Truth Daily Enlightenment

Ekspresi Kasih


Listen Later

Kasih adalah hukum pelayanan. Hukum pelayanan ini juga sebenarnya hukum kehidupan yang harus dan pasti dapat dikenakan dalam kehidupan semua orang percaya. Bukan monopoli Paulus dan orang-orang tertentu yang memiliki karunia khusus. Untuk bisa mengenakan hukum ini seseorang tidak harus memiliki karunia ekstra. Dengan penjelasan ini diharapkan kita tidak memandang hal itu sebagai sesuatu yang mustahil untuk bisa dikenakan. Di tengah-tengah dunia yang hanyut oleh semangat komersial, di mana segala tindakan hampir selalu dinilai sebagai jasa dan menuntut upah, anak-anak Allah harus tetap dalam integritas tinggi mengenakan kebenaran yang diajarkan Tuhan melalui Paulus ini. Kasih disebut sebagai hukum kehidupan, karena standar inilah yang seharusnya menjadi standar ideal. Hukum pelayanan dan kehidupan ini adalah standar normal setiap anak Allah. Menjadi kebahagiaan yang luar biasa kalau seseorang dapat mengenakannya. Sangat disayangkan, dewasa ini banyak orang Kristen tidak pernah mengenal kebenaran yang murni, sebab semangat komersial telah menembus dan mewarnai kehidupan pelayan Tuhan di gereja, sehingga merusak seluruh kehidupan jemaat.
Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah (1Kor. 9:18). Kalimat ini memuat hukum kehidupan dan hukum pelayanan yang pada dasarnya hendak mengemukakan bahwa menjadi seorang anak Allah yang benar haruslah berani menjadikan kewajiban sebagai hak atau menganggap kewajiban sebagai hak atau mengubah sikap terhadap kewajiban menjadi sikap terhadap hak. Dalam hal ini memberitakan Injil yang adalah kewajiban, bagi Paulus menjadi hak atau disikapi sebagai hak (1Kor. 9:18). Paulus tidak mengubah kewajiban yang harus dia penuhi, tetapi sikap terhadap kewajiban tersebut yang ia ubah. Kalau pada umumnya orang bersikap terhadap kewajiban adalah beban, suatu tugas yang harus dikerjakan, bahkan menyikapinya dengan hati yang berat, tetapi Paulus menjadikan kewajiban sebagai kesukaan. Kalau sudah demikian, upah tidak menjadi motif atau dorongan dalam melakukan suatu kewajiban.
Memang bisa saja anak-anak Allah menuntut haknya sebagai anak kepada Allah yang adalah Bapa. Ini sama seperti seorang anak menuntut orang tua untuk memenuhi kewajibannya terhadap anak, sebab kewajiban orang tua tersebut merupakan hak anak, tetapi bukan berarti anak menuntut sesuka hatinya sendiri. Kewajiban orang tua adalah memberi makan, pendidikan dan segala kebutuhan anak (hak anak-anak), banyak anak merasa berhak menuntutnya. Sebenarnya tanpa perlu dituntut, orang tua yang baik akan memenuhi kewajibannya. Dan biasanya masalahnya terletak kepada anak-anaknya. Kewajiban anak adalah belajar di sekolah, kuliah dan membantu orang tua.  Paulus seperti seorang anak yang melakukan kewajiban tanpa menuntut haknya. Dari pernyataan Paulus tersebut nampak dengan jelas bahwa melakukan tugas atau kewajiban adalah kebutuhan yang menyenangkan, bukan suatu beban yang menyakitkan. Ia percaya bahwa Bapa di surga bisa dipercayai dalam memenuhi bagian-Nya, pengakuannya: Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan (2Tim. 1:12).
Memberitakan Injil adalah kewajiban yang harus dipenuhi, kalau kewajiban dipenuhi maka pelaku berhak menerima upah. Dalam kasus ini Paulus mau, bersedia  dengan rela, mengerjakan kewajiban atau tugas memberitakan Injil tetapi ia tidak mempersoalkan atau menuntut upah. Paulus tidak mempersoalkan hak upah yang bisa dia peroleh, walaupun ia berhak mempergunakannya. Bagi Paulus memberitakan Injil lebih berarti dari upah apa pun yang ia dapat peroleh dari jemaat Tuhan yang ia layani. Ia menganggap bahwa  memberitakan Injil tanpa upah adalah hak istimewa.
Melayani Tuhan adalah ekspresi kasih kita kepada Tuhan. Perasaan cinta kasih kepada seseorang atau sesuatu membutuhkan ekspresi atau sarana untuk menyalurkannya.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings