
Sign up to save your podcasts
Or


“Ada manusia yang datang dengan hati yang tepat, tetapi pada musim yang salah.”
Batas bukan tembok untuk menjauhkan semua orang. Batas adalah pintu yang mengajarkan orang lain bagaimana cara memperlakukan kita.
Kita sering mengajarkan orang lain untuk menyayangi dirinya, sementara diri sendiri masih kita perlakukan seperti musuh.
“Tidak dipilih bukan berarti tidak layak dicintai. Kadang, kita hanya sedang berdiri di depan pintu yang memang tidak pernah ditujukan untuk kita.”
Kadang kita bukan jatuh cinta karena seseorang mengatakan,
‘Aku mencintaimu.’
Kita jatuh cinta karena hal-hal kecil.
Setelah suara tepuk tangan itu perlahan menghilang...
Kita kembali sendirian dengan satu pertanyaan:
‘Sekarang, bagaimana caranya mempertahankan semua ini?’”
gak semua pertanyaan harus ada jawaban nya sekarang.
Peduli pada seseorang bukan lah sebuah kesalahan.
Kamu tidak harus selalu terlihat untuk bisa bertumbuh.
Kamu tidak harus selalu dipuji untuk terus melangkah.
Dan kamu tidak harus membuktikan apa pun kepada semua orang.
Bagaimana jika seseorang yang tepat datang di waktu yang salah?
Atau...
Bagaimana jika waktunya sudah tepat, tetapi orangnya ternyata bukan dia?
Lalu sebenarnya, yang salah itu siapa?
Waktunya?
Orangnya?
Atau ekspektasi kita sendiri?”
Kita terlalu sering menuntut diri sendiri untuk baik-baik saja.
Padahal hati juga punya batas.
Pikiran juga bisa penuh.
Dan jiwa juga perlu istirahat.
From the publisher's feed