Kita seringkali menyebut orang-orang yang kita kenal bukan dengan nama tetapi dengan julukan. Dan tidak jarang julukan-julukan ini menunjuk pada fitur fisik, seperti si gendut, si kurus, si jangkung, dan sebagainya. Hal ini seperti sesuatu yang normal buat masyarakat kita. Mungkin niatnya memang untuk keakraban. Tetapi di jaman serba terbuka seperti sekarang ini, kita bisa melihat julukan atau bahkan ejekan yang menjurus ke body shaming banyak terjadi di media sosial. Sebenarnya fenomena apa yang sedang terjadi? Dan bagaimana cara menghadapi atau bahkan bagaimana supaya kita jangan menjadi pelaku body shaming? Di sesi ini kami berbincang bersama Neysa Valeria, narasumber psikologi kami untuk membahasnya lebih mendalam. Mari simak pebincangan kami.