Truth Daily Enlightenment

Dua Kodrat Dalam Satu Tubuh


Listen Later

Tidak sedikit orang Kristen yang berpikir, bahwa dengan korban Tuhan Yesus di kayu salib, walaupun seorang Kristen hidup dalam dosa (melayani hukum dosa), maka hal tersebut tidak menjadi masalah, sebab Allah melihat darah Yesus yang melingkupi orang percaya. Seakan-akan Allah tidak mempersoalkan dosa yang dilakukan orang percaya, atau kodrat dosa yang masih menguasainya. Jadi, menurut mereka, walaupun Paulus dengan tubuh insaninya melayani hukum dosa -tapi karena ia seorang yang memiliki anugerah keselamatan oleh darah Yesus- maka hal itu tidak menjadi masalah sama sekali. Pandangan ini sangat menyesatkan.
Sebelum mengenal keselamatan dalam Tuhan Yesus, Paulus tidak memahami bagaimana menundukkan pikirannya kepada hukum Allah, dalam konteks orang percaya, yaitu untuk bisa hidup dalam pimpinan Roh. Sebelum ia mengenal Tuhan Yesus, ia melakukan hukum secara legalistik, yaitu melakukan hukum sesuai dengan bunyinya. Maka bisa dimengerti jika ia bisa menyatakan diri sebagai tidak bercacat. Tetapi setelah mengenal keselamatan dalam Yesus Kristus, ia memahami bagaimana memiliki pikiran untuk dapat melayani hukum Allah, yaitu melakukan hukum Allah bukan demi hukum itu, tetapi karena dalam pimpinan Roh, yang sama dengan mengenakan kodrat Ilahi. Sebelum mengenal keselamatan dalam Yesus Kristus, ia tidak mengenal mengenai kodrat dosa. Jadi, hal ini menunjukkan bahwa pergumulan Paulus dalam Roma 5:26 adalah pergumulan sesudah ia mengenal Tuhan Yesus.
Paulus mengatakan: Dengan akal budiku aku melayani hukum Allah. Kata “akal budi” dalam teks aslinya adalah nous (νους), yang sama artinya dengan pikiran. Adapun kata “melayani” dalam teks aslinya adalah douleuo (δουλεύω), yang artinya diperbudak atau dibelenggu atau diperhamba, hal ini sama dengan “menundukkan diri”. Kalau Paulus mengatakan bahwa dengan akal budinya ia melayani hukum Allah, artinya bahwa Paulus menundukkan pikirannya pada kehendak Allah. Paulus melakukannya dengan sengaja dan sadar. Ini berarti Paulus harus menggerakkan dirinya sendiri untuk menundukkan pikirannya kepada kehendak Allah. Paulus berusaha untuk mengikat atau membelenggu atau memperbudak pikirannya dengan hukum kesucian Allah.
Kemudian Paulus menyatakan: tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa. “Tubuh insani” dalam teks aslinya adalah sarks (σαρξ), yang menunjuk kepada daging yang memuat “kodrat dosa”, yang dalam teks aslinya adalah nomo hamartias (νομω αμαρτιας). Paulus jelas sekali menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki kodrat dosa di dalam dirinya. Tetapi ini bukan berarti Paulus sengaja menundukkan diri kepada kehendak dosa atau kodrat dosa di dalam dirinya. Kalimat ini sangat penting untuk diperhatikan. Seharusnya dalam terjemahan tersebut tidak ada kalimat “melayani hukum dosa”. Sebab kalimat ini dapat mengesankan bahwa Paulus sengaja menundukkan diri kepada dosa atau melayani kodrat dosa. Dalam teks aslinya tertulis: ara oun autos ego to men noi douleo nomo theou te de sarki nomo hamartias (Αρα οὖν αὐτὸς ἐγὼ τῷ μὲν νοῒ δουλεύω νόμῳ θεοῦ τῇ δὲ σαρκὶ νόμῳ ἁμαρτίας).
Kalau kalimat dalam Roma 7:26 dapat dibagi dalam dua bagian, maka bagian pertama berbunyi: Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, adapun kalimat berikutnya adalah: tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa. Kalimat predikat memuat kata douleuo, tetapi di kalimat obyek tidak terdapat kata douleuo. Memang kata douleuo bisa digunakan dalam dua kalimat tersebut, tetapi kita harus berhati-hati agar jangan menimbulkan kesan seakan-akan Paulus (sengaja) menundukkan diri kepada dosa, untuk menuruti atau melayani kodrat dosa, dan hal itu dipandang bukan masalah sama sekali.
Paulus menundukkan pikirannya kepada hukum Allah (hukum kesucian Allah), tetapi tidak dikatakan bahwa Paulus sengaja memperbudak diri kepada hukum dosa atau mengikatkan diri kepada kodrat dosa di dalam dirinya atau melayani hukum dosa. Ada dua kalimat penting dalam ayat tersebut yaitu ego to men (ἐγὼ τῷ μὲν),
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings