
Sign up to save your podcasts
Or


Penggambaran ODGJ di film dan berita kadang menstigma, kadang juga meromantisir. Akibatnya, pemirsa sulit memilah kebenaran yang realistis mengenai gangguan jiwa. Padahal, isu kesehatan mental masih merupakan masalah besar bagi kita.
Self-diagnosis kini marak dilakukan di era Internet dan banyak bahayanya, tetapi bukan berarti teman-teman tidak boleh melakukan riset pribadi lho! Semua pengalaman kita tentu valid, dan kita berhak mencari tahu tentang diri kita sendiri. Namun, lakukanlah penelitian dengan kritis dan bijak, dan tindaklanjuti dengan cara mencari pertolongan ke tenaga kesehatan.
Bincang-bincang dengan Hetih Rusli dan dr. Agnes Lasmono, Sp.KJ mengenai pencegahan bunuh diri.
Gali informasi dari dr. Adiyana Esti dan dr. Deby Lusiana Adsit, pendamping korban perdagangan orang dari Unbound Indonesia, di mana ternyata banyak sekali momen tenaga medis tidak bisa mendeteksi korban perdagangan orang bahkan malah cenderung menyalahkan dan menstigma padahal banyak sekali korban TPPO yang seharusnya bisa ditelusuri lewat riwayat kunjungan mereka ke fasilitas layanan kesehatan.
Mencari jawaban apa sih child grooming? Kenapa bisa masuk dalam kekerasan seksual? Apa yang bisa orang tua lakukan untuk mencegah child grooming? Bagaimana hubungan child grooming dengan kesehatan reproduksi anak perempuan?
Diskusi sama sister Clara Emylia yang bakal bahas tentang hak perempuan untuk menikmati aktivitas seksual tanpa stigma.
Mengajar untuk teman2 Tuli tu beda lho! Ada hal2 yang perlu disesuaikan karena kebutuhan mereka berbeda, bahasa mereka berbeda. Jangan disamakan dengan mengajar ke masyarakat biasa.
Apalagi topik kespro yang banyak istilah2 medisnya. Apalagi tenaga medisnya belum bisa bahasa isyarat.
Emang apa sih bedanya? Trus gimana caranya menyusun materi yang efektif untuk teman Tuli? Gimana cara penyampaian yang nyaman dan mudah dipahami teman Tuli?
Kita belajar sama2 yuk dari ahlinya ahli dan dari teman Tuli.
Diskusi bersama tentang serba serbi RUU KIA yang masih menimbulkan pro kontra, dari perspektif gendernya, implikasi dan dampak besarnya bagi perempuan dan keluarga.
Sebagian masyarakat setuju dengan poin cuti melahirkan 6 bulan untuk ibu karena berpengaruh baik untuk kesehatan fisik dan mental ibu pasca melahirkan. Sementara sebagian lain tidak setuju karena cuti selama itu memberatkan perusahaan sehingga berpotensi membuat perempuan jadi kehilangan pekerjaan. Masih ada lagi polemik soal penambahan cuti ayah menjadi 40 hari.
Ngobrol dengan Bidan Tia, counselor dari Reprodutalk, tentang rumitnya masalah di balik angka kejadian stunting di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Brainstorming dengan bidan Betarani dari ReproduTalk tentang permasalahan kehamilan remaja di Palu. Ternyata berbeda dengan yang ada di benak kita, lebih rumit dari yang kita kira.
From the publisher's feed