Truth Daily Enlightenment

Epicentrum Kebenaran


Listen Later

Untuk bisa menemukan pelayan-pelayan Yesus yang sejati dan membedakannya dengan pelayan-pelayan “Yesus yang lain,” kita dapat melihat ajarannya dan gaya hidupnya. Seandainya Tuhan Yesus hidup pada zaman sekarang, Yesus yang benar pasti akan mengkhotbahkan khotbah yang sama seperti yang Dia pernah khotbahkan dan mengenakan gaya hidup yang pernah Dia kenakan dua ribu tahun yang lalu. Demikian pula para pengikut dan jurubicara-Nya juga pasti mengkhotbahkan apa yang pernah Dia khotbahkan tanpa kompromi dan berusaha untuk mengenakan gaya hidup Guru dan Tuhannya. Pengikut Yesus mula-mula tentu saja juga mengikuti jejak hidup Guru mereka. Kehidupan mereka agung bukan karena penampilan lahiriahnya, melainkan karena ketulusan dan kesucian yang terpancar dalam kehidupan mereka. Hal ini terjadi pada abad pertama dalam kehidupan gereja mula-mula. Orang-orang percaya pada abad mula-mula menjadi seperti surat yang terbuka bagi jemaat Tuhan, sehingga mereka disebut Kristen bukan karena beragama Kristen, melainkan karena berperilaku seperti Yesus. Orang-orang seperti itu dapat menjadi jurubicara Tuhan.
Kalau sekarang kita hendak menemukan “Yesus yang lain” dan para pengikutnya, kita dapat melihat dari apa yang diajarkan dan dari gaya hidupnya. Biasanya mereka mengambil ayat-ayat Perjanjian Lama tanpa memerhatikan konteksnya, kemudian mengenakannya bagi kehidupan umat Perjanjian Baru. Pada dasarnya, khotbah-khotbah mereka mirip dengan para motivator sekuler.Bedanya, para pengkhotbah tersebut hanya menggunakan ayat-ayat Kitab Suci Perjanjian Lama sebagai dasarnya. Kalau ada ayat dalam Perjanjian Baru yang dipungut, biasanya dipelesetkan bukan untuk hal-hal yang bersifat rohani secara murni, melainkan tetap saja dikaitkan dengan hal-hal duniawi.
Para pengikut Yesus yang sejati selalu menjadikan Perjanjian Baru sebagai episentrum kebenaran dan semua itu menunjuk kepada kehidupan Yesus yang harus diteladani. Misalnya, kalau membahas mengenai Abraham, yang diperhatikan dan ditekankan tentu adalah ketaatan Abraham kepada Elohim Yahweh dan jiwa kemusafirannya. Hal ini bisa menunjuk kepada diri Yesus yang sangat menghormati dan taat kepada Bapa, serta semangat kemusafiran-Nya. Yesus berkata bahwa “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya”(Mat. 8:20; Luk.9:58). Yesus juga berkata bahwa diri-Nya bukan berasal dari dunia ini (Yoh. 17). Bagi pengikut “Yesus yang lain,” saat memerhatikan kehidupan Abraham, yang ditekankan adalah “berkat Abraham” yang terkait dengan berkat materi atau berkat jasmani.Padahal, Abraham sendiri sudah tidak mempersoalkan materi dunia sebab arah hidupnya ditujukan ke dunia yang akan datang (Ibr. 11:8-14). Jika dalam memerhatikan hidup Abraham yang ditekankan adalah berkat jasmaninya, tidak ada pelajaran rohani berarti yang dapat diperoleh dari kehidupan Abraham bagi umat Perjanjian Baru.
Jika memerhatikan kehidupan Daud, seharusnya kita belajar akan kasihnya kepada Allah, dimana Daud memiliki hati yang berkenan kepada Allah. Dari kehidupan Daud yang berkenan kepada Allah—yaitu dari seluruh sikap hidupnya yang begitu setia kepada Elohim Yahweh—ia dilayakkan menjadi nenek moyang Mesias. Saat memerhatikan kehidupan Daud, kita hendaknya melihat seluruh sikap hidupnya yang begitu agung, bukan hanya pada puji-pujian yang Daud naikkan kepada Tuhan dan mazmurnya dalam Kitab Mazmur. Perlu diketahui bahwa mazmur dalam Kitab Mazmur,meskipun mencantumkan nama Daud sebagai penulis atau penggubahnya, belum tentu Daud sendiri yang menulis atau menggubahnya. Sudah menjadi budaya pada waktu itu, karya sastra mencantumkan orang terhormat sebagai penggubah atau penulisnya. Sangatlah naif kalau melihat kehidupan Daud hanya dari tari-tariannya, sebab Daud tidak menari setiap hari. Alkitab hanya mencatat Daud satu kali menari di hadapan Allah, yaitu pada waktu Tabut Perjanjian diarak (2Sam. 6:14).
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings