Impresi - Taiwan

Dua Sisi - 2023-07-26


Listen Later

Darah muda Taiwan susah cari pekerjaan ?  ( Part 2 ) 

Berapa kisaran biaya untuk dapat hidup nyaman di kota Taipei? Mari kita pilah, dilansir dari Expatarrivals.com pada tahun 2023 yang menjabarkan sebuah kisaran biaya untuk dapat hidup di ibukota Taiwan, antara lain : 

Harga sewa Kost 1 kamar di bilangan pusat kota ~ 20.500 NTD

10 butir telur                                                     ~ 100 NTD

Sebungkus rokok Marlboro                              ~ 130 NTD

Big meal MCD                                                  ~ 150 NTD

Internet                                                             ~ 800 NTD 

Bis kota                                                            ~ 25 NTD 

Bensin                                                               ~ 31.14 NTD/liter 

Dapat kita simpulkan bahwa untuk dapat hidup dengan nyaman di bilangan ibukota diperlukan kocek minimal sebanyak 30.000 NTD/bulan atau setara dengan 1079 USD. 

Kisaran biaya diatas tentu adalah sebuah referensi dan acuan terkait apabila seorang perantau yang ingin mencoba peruntungan di ibukota Taiwan tanpa memiliki apa-apa, dimana semua pengeluaran akan ditanggung oleh individu tersebut. Dengan pilahan biaya tertinggi akan dikeluarkan untuk biaya tempat tinggal, belum ditambah dengan biaya makan dan kebutuhan sehari-hari lainnya. 

Jin Jia Xing sebelumnya pernah bekerja di sebuah perusahaan Advertising sebagai desainer media, hampir dua tahun yang lalu dirinya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan ini dengan alasan kurangnya tantangan profesi. Hingga saat ini dirinya masih belum dapat menemukan pekerjaan yang sesuai bagi dirinya. Untung saja dirinya masih tinggal bersama kedua orang tuanya, dimana beban biaya akomodasi masih dapat didapatkan secara cuma-cuma. Lalu bagaimana dengan pengeluaran sehari-hari miliki Jia Xing? Dengan pengeluaran yang cukup ketat, maka hanya dapat mengandalkan gaji yang didapatkan dari pekerjaan sebelumnya. 

Banyak pengamat sosial yang menjabarkan kondisi Jia Xing sebagai 摩擦性失業 - fase peralihan pengangguran, yaitu adalah sebuah kondisi karyawan baru yang baru saja terjun kedalam dunia profesi dan terbentur pada sebuah kondisi dimana ekspektasi dan realita berbeda jauh, hasil akhirnya adalah mengundurkan diri dan mencari pekerjaan yang serupa dengan ekspektasi seseorang. 

Dilansir dari data statistik milik MOL yang menyatakan bahwa terdapat 3 klaster pengangguran darah muda, dengan sebutan khusus yaitu 畢業即失業 ( Pengangguran setelah lulus ) sebagai berikut :


~ umur 20 hingga 24 tahun dengan prosentase sebesar 12.36%

~ umur 15 hingga 19 tahun dengan prosentase sebesar 8.72%

~ umur 25 hingga 25 tahun dengan prosentase sebesar 6.13% 

Ini adalah generasi penerus Taiwan, apabila kondisi ini tetap memburuk maka tidak heran apabila Taiwan akan dihadapkan kepada kondisi sosial yang kian memburuk, tidak adanya sebuah mekanisme ataupun sosialisasi dari berbagai instansi untuk saling menjemput bola antara jajaran instansi akademisi dengan pangsa bursa pekerjaan. 

Seorang Profesor Pembangunan Nasional asal National Taiwan University ( NTU ), Xing Bin Long menyebutkan bahwa darah muda jaman sekarang yang lebih condong untuk mencari sebuah profesi yang sesuai dengan gaya hidup anak muda, dimana pekerjaan dengan durasi 9-5 adalah pekerjaan yang sangat tidak diminati oleh kaum ini, yang mereka cari adalah sebuah pekerjaan yang sangat fleksibel dalam perihal jam kerja. Namun fakta dilapangan adalah kurangnya SDM justru pekerjaan di sektor usaha tradisional, jam kerja 9-5. Hal ini tentu tidak menarik banyak perhatian dari generasi muda untuk terjun ke dalam profesi ini. Dilansir dari data statistik Kementerian Dalam Negeri Taiwan yang telah merilis bahwa jumlah pengangguran Taiwan dalam klaster Generasi Muda adalah pada angka 35.22% dengan jumlah total 20.200 orang pada tahun 2022. Dengan tingginya angka ini, berbagai pihak bergegas untuk mencari solusi dan opsi terbaik. 

Profesor Xing Bin Long juga menambahkan bahwa kondisi sosial pada saat ini adalah, dimana mayoritas warga yang hanya memilih untuk memiliki satu anak saja, dan ditambah ketika kedua orang tua masih bekerja membuat anaknya memiliki banyak opsi untuk tinggal didalam rumah tanpa harus bekerja, dengan kondisi kekurangan SDM dan tawaran pekerjaan baru yang semakin banyak tidak membuat kaum generasi muda memilih untuk keluar dari rumah dan mencari pekerjaan. Ditambah dengan berbagai kesenjangan terhadap generasi baru yang tidak memiliki pengalaman pekerjaan yang kian memburuk, angka kelahiran menurun, normalisasi pendidikan tinggi, DLL membuat kondisi ini sulit untuk ditemukan titik tengahnya dalam pencarian solusi terbaik bagi dunia perekrutan. 

Taiwan adalah sebuah negara yang bergerak dibidang Manufaktur, terlebih dalam sektor teknologi, untuk urutan kedua adalah perekrutan dalam sektor perdagangan grosir dan eceran, dan ketiga adalah sektor pariwisata dan kuliner. Fakta yang terjadi selama dua dekade ini adalah banyaknya generasi muda yang beralih untuk fokus pada profesi di bidang pariwisata dan kuliner, nyatanya pekerjaan yang sangat dibutuhkan pada saat ini adalah di sektor Manufaktur. Perspektif sosial dua dekade yang lalu terkait pekerjaan ideal adalah ketika memilih untuk dapat direkrut pada sebuah perusahaan manufaktur, terlebih dalam bidang manufaktur teknologi misal : perusahaan perakitan, teknologi komputer, desain Chip, DLL. akan tetapi dalam kurun satu dekade terakhir seiring dengan perkembangan zaman yang membuat para generasi muda untuk beralih kepada bidang pariwisata dan kuliner menjadikan fenomena ini sulit ditemukan titik temunya. 

 

Pantau terus yows, bersambung di pekan depan.. 

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Impresi - TaiwanBy Linda, Cindy, Ipung Chandra, Aditya Nugraha, Rti