Orang percaya yang benar, setiap hari senantiasa berusaha bagaimana hidup dalam perkenanan Tuhan. Pikiran dan perasaannya selalu disiagakan untuk memperkarakan apakah tindakan-tindakannya, baik yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan benar-benar sesuai dengan kehendak Allah. Dengan demikian tidak ada saat di mana dirinya ada di dalam keadaan tidak berkenan di hadapan Tuhan. Setiap kali merasa ada sesuatu yang salah dalam dirinya, ia selalu melakukan pemberesan segera di hadapan Tuhan, saat itu juga secara langsung. Ini merupakan tugas yang harus ditunaikan di bumi sampai seseorang mencapai kesempurnaan atau keadaan berkenan di hadapan Tuhan.
Seseorang bisa langsung berdialog dengan Tuhan mengadakan pemberesan. Harus diingat bahwa perantara dan Jurusyafaat orang percaya di hadapan Allah Bapa hanya Tuhan Yesus. Untuk setiap sikap hati dan gerak pikiran yang salah, setiap saat seseorang dapat menyelesaikan atau melakukan pemberesan secara pribadi dengan Tuhan. Dalam hal ini harus dilakukan secara pribadi dengan Tuhan, sebab tidak seorang pun yang dapat memahami keadaan batin seseorang. Dalam keadaan siaga seseorang dapat selalu menyadari apakah dirinya di tempat yang benar di hadapan Allah atau tidak.
Mengapa ada orang Kristen yang tidak yakin bahwa mereka bisa hidup suci di bumi? Hal ini disebabkan karena mereka berpikir bahwa selama hidup di dunia seseorang tidak akan dapat mampu mencapai kesucian berhubung dengan kodrat dosa di dalam diri manusia. Menurut mereka, manusia yang berdosa dengan kodrat dosa adalah manusia yang penuh kelemahan dan kekurangan, telah terkunci dalam keadaan yang tidak bisa mencapai kesucian. Sampai kapanpun manusia memiliki kecenderungan dosa semata-mata; dalam istilah Latin oleh seorang teolog diistilahkan non posse non peccare. Dalam keberadaannya sebagai manusia yang telah memiliki kodrat dosa, menurut mereka tidak mungkin manusia bisa hidup dalam kesucian. Mereka lupa bahwa keselamatan dalam Yesus memungkinkan manusia mencapai kesucian yang dikehendaki oleh Tuhan.
Kehidupan Kristen bagi mereka adalah usaha untuk selalu mengaku dosa dan mohon penyucian dari Tuhan terus menerus sampai menutup mata. Itulah penyelesaiannya, tanpa usaha untuk mengubah diri supaya tidak berbuat dosa lagi. Biasanya pemikiran salah yang dijelaskan di atas dilandasi oleh pengertian bahwa manusia akan selalu berbuat dosa, sebab manusia penuh kelemahan dan kekurangan karena kodrat dosanya. Dosa menurut mereka adalah bagian hidup yang tidak akan terpisahkan sampai menutup mata.
Kesalahan di atas ini diteguhkan pula oleh kenyataan hampir tidak pernah ditemukan orang yang hidup dalam kesucian. Semua orang yang dijumpai dalam kehidupan di sekitarnya adalah orang-orang yang melukai, menyakiti dan melakukan berbagai pelanggaran. Ditambah lagi kalau dijumpai kenyataan ada rohaniwan (pendeta, pastor, majelis, aktivis gereja dan lain sebagainya) berbuat hal-hal yang melanggar moral, maka kesalahan pengertian bahwa tidak ada orang yang bisa hidup suci di bumi ini menjadi permanen atau sangat kuat sampai tidak bisa diubah.
Dalam Alkitab tidak pernah dituliskan bahwa kesucian hanya bisa terjadi atau dilakukan di surga. Sangatlah kurang ajar terhadap Tuhan kalau ada orang mengajarkan bahwa kesucian hanya dapat dicapai di surga. Itu adalah tindakan memalsukan Firman Tuhan. Dalam Alkitab jelas sekali perintah Tuhan untuk hidup suci selama di dunia. Kalau seseorang menyatakan bahwa tidak mungkin bisa hidup suci di dunia ini, maka ia menuduh dan menganggap Allah berdusta, sebab banyak ayat dalam Alkitab mengajarkan bahwa kita harus hidup suci. Selain itu juga menganggap Allah jahat, sebab memerintahkan manusia melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan atau di luar kemampuannya. Roh Kudus memimpin orang percaya menjadi sempurna seperti Bapa dan serupa dengan Yesus.