Truth Daily Enlightenment

DINAIKAN KE TITIK IMAN YANG BENAR


Listen Later

Firman Tuhan dalam 1 Petrus 4:13 mengatakan, “Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.” Kita harus mengerti, kalau seseorang melayani Tuhan, ia sering merasa perjalanan hidupnya menjadi berat atau bahkan menjadi susah. Semua hamba Tuhan yang benar sudah melewati tahapan perjalanan pelayanan seperti itu. Tetapi pada akhirnya, yang tadinya terasa berat akan menjadi ringan dan kesusahan tidak lagi menjadi sesuatu yang menyakitkan. Kita harus belajar untuk tidak berhenti berjuang, sampai akhirnya kita tidak bisa berhenti berjuang. Akhirnya, kita sampai pada level di mana kita menerima bahwa dalam hidup ini kita tidak lagi memiliki kepentingan selain melayani Tuhan dengan menyenangkan hati Bapa, yaitu melakukan kehendak Bapa.
 
Kita tidak boleh berhenti melayani Tuhan; berhenti melayani berarti celaka. Kita harus selalu melihat adanya peluang bagaimana Injil yang murni diberitakan, bagaimana orang diubah. Itu harganya adalah segenap hidup kita. Dalam pelayanan, kita harus berusaha membuktikan bahwa apa yang kita ajarkan benar-benar sesuai dengan kebenaran Alkitab, dan akhirnya yang penting kita menjaga hidup untuk selalu berkenan di hadapan Allah. Kita tidak bisa menjanjikan apa-apa kepada teman-teman pelayanan selain suatu hari nanti bersama menikmati kehidupan di langit baru dan bumi yang baru, dan sekarang ini kita tidak dapat membuktikan mengenai hal itu. Tetapi kita tetap berusaha bagaimana dapat memperagakan kehidupan Yesus di dalam hidup ini melalui segala sesuatu yang kita lakukan.
 
Tidak mudah dalam waktu singkat kita membuktikan kemurnian motivasi kita melayani Allah. Tetapi kita harus berusaha untuk belajar semurni-murninya melayani Tuhan dengan berusaha mengubah diri menjadi seperti Yesus dan dapat menjadi role model bagi semua orang. Ini adalah bagian tersulit dalam kehidupan. Rasanya mustahil, tetapi kita tidak boleh menyerah. Menjadi kekuatan dan gairah hidup kita adalah kesadaran bahwa kita bisa mati di samping kayu salib Yesus dan itu adalah sebuah kehormatan. Mati di samping salib Yesus artinya menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Rasanya tidak sulit untuk meraih gelar doktor teologi daripada pada menyalibkan daging dengan segala hawa nafsunya; manusia lama kita.
 
Dalam kehidupan sebagai pengikut Kristus, kita tidak bisa menghindari kenyataan bahwa mengikut Yesus harus menderita. Bahkan, kadang-kadang kita bukan hanya harus menghadapi penderitaan, melainkan juga kebingungan. Hal ini sudah terjadi atau dialami oleh orang-orang Kristen abad mula-mula, yaitu ketika mereka menghadapi penganiayaan. Dalam keadaan teraniaya, seolah-olah Allah tidak sanggup menolong, Allah seakan-akan diam, membisu. Pada waktu mereka dikejar-kejar dan ditangkap, mereka tidak lolos dari sergapan tentara Roma, tidak ada yang membebaskan dari keadaan yang sangat mengerikan tersebut. Mereka pasti bingung. Namun mereka tetap percaya dan setia kepada Tuhan Yesus. Allah yang Mahabesar, Mahaagung, Mahamulia layak dipercayai sedemikian rupa, bahkan untuk hal yang paling tidak bisa kita mengerti. Kita bisa berpendirian atau berprinsip: Aku tidak mengerti, tetapi aku tetap percaya. Dalam hal ini kita belajar percaya kepada Allah. Pengalaman seperti ini juga dialami oleh Abraham.
 
Kalau hari ini kita tidak mengalami penderitaan seperti orang-orang Kristen abad mula-mula, kita bisa memikul penderitaan orang. Kita bisa membayar harga keselamatan jiwa orang lain dengan dengan kesucian hidup, kerja keras, dan kepedulian yang tulus. Dalam pergumulan yang tulus untuk melayani Tuhan, banyak kesulitan yang kita hadapi. Tuhan tidak membuat jalan hidup pelayanan kita mudah. Bahkan, kadang-kadang Tuhan seperti bersembunyi, tidak menolong kita dalam berbagai kesulitan. Seakan-akan Allah tidak peduli terhadap keadaan kita...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings