Truth Daily Enlightenment

Dunia Bukan Rumah Orang Percaya


Listen Later

“Yesus yang lain” mengajar bahwa di bumi ini, orang percaya boleh dan bisa menikmati kesenangan hidup, seakan-akan tidak ada kehidupan di dunia lain. Padahal, orang percaya justru diorientasikan atau diproyeksikan untuk hidup di dunia yang akan datang, di langit. Teologi Kemakmuran sangat kuat memprovokasikan hal ini, sehingga merusak bangunan berpikir Kristen yang murni. Hal ini bisa mengakibatkan seseorang binasa. Ketika Yesus mengajarkan dengan memanggil, “Bapa kami yang di sorga,” secara langsung Yesus menunjuk bahwa bumi ini bukanlah rumah kita. Tuhan Yesus mengatakan bahwa di Rumah Bapa banyak tempat tinggal (Yoh. 14:1-3). Tuhan Yesus juga berulang-ulang mengatakan bahwa baik diri-Nya maupun orang percaya bukan berasal dari dunia ini (Yoh. 17:14).
Dari pernyataan ini, Tuhan Yesus mengisyaratkan dengan sangat jelas bahwa bumi ini bukan rumah orang percaya. Bumi ini hanya hunian sementara. Ada tempat lain yang akan menjadi tempat hunian tetap orang percaya. Orang percaya harus meyakini dan menerimanya dengan sungguh-sungguh bahwa tempat tinggal, hunian atau tempat domisili kita bukan hanya dunia sekarang ini. Sebagai orang percaya, kita harus menyadari bahwa orang percaya dipersiapkan Tuhan untuk mewarisi Kerajaan-Nya. Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi orang percaya. Kalau Ia sudah menyediakan tempat tersebut, Ia akan kembali menjemput orang percaya, supaya di mana Tuhan Yesus, ada orang percaya juga berada (Yoh. 14:1-3).
Orang-orang Kristen yang tidak mengerti bahwa rumahnya sendiri ada di langit baru dan bumi yang baru akan berusaha keras bagaimana memiliki rumah pribadi seluas-luasnya dan seindah-indahnya sebagai nilai diri dan kebanggaan di bumi ini. Mereka berpikir bahwa kesempatan memiliki rumah hanya di bumi ini. Hal ini terkait dengan doa Yabes. Dalam doa Yabes terdapat kalimat, “Kiranya Engkau… memperluas daerahku” (1Taw. 4:10). Daerah yang dimaksud Yabes tentu adalah wilayah di bumi ini, mengingat Yabes belum memahami hal keselamatan maupun langit baru dan bumi yang baru. Kalau doa seperti ini diucapkan oleh orang percaya, umat Perjanjian Baru, doa tersebut dapat membangun pola berpikir yang merusak prinsip kebenaran. Alkitab jelas menyatakan bahwa dunia bukan rumah orang percaya. Kewargaan orang percaya ada di surga (Flp. 3:20). Kalimat yang mengatakan bahwa orang percaya adalah orang yang menumpang di bumi (1Ptr. 1:17) menunjukkan bahwa orang percaya bukan pemilik bumi atau dunia hari ini. Orang percaya tidak harus memiliki wilayah luas untuk menjadi kebanggaan dan kesenangan di bumi ini.
Yesus tidak mengajarkan doa Yabes dan mengambil ayat-ayat Perjanjian Lama untuk dijadikan standar kehidupan orang percaya. Yesus juga tidak mengambil Yesaya 54:3 sebagai landasan hidup orang percaya Perjanjian Baru. Yesaya 54:3 berbunyi, “Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.” Ayat-ayat Perjanjian Lama memang hanya dikenakan bagi umat Perjanjian Lama yang orientasinya masih duniawi. Sedangkan, orientasi orang percaya Perjanjian Baru adalah hal-hal rohani. Orang percaya hanya memikirkan hal-hal yang dari atas, bukan dari bumi ini (Kol. 3:1-3). Ayat-ayat tersebut juga tidak boleh ditafsirkan secara alegoris yang diberi arti rohani.
Jemaat awam pada umumnya tidak mengerti kalau ada pembedaan ayat-ayat yang dikenakan bagi umat Perjanjian Lama yang orientasi hidup dan berpikirnya masih dunia ini, dengan ayat-ayat yang ditujukan bagi orang-orang percaya Perjanjian Baru yang mestinya sudah tidak lagi memikirkan hal-hal dari dunia ini. Pembicara sebagai jurubicara “Yesus yang lain” mengambil ayat dari Alkitab Perjanian Lama yang mestinya harus dilihat konteksnya dan tidak dikenakan secara harfiah ke dalam hidup orang percaya umat Perjanjian Baru. Dan, jemaat yang tidak cerdas akan menerimanya begitu saja. Hal ini dapat merusak bangunan iman jemaat.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings