuatu yang mirip dengan "Dexting".
Kita seringkali berbicara panjang lebar dengan seseorang di internet tetapi tidak kunjung bertemu. Hari-hari berlalu menjadi beberapa minggu, beberapa minggu menjadi beberapa bulan. Anda terus berkomunikasi dengan orang tersebut yang memiliki tempat khusus di hati Anda melalui pesan teks, tetapi pertemuan tatap muka tidak pernah terjadi.
Jenis Orang Apa yang Memilih Dexting?
Mungkin bagi mereka yang terbiasa dengan pertemuan fisik, Dexting tampak tidak nyata dan sulit untuk dibayangkan. Karena kebanyakan orang masih mengharapkan pertemuan tatap muka, merasakan kehangatan tubuh pasangannya, dan melihat keaslian dari diri pasangannya.
Jadi, orang seperti apa yang memilih untuk memulai hubungan Dexting?
Mari kita renungkan pengalaman saat menggunakan aplikasi kencan. Bagi yang pernah menggunakan aplikasi kencan, pasti tahu betapa sulitnya menemukan pasangan yang tepat.
Mungkin setelah bersusah payah berdandan, Anda menemukan bahwa pasangan Anda berbeda dari deskripsi dirinya di aplikasi kencan. Sehingga Anda mulai menyesal telah berdandan dan memikirkan cara untuk mengakhiri kencan tersebut.
Atau mungkin Anda ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi pasangan Anda, sehingga Anda merasakan sakitnya ditinggalkan tiba-tiba atau yang disebut Ghosting, di mana pasangan Anda menghilang tanpa kabar di aplikasi kencan.
Dalam keadaan Dexting, Anda tidak perlu menunjukkan diri Anda yang sebenarnya dan tidak perlu mengalami lagi proses memulai hubungan dari awal, membuka diri sepenuhnya, menunjukkan kelemahan, keluarga, dan semua detail kehidupan Anda kepada orang lain.
Anda hanya perlu memilih untuk menampilkan hal-hal indah yang ingin Anda tunjukkan, sambil mendapatkan hubungan yang “mirip” dengan asmara.
Penelitian oleh psikolog Pinar Tosun dan Timo Lajunen menunjukkan bahwa komunikasi hanya melalui teks tanpa tatap muka ternyata dapat membantu seseorang mengungkapkan pikiran mereka dengan lebih baik.
Dengan demikian, dalam beberapa hal, memilih Dexting bahkan dapat membuat Anda merasa lebih aman. Jika Anda tidak menunjukkan diri Anda dengan cara yang sebenarnya, kemungkinan ditolak mungkin akan berkurang.
Jika Anda ditolak, Anda dapat menghibur diri dengan berpikir bahwa yang ditolak adalah versi diri Anda yang Anda ciptakan, bukan Anda yang sebenarnya, sehingga dampak sakit hati berkurang.
Dan jika kedua belah pihak bisa mempertahankan harapan mereka terhadap Dexting, hubungan ini mungkin lebih stabil, dan Anda mendapatkan seseorang yang dapat Anda andalkan kapan saja.
Jadi, orang-orang yang tidak ingin menghancurkan imajinasi sempurna mereka, mungkin memilih Dexting dengan niat melindungi diri sendiri. Mereka tidak ingin disakiti oleh seseorang yang belum pernah mereka temui, sehingga mereka sengaja menghindari topik pertemuan dan melanjutkan hubungan Dexting.
Jika pasangan tersebut pergi, mereka bahkan bisa menghibur diri dengan berpikir bahwa yang hilang hanyalah kesenangan mengetik.
Sisi Berbeda dari Asmara di Era Modern
Meskipun Dexting bisa memenuhi kebutuhan akan teman dan kebersamaan, tetapi hal itu bisa menghambat Anda untuk membangun hubungan yang lebih intim dalam kehidupan nyata. Potensi kencan yang mungkin seharusnya bisa Anda temui di dunia nyata malah terabaikan.
Selain itu, apakah seseorang yang kita tidak yakin tersebut, benar-benar ada? Atau apakah foto di profil benar-benar asli, dan layak untuk kita investasikan baik secara waktu maupun perasaan?
Meskipun mengirim pesan bisa menjadi cara untuk memulai atau mengembangkan hubungan, tetapi apakah itu benar-benar bisa menjadi satu-satunya dasar untuk sebuah hubungan?
Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin perlu kita pertimbangkan sebelum memutuskan untuk terjun ke dalam hubungan Dexting.
Sebenarnya, bukan hanya Dexting yang mencerminkan perubahan perihal asmara di era modern. Berita tentang gangguan pada aplikasi kencan yang menyebabkan kecemasan bagi para penggunanya, juga mencuat dan menarik perhatian.
Pada tanggal 27 Agustus 2023, sebuah aplikasi kencan bernama CMB (Coffee Meets Bagel) yang mengklaim "dibuat khusus untuk mereka yang serius tentang kencan" mengalami gangguan sistem dan layanan dihentikan selama beberapa hari.
Selama periode tersebut, banyak pengguna yang khawatir tentang hubungan yang baru mereka mulai. Seorang pengguna di Reddit menulis, "Sebenarnya, saya memiliki kencan malam ini, dan sekarang saya berakhir dengan minum sendirian."
Seorang pengguna Reddit lainnya mengatakan bahwa dia dan kencannya telah berencana untuk bertemu sebelum CMB mengalami gangguan. Agar bisa bertemu dengan sukses, dia harus mencoba mencari tahu tentang kencannya di LinkedIn. Namun, tindakan tersebut malah membuatnya merasa seperti seorang penguntit.
Dari kemunculan Dexting hingga reaksi orang-orang ketika kehilangan aplikasi kencan, mungkin kita perlu merenungkan: ketika cinta direduksi menjadi sekadar geser kiri atau geser kanan, apakah masalah-masalah yang ada dalam cinta terpecahkan dengan kemudahan yang ada, atau malah menimbulkan kebingungan lain?
Adakah hubungan erat antara cinta modern dan aplikasi kencan mengindikasikan bahwa kita perlu menilai kembali hakikat cinta di era modern, untuk memastikan bahwa kita masih memiliki kemampuan untuk benar-benar terkoneksi dan mencintai orang lain?
Mungkin dalam waktu singkat, kita tidak dapat menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, tetapi proses pemahaman ini memberi kita kesempatan untuk merenung lebih dalam tentang harapan kita terhadap hubungan asmara.
Menghadapi keragaman dan kompleksitas cinta di zaman modern, mungkin kita perlu bertanya pada diri sendiri, apa sebenarnya yang kita inginkan dari cinta? Dan mengevaluasi ulang kebutuhan serta nilai-nilai kita.
Tidak peduli apa jawaban Anda, apakah pasangan Anda merespons keinginan Anda atau tidak, percayalah bahwa dengan percakapan yang tulus dan terbuka dengan diri sendiri, Anda telah membangun hubungan yang lebih bermakna untuk diri Anda sendiri.