Truth Daily Enlightenment

Duri Dalam Daging


Listen Later

Dalam Alkitab, kita menemukan kenyataan bahwa Tuhan sengaja tidak menyelesaikan masalah atau problem hidup anak-anak-Nya dengan mudah atau dengan menggunakan mukjizat. Hal ini ditunjukkan kepada kita dalam kasus “duri dalam daging” yang dialami Paulus. Menjadi sulit dimengerti, ketika Tuhan membiarkan Iblis tidak undur dari Paulus, walaupun Paulus sudah memintanya kepada Tuhan. Tuhan membiarkan Iblis menggocoh Paulus. Kata “menggocoh” di sini maksudnya adalah memukul berulang-ulang. Kata menggocoh di sini dalam teks aslinya adalah kolafizee (κολαφίζῃ), dari akar kata kolaphizo (κολαφίζω), yang dapat diterjemahkan “memukul dengan kepalan tangan” (blow with hand: a blow struck with the fist or hand). Dalam bahasa Inggris juga diterjemahkan buffet (pukulan tangan).
Memang menggocoh di sini bukan sesuatu yang dapat membunuh atau membahayakan, tetapi hal ini membuat Paulus merasa tidak nyaman, bahkan sampai tahap menyakitkan.  Dalam Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS), 2 Korintus 12:7 diterjemahkan sebagai berikut: Tetapi supaya saya jangan terlalu sombong karena penglihatan-penglihatan yang luar biasa itu, saya diberikan semacam penyakit pada tubuh saya yang merupakan alat Iblis. Penyakit itu diberikan untuk memukul saya supaya saya tidak menjadi sombong.
Sekalipun Paulus sudah memohon berulang-ulang kepada Tuhan agar duri itu diangkat, tetapi Tuhan tidak mengabulkan doanya. Alkitab mencatat pengakuan Paulus sebagai berikut: Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku (2Kor. 12:8-9). Tuhan mengijinkan utusan Iblis tetap menetap menjadi sesuatu yang menyakitkan dan tidak menyenangkan bagi Paulus dalam perjalanan hidupnya. Sebagai respon atas doa Paulus, Tuhan memberi anugerah yaitu kesanggupan untuk memikulnya atau bertahan dalam kehidupan yang menanggung duri dalam daging.
Anugerah yang Tuhan berikan, tidak membuat duri dalam daging Paulus lenyap (remove atau depart) atau dipindahkan, tetapi Tuhan memberi kesanggupan kepada Paulus untuk hidup dengan duri dalam daging tersebut. Hal tersebut dikerjakan Tuhan supaya Paulus tidak menjadi sombong. Bisa saja Tuhan mengangkat duri dalam daging dan sekaligus membuat Paulus tidak sombong. Tetapi Tuhan tidak melakukan hal tersebut, sebab bila Tuhan berbuat demikian berarti Tuhan menyangkali ketetapan-Nya, yaitu menjadikan manusia sebagai pribadi yang bebas menentukan pilihannya atau berkehendak bebas.
Dengan keadaan Paulus tersebut, didapatkan dua pelajaran rohani: Pertama, tanggung jawab manusia untuk mengelola hidupnya sesuai dengan kehendak Tuhan harus dipenuhi. Hidup sesuai dengan kehendak Tuhan adalah hidup dalam kerendahan hati, mengasihi Tuhan dan sesama. Kedua, Allah memberi pemeliharaan dan penjagaan agar orang percaya dimungkinkan untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Walaupun Tuhan telah memberi duri dalam daging sebagai pengaman, hal ini bukan berarti Paulus pasti tidak bisa berbuat dosa. Paulus masih bisa berbuat dosa dan memberontak kepada Tuhan kalau memang dasarnya mau memberontak. Tetapi Paulus ternyata memilih hidup dalam ketaatan kepada Tuhan dalam usaha terus-menerus untuk berkenan di hadapan Allah (2Kor. 5:9-10).
Jadi apa pun bentuknya, namun yang pasti bahwa duri dalam daging menunjuk sesuatu yang tidak menyenangkan. Namun demikian, walaupun tidak menyenangkan, duri dalam daging atau penyakit itu mendatangkan kebaikan, yaitu supaya Paulus tidak menjadi sombong. Tuhan melakukan hal tersebut karena Tuhan tahu bahwa penglihatan yang dialami Paulus bisa menjadi sarana atau alat untuk menarik kekaguman, pujian, sanjungan, dan simpati orang kepada dirinya.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings