Hobi kami kala pandemi ini sesungguhnya adalah throwback atau inget-inget yang lalu. Palagiii, kalok udah urusan liburan. Meski, kami selalu excited tiap lihat temen-temen di benua Eropa sana yang udah mulai santuy liburan alam gunung alpen liebe, kami yang di Indonesia ini masih takuuut.
Mungkin karena kami ada tanggungan anak-anak dan ortu senior di rumah, ya? Ah, mbuh lah. We won't judge. (Judge dalem hati aja, krayyy). Daripada menghakimi di sini, kami lebih suka mbanding-mbandingi: traveling saat single dan bedanya saat traveling bawa buntut. Bunad pas single doyan nonton konser, Bundil sebagai single yang demen nge-gang juga slalu sibuk seharian nggak boleh kasih kendor semua spot didatengin. Lalu semua berubah, saat berbuntut: Bundil dan "kenangan terindah" penerbangan Jogja-Paris yang aduhai dengan 2 anak piyik, berbanding Bunad Bunda Anyaran yang baru bawa bayi ke Kaliurang 3 jam aja ... recovery-nya bisa sampe seminggu.
Para Bundes skaliiian, mbokya komen, share, soal suka duka liburan bawa buntut. Boleh juga tambahin pengalaman kalo ada pernah ngerasain liburan sama encus (ini ultimate dream-nya Bundil). Kunjungi kami di Instagram @podcastsambel ya, siapa tau bisa kolab di kemudian hari. Namaste, semoga bisa segera liburan aman dan nyaman, ya, Bundes!