Podcast Sambel

Podcast Sambel

By podcastsambelEducationSelf-Improvement
Download on the App Store

Podcast Sambel episodes

  • English-isasi, Is Everyone Speaking English Now?

    This chaotic episode, we (Bundil & Bunad) take a leap and speak almost entirely in English … or at least we try! 🤣🫶🏼 Full of laughter amidst language barriers, this episode explores how English has slowly immersed into daily life in Indonesia, especially in urban & touristy areas.


    (This is actually our second take, because, Bunad forgot to hit record button the first time. 🥲) #shesthedumbestofus


    From parenting to pop culture, career paths to childhood memories, we talk about when and why English became a symbol of connection, survival, even anxiety. We reflect on our own journeys: Bundil’s busy life (using practical English) abroad in London and Bunad’s memories of learning English. Between nervous grammar slips and real talk about confidence, this episode is a reminder that English isn’t about perfection, it’s about connection. So, is everyone speaking English now, Bun?

    26 min
  • Pertetanggaan Sos VS Ansos

    Pada episode ini, Bundil dan Bunad ngobrol santai (tapi takut-takut hahaha) soal serba-serbi kehidupan bertetangga now & then. Sekilas nostalgia masa kecil ala drakor Reply 1988 yang penuh anjangsana sampai magrib ke tetangga, sampai realita dewasa yang kadang canggung bahkan menjauh. Bundil bercerita soal suasana bertetangga di London yang terasa lebih sopan tapi cenderung terlalu “ringkes”, komunitas diaspora juga elegan & tau batas bgt bgt, ah bikin kangen sama lomba-lomba guyub buibu PKK pas di Sleman. Bunad, yang pindah ke desa pasca-covid, membagikan pengalaman jadi “orang baru” di lingkungan yang sudah punya pola sosial sendiri, antara semangat ingin mengenal tetangga dan pengin tetap punya batas. Dari rasa males datang ke acara warga, bingung nyocokin jadwal, juga tumbuh empati ke alasan tetangga yang nggak bisa ikutan. Apakah bertetangga masih relevan di zaman yang serba individualis? Dan kalau iya, versi bertetangga seperti apa yang kita butuhkan hari ini, Bun?

    22 min
  • Almost 40

    Di episode ini, Bundil dan Bunad ngobrol santai tapi (semoga) berisi soal bayangan mereka menyambut usia 40 (yang kalau diberi umur, insyaallah) akan datang dalam waktu tiga tahun ke depan. Bukan sekadar soal kerutan atau metabolisme yang melambat, juga stamina yang menurun. Obrolan ini menggali tentang berubahnya ekspektasi mereka terhadap diri sendiri: dari ambisi-ambisi usia 20-an yang kelihatan “materialis” dan masih pakai standar para orang tua (yang sudah mencapai banyak hal tuh umur segitu), hingga ke penerimaan dan adaptasi yang jauh lebih realistis setelah melewati pertengahan 30 ini.


    Bundil, yang kini tinggal di London, mulai mikirin kalau tiga tahun mendatang (tepat saat usia 40) pulang ke Indonesia dan membangun kembali hidup dari nol. Cari sekolah anak, karier, sampai urusan logistik rumah dll. Sementara Bunad, yang pernah berekspektasi soal promosi karier, kini lebih mantap menjalani kerja lepas yang fleksibel dan penuh ketidakpastian/kemungkinan. Episode ini nggak soal menjadi si paling tahu. Justru lebih ke ngasih tahu apa sih yang bikin mereka berharap dan semangat menghadapi usia yang terus bertambah ini, siapa mereka-mereka yang menginspirasi sebagai role model 40-an nan gemilang ituhhh? Sambil menegaskan lagi hal-hal yang bikin bersyukur dan deg-degan sekaligus. Mungkin jadi perempuan usia 40 bisa semenyenangkan itu, ya?

    25 min
  • Slow Living, Riiilll Gak Tuh?!

    KEAJAIBAN ASLIIIKK!!! Bundil dan Bunad masih bisa upload episode baru meski jarak jauh lintas zona waktu, dan masih terus belajar tektokan yang mulus. Tema episode ini: slow living. Gaya hidup yang katanya santai, mindful, dan damai ini makin banyak muncul di media sosial; ehm, seringnya dibungkus dengan estetika yang tenang dan hidup mudah merasa “cukup”. Bundil, yang pernah lama tinggal di Jogja, mempertanyakan: beneran slow gak tuh atau cuma branding? Kenyataannya, UMR kecil, harga tanah tinggi, dan hidup modern di Jogja tuh nggak se-slow itu, diamini Bunad yang juga tinggal di sebuah desa di Bantul. Apalagi kalau kontennya kadang menutup realita, mengais validasi, dan berujung monetisasi kursus supaya bisa cepat mendapatkan kehidupan seperti itu #fenomenaapaini.


    Bunad juga punya pandangan, hidupnya saat ini mungkin dikira ala-ala “slow living” karena branding socmed (jarang juga sih dia update socmed klo gak promosi dagangan suami) & kurang ambisius secara material. Ternyata aslinya ya nggak selalu slow, hari-hari ngegas bergantian ada. Bundil di London tetap percaya sama kerja keras dan hidup seimbang: kerja keras sungguh-sungguh poooll selagi muda, nikmati hidup secukupnya. Versi living-nya? Balanced living, dicari gimana kek formulanya. Yang penting dia nggak mau menyesal saat tua nanti.


    Akhir kata, semoga apapun cara hidup yang kita pilih: fast, slow, balanced, bisa bikin kita tetap bersyukur dan bertanggung jawab ya, Bun🙏🏽

    23 min
  • Long Time No See: Life After Major Publisher

    🎶Jumpa lagiiii, jumpa (Podcast) Sambel kembaliii… Ya, di sini, akunnya balik lagiii🎵


    Hiatus sekian lamanya, mereka kembali!!! Siapa?? Itu, Bundil/Dila (37, working mom) dan Bunad/Nadia (36, stay-at-home mom) yang dulu pernah sama-sama berkarier sebagai editor di sebuah penerbit di Yogyakarta. Blablabla Nadia di-PHK pada 2020 (& Covid eraaa huhu), Dila masih di sana, trus mereka jarang ketemu padahal dulu sebelahan muluk, lalu jadilah si podcast ini (udah ada 20 episode loh!) yang sampe sekarang tetep amatiran. He he he ~


    Membuka episode nostalgia seputar update Bundil yang udah ciao dari karier editor-in house dan ceritanya membangun awal karier freelance editing & part time di dua warung berbeda di London sana. Gak salah nge-fans sama Bundil 🙏🏽🥹 Bunad juga bertukar kabar tentang perkembangan karier freelance editing Bantul-based-nya yang makin moncer aja. Keduanya seadanya berbagi cara mereka memaknai karier, rasa syukur, tantangan, dan wejangan (buat siape?).


    Nggak cair, nggak pula terlalu jujur, Bundil & Bunad membahas rasa “eman” akan karier penerbitannya selama ini, sayang kalau tidak dia teruskan, meski prioritasnya saat ini tetap pekerjaan yang “lebih” menghasilkan. Definisi karier berubah seiring waktu, tetapi tidak selalu rasa malu yang muncul mentang-mentang tak lagi berada di dalam kantor. Malah lebih sering muncul pelajaran baru & kelegaan. Tau sendiri kan dulu tekanannya kek mana …


    Oh, mohon maaf lahir-batin karena akhir episode ini kerasa gantung - ya begitulah technical probs gak uwis-uwis. Gapapa yaaa, see you guys next time, smoga urusan teknisnya diberi titik terang. Dah-bye!

    32 min
  • Bunda Entrepreneur, Strong Nggak Tuh?
    Bun, jadi perempuan berdaya itu banyak macam dan jalannya, kan? Berdaya di rumah, berdaya di luar rumah, sambil bekerja, sambil mengasuh anak, sambil apapun sak karepmu yo keno. Kuat-kuat benerrr lu semua, salut deh muaaah!
    Akan tetapi kali ini Bundil Bunad kheseus mendatangkan Sobat Sambel aka Bunda Pedes satu ini buat ngobrol bareng seputar berdaya lewat wirausaha makanan rumahan. Dialah Ony Savitri, owner @madebykinoy spesialis susu almond, chia pudding, banana bread, was wes wos, endebrei-endebrei~
    Nggak ngobrol pake kepala kosong karena Bundil juga sedang ngejalanin usaha persambelan @dapurbundil yang lagi hip-hip-nya itu. Tektokannya jadi nyambung; ilmunya keluar-keluar mbleber tinggal ditampung. Enak banget deh ngerasain “iklimnya” kolaborasi > kompetisi, boom! Eh tapi inget yaaa ini bukan perkara ngajarin harus usaha rumahan juga, cuma yaa siapa tahu ada yang menyimpan hasrat dan resep endulita; kenapa tidak coba simak curhatan ini dulu?
    Yok, bisa denger, yok! Yok, bisa berdaya, yok! Yok, bisa beli juga termasuk berdaya, yok! *laaahhh
    1 hr 40 min
  • FOMO dan JOMO Kembar Tapi Beda, FOMO dan JOMO Kau Pilih Yang Mana?
    FOMO atau Fear of Missing Out atau ketakutan akan ketertinggalan, rasanya makin bertransformasi bentuknya seiring sama berjalannya waktu dan bertambahnya peran. Buat kami, FOMO tuh termasuk hal-hal kecil kayak Bundil yang pengin bisa “rajin” dan gercep “main” (baca: belanja online) di Shopee kayak bundes lain; Bunad yang tiap detik scroll Instagram biar nggak ketinggalan perkembangan dunia.⁣
    ⁣
    Ketinggalan metode parenting mindfull, langsung panik!⁣
    Belum pernah jajan Banban Tea, sedih :(⁣
    ⁣
    JOMO atau Joy of Missing Out atau bahagia yang justru muncul dari ketertinggalan atau “kelewatan” tuh kebalikannya si FOMO. Bagi kami JOMO nih mirip-mirip konsep mindfulness #namaste #tanganmengatup (agak kurang tepat penggunaannya tapi biar deh, wkwk). JOMO bikin hati ngerasa adem-ayem meskipun nggak selalu jadi yang paling hitzzz. ⁣
    ⁣
    Nggak ngikut Clubhouse, ya santuy~ ⁣
    Nggak jajan di kafe baru nuansa outdoor bin industrial, ya santuy~⁣
    ⁣
    Nama udah mirip FOMO n JOMO, tapi beneran bumi dan langit. Ibarat sinetron lawas yang masih terngiang di kepala kami “JONO dan LONO” kembar tapi beda (itulhobunddd yang ada Primus dan Ucok Baba), FOMO dan JOMO, kau pilih yang mana?⁣
    ⁣
    Tulis komenmu di Instagram @podcastsambel ya, Bund~⁣
    ⁣
    Love,⁣
    Bundil dan Bunad
    45 min
  • Ulang Tahun Pertama (Jangan Panjang Umur) Corona Masuk Indonesia. Apa Kabar, Bun? Masih Waras?
    Kalo yang ngikutin kami dari awal, pasti ngerti bahwa podcast ini lahir pada masa-masa awal pandemi di Indonesia. Waktu itu sedang sibuk-sibuknya fisik dan mental ini berparno-ria. Seiring waktu, situasi gini-gini aja, angka, warna, dan data bertebaran, ada kala muncul yang namanya “pandemic fatigue” (monmaap, fatigue yang ini nggak bisa disembuhin pakek Fatigon tapi ya, sorry Mas Primus Yustisio #tulungyangngertiketauanumurnya). Pandemi belum usai, yah tapi kitanya udah hampir gila dibuatnya.⁣
    ⁣
    Ada yang pilih #dirumahaja terus, ada yang total #newnormal #newme, ada yang berada di antaranya. Bundil dan Bunad, tanpa sama sekali mengecilkan angka nakes gugur dan semua yang terdampak karena Covid-19, memberanikan diri untuk healing bersama sambil menumpahkan curahan intisari hasil semedi mereka (please jangan di-bully, udah cukup minderan gak usah ditambahin lageee). Ngalor ngidul sekalian reunian setelah hiatus lebih dari dua bulan. KANGEN UGAK!⁣
    ⁣
    Kalau kamu lagi ada di tahap mana, Bun? Jujur, masih waras, nggak? Kalo jawabannya, “nggak” atau “mbuh” ... ya sama. Sini tak peluk erat virtual *hugsss.⁣
    ⁣
    Salam jangan lupa bersyukur,⁣
    Bundil & Bunad.
    51 min
  • Berdamai dengan 2020 a la Bunda
    2020 merupakan tahun yang bagi sebagian besar orang memang memorable, hmmm, beda pokoknya bedaaa! Bundil-Bunad cs (Bundhew @dhewiberta, Bunon @nonirosliyani, Buntan @nurjannah_intan, dan Bunran @nuraninura) turut mengamini. ⁣
    ⁣
    Bermaksud agak serius, pengin sedih-sedihan, sambil refleksi (maunya pijet beneran, apa daya copid), ehhh, jadinya malah reunian gini ngereview 2020 dari perspektif masing-masing Bunda. Dari yang melahirkan dan membesarkan bayi, yang kehilangan ayah terkasih, yang tertunda KPR, yang kehilangan pekerjaan, yang masih stabil, yang gemar ambil hikmahnya, kita semua basudaraaa. Mari berdamai dengan itu semua. Hugsss!⁣
    ⁣
    Lalu, apa ceritamu, Bun? Kalau boleh bisa bagi di kolom komen Instagram @podcastsambel, ya. ⁣
    ⁣
    Untuk semuanya yang masih bertahan dan berharap sampai saat ini, Bundil-Bunad ucapkan selamat. Semangat selalu, semoga harapan pada tahun 2021 bukan cuma naif-naifan sambel. Dan, jangan lupa bersyukur, Bunnnn!
    42 min
  • Top 3 Drama Korea 2020
    Gimana ya rasanya nggak upload episode baru 2 bulan lebih? Hmmm, awalnya coba-coba, eh, malah keterusan. HAHAHA! Sabar ... sabar .... Ngadapin Bunda-Bunda Inse macem Bundil Bunad emang kudu sabar. ⁣
    ⁣
    Nih, kami kembali di (sebut saja) season 2 @podcastsambel *keplok-keplok* dan untuk pemanasan, sengaja emang pilih tema yang lagi panas-panasnya. Drama Korea "Start-Up" terselubung judul Top 3 Drakor 2020. Yaaa, jaga-jaga biar nggak terlalu emosi ngomongin "Start-Up" wkwkwk. Drakor ini emang lagi ada di puncak, bentar lagi tamat, tapi ulah para netijen yang sukak perang-perang masih belum tamat dan kayaknya bakalan ninggalin sakit hati berlarut-larut *mamam noh baper* ⁣
    ⁣
    Kalo Bundil udah kerasa banget sih ngegas dan biasnya ke tim siapa, cek posternya aja lah ya, wis fixed. Kalo Bunad, cenderung cari jalan "aman" daripada diamuk Bundil repottt. Intinya, dari episode ini pengin mengapresiasi segenap kru dan creator drakor top 3 versi kami ini. Aslikkk, bagus-bagus semua. Cocok untuk yang baru mulai mau nonton di akhir tahun ini. Atau, ada yang punya Top 3 versi lainnya? Di podcast emang no-debat!!! tapi di komen Instagram silakan didebat, hahaha. Kami tunggu di @podcastsambel yaaa!⁣
    ⁣
    Yok, bisa yok, tim mana pun komen yok!
    40 min

About Podcast Sambel

From the publisher's feed

Welkam, welkam! Podcast SAMBEL atau podcast tempat SAMbat (ngeluh) Buibu (ibu-ibu) rebeL (ngeyel, berani beda, dan out of the box). Dipandu kami: Bundil atau Dila @diladol, seorang ibu dengan 2 anak…