dr. Raehanul Bahraen, Sp.PK

dr. Raehanul Bahraen, Sp.PK

By dr. Raehanul Bahraen, Sp.PKReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

dr. Raehanul Bahraen, Sp.PK episodes

  • MAKSUD DAN FUNGSI KHITBAH - Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK

    Seorang laki-laki muslim yang akan menikahi seorang muslimah, hendaklah ia meminang terlebih dahulu karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain. Dalam hal ini Islam melarang seorang laki-laki muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 


    نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيْعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَلاَ يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ، حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ.


     “Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya, dan melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya itu meninggalkannya atau mengizinkannya.”


    Referensi: https://almanhaj.or.id/3231-khitbah-p...

    1 min
  • WANITA MENIKAH HARUS DISKUSI DENGAN WALI - Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK

    Sudah banyak cerita wanita yang sangat negebet nikah denga laki-laki yang jelek akhlak dan agamanya, wanita tersebut sudah dikasi nasehat, sudah diberikan peringatan bahkan agak keras, tetapi masih kukuh ingin dinikahi laki-laki yang sudah menyihirnya dengan cinta dan kata-kata semu.


    Karenanya wanita menikah harus seizin walinya laki-laki yang lebih tenang dan cermat dalam memilih. Bapakanya bisa menilai siapa si laki-laki tersebut dan bisa melindungi putrinya.


    Bahkan pernikahan tidak sah tanpa wali.


    Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


    أَيُّمَا امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَإِنْ دَخَلَ بِهَا فَلَهَا الْمَهْرُ بِمَا اسْتَحَلَّ مِنْ فَرْجِهَا، فَإِنِ اشْتَجَرُوْا فَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهُ.


    “Siapa saja wanita yang menikah tanpa seizin walinya, maka nikahnya bathil (tidak sah), pernikahannya bathil, pernikahannya bathil. Jika seseorang menggaulinya, maka wanita itu berhak mendapatkan mahar dengan sebab menghalalkan kemaluannya. Jika mereka berselisih, maka sulthan (penguasa) adalah wali bagi wanita yang tidak mempunyai wali.” [5]


    Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


    لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِيٍّ


    “Tidak sah nikah melainkan dengan wali.”[6]


    Sekali lagi, wanita agar berhati-hati. Semoga wanita kaum muslimin mendapatkan suami yang shalih dan berakhlak mulia.

    3 min
  • Bahaya Memamerkan Kemesraan Suami Istri - Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK

    Bermesraan setelah menikah memang sesuatu yang dihalalkan. Tapi kita perlu ingat, tidak semua yang halal boleh ditampakkan dan dipamerkan di depan banyak orang.

    Ada beberapa pertimbangan yang akan membuat anda tidak lagi menyebarkan foto kemesraan di Medsos,

    Pertama, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar umatnya memiliki sifat malu. Bahkan beliau sebut, itu bagian dari konsekuensi iman.

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

    Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. Dan rasa malu salah satu cabang dari iman. (HR. Ahmad 9361, Muslim 161, dan yang lainnya).

    Dan bagian dari rasa malu adalah tidak menampakkan perbuatan yang tidak selayaknya dilakukan di depan umum.

    Kedua, islam juga mengajarkan agar seorang muslim menghindari khawarim al-muru’ah. Apa itu khawarim al-muru’ah? Itu adalah semua perbuatan yang bisa menjatuhkan martabat dan wibawa seseorang. Dia menjaga adab dan akhlak yang mulia.


    Ibnu Sholah mengatakan,

    أجمع جماهير أئمة الحديث والفقه على أنه يشترط فيمن يحتج بروايته أن يكون عدلاً ضابطاً لما يرويه .وتفصيله أن يكون : مسلماً بالغاً عاقلاً، سالماً من أسباب الفسق وخوارم المروءة

    Jumhur ulama hadis dan fiqh sepakat, orang yang riwayatnya boleh dijadikan hujjah disyaratkan harus orang yang adil dan kuat hafalan (penjagaan)-nya terhadap apa yang dia riwayatkan. Dan rinciannya, dia harus muslim, baligh, berakal sehat, dan bersih dari sebab-sebab karakter fasik dan yang menjatuhkan wibawanya. (Muqadimah Ibnu Sholah, hlm. 61).


    Dan bagian dari menjaga wibawa adalah tidak menampakkan foto kemesraan di depan umum.

    Syaikh Muhammad bin Ibrahim – Mufti resmi Saudi pertama – menyatakan tentang hukum mencium istri di depan umum,

    بعض الناس -والعياذ بالله- من سوء المعاشرة أنه قد يباشرها بالقبلة أمام الناس ونحو ذلك ، وهذا شيء لا يجوز

    Sebagian orang, bagian bentuk kurang baik dalam bergaul dengan istri, terkadang dia mencium istrinya di depan banyak orang atau semacamny. Dan ini tidak boleh. – kita berlindung kepada Allah dari dampak buruknya –. (Fatawa wa Rasail Muhammad bin Ibrahim, 10/209).


    An-Nawawi dalam kitab al-Minhaj menyebutkan beberapa perbuatan yang bisa menurunkan kehormatan dan wibawa manusia,

    وقبلة زوجة وأمة بحضرة الناس، وإكثار حكايات مضحكة

    Mencium istri atau budaknya di depan umum, atau banyak menyampaikan cerita yang memicu tawa pendengar. (al-Minhaj, hlm. 497).


    Ketiga, gambar semacam ini bisa memicu syahwat orang lain yang melihatnya. Terutama ketika terlihat bagian badan wanita, tangannya atau wajahnya.. lelaki jahat bisa memanfaatkannya untuk tindakan yang tidak benar.

    Dan memicu orang untuk berbuat maksiat, termasuk perbuatan maksiat.


    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

    Barangsiapa yang mengajak kepada sebuah kesesatan maka dia mendapatkan dosa  seperti dosa setiap orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HR. Ahmad 9160, Muslim 6980, dan yang lainnya).


    Bisa jadi anda menganggap itu hal biasa, tapi orang lain menjadikannya sebagai sumber dosa.

    Mencegah lebih baik dari pada mengobati…

    Allahu a’lam.

    Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)


    Read more https://konsultasisyariah.com/28247-h...

    3 min
  • Bagaimana Ikhtiar Wanita Untuk Menjemput Jodohnya - Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK

    BAGAIMANA IKHTIYAR WANITA MENJEMPUT JODOHNYA?

    Setiap kaidah fiqhiyah umumnya mempunyai pengecualian,  Memang hakikatnya wanita menunggu akan tetapi, ia tidak menunggu sebagaimana menunggunya periuk yang tertelungkup kemudian diterlentangkan. Pada umumnya akan datang tawaran kepada wanita, akan ada lak-laki yang mengutarakan keinginannya atau menyampaikan salam kepada orang tuanya.

    Akan tetapi hembusan kabar gembira itu datang pada saat-saat yang sangat diinginkan. Terkadang datang tawaran disaat ultimatum dari orang tua masih berlaku yaitu harus menyelesaikan studi. Terkadang jika sudah siap lahir-batin, riak-riak air segarpun tidak nampak, suara gemericik embun bahagiapun tidak terdengar.

    Ke manakah para ikhwan ini? Apa mereka mulai punah ?

    Maka tidak ada salahnya kita mencontoh bagaimana yang dilakukan oleh para salaf [pendahulu] yaitu kepada orang-orang shalih mencarikan kita yang sesuai dengan kita , sekufu dan setingkat dari berbagai sisi. Bisa juga minta kepada teman kerabat atau keluarga. Dan ini adalah hal biasa di kalangan para salaf, mereka mencarikan lelaki yang shalih untuk anak dan saudari perempuan mereka. Lihat bagaimana Umar bin Khattab rahdiallahu ‘anhu menawarkan dan mencarikan jodoh buat anaknya Hafshah rahdiallahu ‘anha,

    Imam Al-Bukhary rahimahullah berkata pada shahihnya “Bab: Seorang wanita menawarkan dirinya kepada seorang lelaki yang shalih”, .

    2 min
  • JANGAN ASAL SEMBARANG NADZOR AKHWAT, PERHATIKAN ADABNYA - Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK

    Ini dia ikhwan yang berpenyakit. Hobinya ta’aruf sana-sini. Disaat yang bersamaan ta’aruf dengan beberapa akhwat. Kemudian nadzor/melihat semuanya. Kemudian membanding-bandingkannya. Kemudian beberapa minggu kedepan nadzor lagi dengan beberapa akhwat. Atau yang lebih parah ia sengaja mengincar dari sekarang padahal belum ada keinginan untuk menikah.

    Yaa ikhwan, apakah orang seperti ini masih punya perasaan manusia? Bagaimana jika kita yang dijadikan cadangan kesekian oleh akhwat sedang hati kita bertumpu berharap-harap? Jalanilah ta’aruf satu-persatu, jika tidak cocok mundur jika cocok silahkan. Dan yang namanya sudah tahap nadzor akhwat, itu sudah hampir pasti jadi, karena nadzor hanya mencocokkan apa yang kita dapat. Biasanya, tidak mungkin info yang kita dapat dari orang yang terpercaya terlalu jauh dari apa yang digambarkan.

    Bayangkan bagaimana hancurnya hati seorang wanita, sudah berharap, sudah dinadzor kemudian tidak jadi. Akan terbayang gosip-gosip,

    “akhwat itu sudah dinadzor oleh ikhwan A, tapi ga jadi, mungkin akhwatnya jelek”

    Kemana hati kita yaa ikhwan? Perlakukanlah saudari kita sebagaimana kita ingin diperlakukan.

    3 min

About dr. Raehanul Bahraen, Sp.PK

From the publisher's feed

Poodcast kajian dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK (Alumni Ma'had Al-Ilmi Yogyakarta)