Dalam segmen ini, Rio dan Anne akan mengajak Anda melihat kisah imigran asal Meksiko yang jadi imigran gelap selama 30 tahun. Lalu simak pengalaman pemilik toko sandwich yang sempat jadi pengamat politik AS.
Pada bagian ini, Ariadne Budianto dan Rio Tuasikal mengajak Anda melihat kisah perempuan yang mengubah nasib melalui buku dan perpustakaan keliling. Kemudian kita akan ke “Creative Refugee Video” yang mendampingi pengungsi perempuan mengembangkan usaha kecil mereka.
Kali ini, Rio Tuasikal dan Ariadne Budianto mengajak Anda melihat inovasi teknologi guna membantu calon legislatif perempuan bertarung dalam Pemilu. Serta ikuti prakarsa kelompok rajut yang menolong tunawisma sambil menyelamatan lingkungan.
Dalam episode kali ini, Ariadne dan Rio mengajak Anda ke monumen kesetaraan perempuan Belmont-Paul di Washington DC. Mari ikuti perjuangan perempuan AS mendapatkan hak pilih pada 1900-an. Lalu bergerak ke masa ini, di mana anak-anak sudah mulai memperjuangkan hak-hak perempuan sejak dini.
Kali ini, Rio dan Anne mengajak Anda melihat kemeriahan acara “Black Panther” yang memanjakan penggemar Wakanda di Washington DC. Lalu kita akan berkenalan dengan Liam O’Donnell, sutradara Hollywood yang gemar memasukkan unsur keberagaman dalam karyanya, termasuk bekerja sama dengan Iko Uwais.
Dalam segmen ini kita akan jalan-jalan ke New York bersama Irfan Ihsan. Kita akan bertemu dengan Willow Wilson, penulis komik “Ms. Marvel”, superhero muslim pertama besutan Marvel. Selanjutnya kita akan melihat nobar “Black Panther” di Chicago yang dimeriahkan penampilan budaya Afrika.
Dalam suasana Oscars kali ini, Ariadne dan Rio akan membahas keberagaman dalam dunia film AS. Kita akan melihat upaya pelestarian film yang telah berlangsung 50 tahun; kemudian berkenalan dengan pemeran “Black Panther”, Bambadjan Bamba, yang merupakan imigran tanpa dokumen resmi.
Dalam segmen ini, Rio dan Anne mengajak Anda melihat kiprah Tim Ma, imigran asal Taiwan yang sukses di bidang restoran di AS. Lalu kita akan mengunjungi sekolah seni bergengsi The Juilliard School di New York untuk menyaksikan orkestra gubahan komposer Tiongkok.
Dalam segmen ini, Oliver Pras mengajak Anda melihat kemeriahan Imlek di Manhattan, New York. Selanjutnya, kita akan berkenalan dengan Nigel Sielegar, diaspora Indonesia yang sukses berkarir di kota New York, yang uniknya punya hobi jualan kue pancong.
Dalam episode kali ini, Anne dan Rio mengajak Anda melihat kemeriahan Tahun Baru Imlek di Washington DC yang dirayakan lewat keragaman. Kita juga akan mencicipi Chinese Food dan makanan Indonesia di “Red Wok” di Houston, Texas.
8 min
About Dunia Kita - Voice of America | Bahasa Indonesia
From the publisher's feed
Gandira Pratama dan Nadira Ghassani membawakan acara 30 menit tentang serba-serbi kehidupan dan update isu-isu terkini di Amerika, juga liputan kegiatan warga Indonesia di AS. Ditayangkan di Metro TV…
setiap Minggu, jam 7:00 WIB.
More shows like Dunia Kita - Voice of America | Bahasa Indonesia