Truth Daily Enlightenment

Di Sana, Ada Tuhan


Listen Later

Kita percaya bahwa neraka itu ada, dan surga itu ada. Tetapi seberapa dalam sebenarnya kita memercayai realitas itu? Faktanya, banyak orang mengatakan “percaya Allah itu ada, neraka itu ada, surga itu ada,” tetapi tidak menunjukkan kepercayaan itu. Hal itu nampak dalam dua ciri antara lain: yang pertama, kegentarannya terhadap Tuhan dan realitas neraka. Yang kedua, tidak menunjukkan keinginannya untuk datang dan masuk surga. Kita tidak harus mendapatkan pengelihatan tentang surga atau neraka baru takut akan Allah. Tidak harus mengalami kematian lalu bangkit, dan di dalam pengalaman alam maut melihat alam neraka, baru takut akan Allah dan takut masuk neraka. Mestinya, kalau kita benar-benar memercayai Allah, kita meyakini memang ada neraka, kita memiliki langkah-langkah konkret untuk terhindar dari neraka tersebut. Langkah itu harus kita lakukan sejak dini dan setiap saat, karena kita tidak tahu kapan kita meninggal dunia.
Kalau kita yakin ada surga, kita sudah harus melangkah sejak kita hidup sekarang ini menuju surga itu. Jadi, kita sudah memindahkan hati kita ke surga, seperti yang dikatakan Tuhan Yesus di Matius 6:21, “di mana ada hartamu, di situ hatimu berada.” Mestinya kita sudah memindahkannya, dan geliat hidup kita tampak bahwa kita sedang menuju Kerajaan Surga itu. Kalau seandainya seseorang melihat neraka hari ini, maka dia akan bersedia melakukan apa pun demi supaya terhindar dari neraka itu. Kalau orang melihat neraka, dia akan berusaha untuk terhindar dari api kekal itu. Dia akan rela berbuat apa pun demi tidak masuk neraka.
Kalau seseorang hari ini melihat keindahan dan kemuliaan surga, maka ia akan berusaha, rela mempertaruhkan apa pun yang dia miliki, demi bisa masuk Kerajaan Surga itu. Tetapi, faktanya banyak orang yang sebenarnya tidak memercayai mulut atau perkataan Allah. Karena tidak atau kurang memercayai, maka orang tidak berusaha untuk hidup suci, meninggalkan percintaan dunia. Tidak ada usaha yang proporsional untuk terhindar dari api neraka. Jelas, di surga tidak ada sesuatu yang najis seperti yang firman Tuhan katakan dalam Kitab Wahyu bahwa Kerajaan Allah atau kota yang kudus itu hanya dihuni oleh orang-orang saleh. Wahyu 21:8 mengatakan, “orang-orang penakut—ini pasti orang yang tidak memercayai Allah hidup dan hadir—orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah berhala, dan pendusta, akan mendapat bagian mereka dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang.”  Yang dikatakan Alkitab “inilah kematian yang kedua.” Kita harus menghidupkan atau membangkitkan keyakinan itu secara benar dalam hidup kita, agar memiliki kegentaran yang benar dan yang patut kepada Allah, yang di dalamnya termuat kegentaran kita terpisah dari hadirat Allah. Juga ada kegentaran masuk neraka, sehingga kita benar-benar mau hidup seturut dengan kehendak Allah.
Tentu saja kalau kita mau hidup berkenan di hadapan Allah, menyukakan hati Allah, berusaha untuk hidup tidak bercacat dan tidak bercela, serta meninggalkan percintaan dunia, dasarnya bukan karena kita takut masuk neraka. Mestinya, dasarnya karena kita mengasihi Allah, kita memang mau menyukakan hati Allah. Dasarnya memang begitulah seharusnya makhluk ciptaan, dan kita, anak-anak Allah harus menjalani hidup. Walaupun demikian, realitas neraka harus menjadi bagian dari pertimbangan kita. Realitas surga juga menjadi pertimbangan bagi kita.
Kalau kita mau masuk surga, sebenarnya masalahnya bukan terletak pada keindahan surga itu sendiri, melainkan karena di sana ada Tuhan yang kita cintai dan mencintai kita. Bagi kita, keindahan surga bukan terletak pada kegemerlapannya, bukan karena bentuk fisik atau keadaan fisiknya, melainkan karena ada Tuhan yang menjadi Kekasih kita. Suasana dalam persekutuan dengan Tuhan itulah yang kita rindukan. Bukan karena di surga jalannya terbuat dari emas, ada bunga-bunga yang mekar, indah, dan wangi, serta segala keindahan lainnya.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings