Podcast Sambel

Podcast Sambel

By podcastsambelEducationSelf-Improvement
Download on the App Store

Podcast Sambel episodes

  • #CurhatAnandaSeries: Tontonan Youtube Ananda
    Haiii Bundes! Kangen nggak sama kami? *ngarepdotcom **jokesterlalulawas ***bundagenzcannotrelate. Sengaja muncul agak jarang, guna mempersiapkan series baru imprint Sambel, yakni "Curhat Ananda" yang dibalut rekomendasi ala-ala. Tentunya dipandu sama Ananda nan smart yang sudah luwes ngobs aka ngobrol bareng bundanya. Palagi kalo bukan Ananda-1-nya Bundilll! (Ananda-1 dikasih kode bukan apa-apa, 1 maksudnya anak pertama, sampe sini dong, kan, ya? Sip!).⁣
    ⁣
    Wis udah bullshit anak-anak bisa dibesarin tanpa ngerti namanya layar, wong sekolah aja kudu pake gadget. Youtube bisa jadi salah satu temen paling tulus dan deket buat para ananda sekalian. Sedih ada Youtube, seneng ada Youtube. Uwu. Nggak heran Ananda-1 dah faseeeh bener menyebut daftar channel and whyyy he likes them a lot.⁣
    ⁣
    Karena dunia ini penuh persaingan. Wis, monggo kasih tau juga channel jagoan masing-masing ananda. Boleh juga rekam suara/video ananda dengan rekomendasi channel Youtube favorit! (Tag @podcastsambel) Mari kita tutup description halu ini dengan menyanyikan mars Youtube jadul: "Youtube, Youtube, Lebih dari TV, BOOM!!!"
    15 min
  • School From Home Ini Membuatku ....
    Balik lagi ke serious-mode-on bersama sambat spesial Bundil soal sekolah dari rumah atau School From Home-nya (SFH) Ananda ke-1 Bundil. Roman-romannya kegilaan dari pandemi ini belum mau turun-turun juga ya, grafiknya *nangesss. Bundil apa kabar, nih? Yah, begitulah. Dari yang awalnya megap-megap, campur tenang, campur seru, campur "eh, kok gini?", "kok keterusan," dsb dsb.⁣
    ⁣
    Kami ucapin selamat kalo Bundes termasuk yang menikmati proses SFH dengan gemilang! Kami ucapin juga selamat kalo Bundes masih sering ngerasa stress dan edan berjamaah sama suami dan ananda. Gapapa! Asliiik, bisa bertahan sampe sekarang itu udah prestasi, ngaran kami. ⁣
    ⁣
    Nggak pake banyak cingcong, monggo ikutan luapkan isi hati dan uneg-uneg. Eh, jangan lupa dengerin podcastnya jugak demi kenaikan statistik, which means kami hepi, dan sistem imun meningkat!
    35 min
  • Episode 12: Throwback Single VS Bocil Traveling
    Hobi kami kala pandemi ini sesungguhnya adalah throwback atau inget-inget yang lalu. Palagiii, kalok udah urusan liburan. Meski, kami selalu excited tiap lihat temen-temen di benua Eropa sana yang udah mulai santuy liburan alam gunung alpen liebe, kami yang di Indonesia ini masih takuuut. ⁣
    ⁣
    Mungkin karena kami ada tanggungan anak-anak dan ortu senior di rumah, ya? Ah, mbuh lah. We won't judge. (Judge dalem hati aja, krayyy). Daripada menghakimi di sini, kami lebih suka mbanding-mbandingi: traveling saat single dan bedanya saat traveling bawa buntut. Bunad pas single doyan nonton konser, Bundil sebagai single yang demen nge-gang juga slalu sibuk seharian nggak boleh kasih kendor semua spot didatengin. Lalu semua berubah, saat berbuntut: Bundil dan "kenangan terindah" penerbangan Jogja-Paris yang aduhai dengan 2 anak piyik, berbanding Bunad Bunda Anyaran yang baru bawa bayi ke Kaliurang 3 jam aja ... recovery-nya bisa sampe seminggu.⁣
    ⁣
    Para Bundes skaliiian, mbokya komen, share, soal suka duka liburan bawa buntut. Boleh juga tambahin pengalaman kalo ada pernah ngerasain liburan sama encus (ini ultimate dream-nya Bundil). Kunjungi kami di Instagram @podcastsambel ya, siapa tau bisa kolab di kemudian hari. Namaste, semoga bisa segera liburan aman dan nyaman, ya, Bundes!
    38 min
  • Episode 11: Enaknya Tinggal di Indonesia
    Bundil dan Bunad, kadang suka wondering gimana rasanya jadi keluarga diaspora. Bundil pengin tinggal di Dubai, Bunad pernah pengin menetap di Zimbabwe. Alasannya simpel, penasaran bercampur ambisi (ngok!). Kali ini kami kedatangan Bunde, atau Ade Kumalasari, Bunda Seleb Facebook, yang total 7 tahun tinggal di luar negeri (Australia dan Jerman) lantaran menemani suami bersekolah. ⁣
    ⁣
    Lewat Bunde ini lah, kami kepo-kepo enaknya tinggal di dua alam, eh, maksudnya di Indonesia dan di luar negeri. Tentunya dengan perspektif perbundaan, dari soal pengalaman melahirkan, mengurus rumah tangga, sampai sekilas info sekolah anak. Misal, di Indonesia itu jelas enaknya bisa deket dan disupport keluarga inti terkasih (eh, eh, meskipun konon ada minusnya juga di beberapa sisi, pastiii, hihi). ⁣
    ⁣
    Saking komplit bin solutifnya cerita Bunde, pada ujung durasi, kami mantep sama pilihan masing-masing. Nggak sama, tapi nggak bikin berantem juga siii. Yang intinya, di mana pun kami berada, perasaan kangen sama tanah air itu akan selalu ada. Mengutip kata Bunde di status Facebook-nya, "Dirgahayu Negeriku. Semoga Indonesia bisa menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi semua warganya." Aamiin. Merdeka!
    45 min
  • Episode 10: Masak wajib nggak, sih, Bunnnd?
    Bundil lagi kewalahan masak buat pesenan sambel cumi @dapurbundil, sementara Bunad lagi kewalahan mikir soal mau bikin makan siang apa. Hahaha. Bincang-bincang soal skill wajib untuk bertahan hidup, kemampuan memasak dasar itu termasuk, nggak sih? Kalau kami sih, "iyes!" ⁣⁣⁣⁣⁣
    ⁣⁣⁣⁣⁣
    Mau siapa pun itu (nggak harus para bunda, lho) harus bisa masak, minimal nyeplok telor, lah. Semisal, warung sa-endonesia itu kompak tutup, minimal kita bisa lah survive dengan bekal skill segitu. Cuma ya, kalo udah jadi bunda, kemampuan masak ini jadi naik level urgency-nya. Palagiii, kalo mau anaknya senantiasa makan masakan rumah yang sehat dan seger. Wow, ambi!⁣⁣⁣⁣
    ⁣⁣⁣⁣⁣
    Bagi Bundil, memasak itu udah jadi kebiasaan, beda sama Bunad kecil yang lebih "berjarak" sama dapur. Namun, seiring tumbuh dan berkembang, kami sadar masak itu bukan perkara bisa atau tidak. Yang nggak suka masak, pasti ada. Tapi yang nggak bisa masak? Kayaknya nggak ada deh. Ngaran kami, lhooo. Sila kalo mau didebat. Sambangilah kolom komen di Instagram resmi kami, @podcastsambel. Jadilah yang pertama komen di sana! (Cryyy, why so pathetic wkwkwk). See you!
    32 min
  • Episode 9: Inse Mania? Mantappp!!!
    Insecure atau inse (disingkat bukan karena males, tapi coba deh cek referensi generasi usia bawah 20-an sekarang, pasti lebih ngeh sama istilah itu). Aaaanyway, ngomongin soal inse ini serasa nggak ada habisnya. Palagi bagi kami, Bundil dan Bunad yang akrab sama perasaan ini sedari kecil. ⁣
    ⁣
    Kali ini kami pengin "latihan" berdua dulu, nih. Latihan ngeluarin pendapat soal apa sih salah satu inse kami sekarang? Misal nih, Bunad dengan insenya ala ibu baru dan Bundil yang lagi inse sama karir. Apa sih latar belakang dan dampaknya? Juga, apa-apa yang udah kami pikirin atau coba lakuin untuk mengatasi inse-inse tadi. Pada fase sekarang ya, soalnya kalo mundur-mundur flashback nanti bisa sampe 10 season. ⁣
    ⁣
    Hehehe, disclaimer: apa pun yang dicurhatin dan difatwain (cieee, MUI kaliii) sama kami tuh murni alternatif pandangan ajaaa, jadi jangan baper kalo-kalo ada pandangan yang sekiranya berbeza. Love yourself, respect others, kalo kata BTS (YAKALIII!!!). Intinya, feel free untuk share inse terbesar di Instagram @podcastsambel ya!
    42 min
  • Episode 8: Sungguh Indah di Pulau Bali, Pulau Dewata Menawan Hati
    "Sungguh indah di Pulau Bali, Pulau Dewata menawan hati. Sayang, sayang, waktu ku pulang ... teringat slalu di pulau ini." Begitu Bundes, lagunya .... ⁣
    ⁣
    Masih pada inget nggak sih sama lagu yang fenomenal di pertengahan tahun 90-an itu? Cindy Cenora? Aku Cinta Rupiah? (eh, beda lagu, ya!) Lagu ini segitu membekas di hati Bundil dan Bunad, lho. Sedari kecil, sebelum tahu apa itu kata "traveling", cita-cita itu ya pergi liburan ke Bali! ⁣
    ⁣
    Setelah pandemi ini, kami pun yakin Bali akan ramai lagi. Dan pasti jadi salah satu tujuan para Bundes kan? Ya, kan? Ya, kan? Sambil nunggu masa bisa terbang dengan bebas lagi, boleh yaaa, bayangin tipis-tipis, flashback soal Bali. ⁣
    ⁣
    Kasih tahu kami, kalau kalian juga punya kenangan atau malah belum kesampaian liburan di Bali, cus ke Instagram @podcastsambel, ya. Ehem, kali ini tidak terima di-judge sama kalian yang udah tinggal di Bali dari lahir atau sekarang tinggal di Bali! Hahaha, peace love en gaul~
    39 min
  • Episode 7: Nabung Ambi Demi Keluarga
    Critanya ... Bunad uring-uringan karena beberapa bulan terakhir ini semakin berat sejak covid, melahirkan, dan di-PHK. Terus terang, banyak penyesuaian diperlukan supaya bisa survive dari sisi finansial. Bundil yang beda nasib, ternyata masa mudanya udah akrab sama kebiasaan menabung. Bebal juga tuh Bunad, masih aja belum termotivasi dia, YOLO. Wkwkwk. Untungnya di circle kami ada Bunon @nonirosliyani, seseorang yang oleh teman-teman sejawat *cie elah (((sejawat))) dijuluki "Ratu Nabung Ambi". Alasannya, banyak sekali pencapaiannya (rumah, kendaraan, tabungan sekolah anak sampai kuliah, investasi saham + reksadana) yang bisa dikatakan ideal dan progresif bahkan sejak sebelum menginjak 30 tahun. Nah, kalo sekarang? Bunon semakin di depan! Disiplin dan konsisten. Selaras dan seimbang. Nabung iya, seneng-seneng jugak. Denger-denger nggak ada tuh financial planner yang jadi kiblatnya. Hmmm .... makin penasaran? Cusss, dengerin. Trus bisa deh renungin, Bunda se-YOLO Bunad? Atau se-ambi Bunon? Ada di tengah-tengah kayak Bundil? Atau Bunda, punya metode financial planning racikan sendiri? Yuk share yuk di Instagram @podcastsambel!
    41 min
  • Episode 6: Mau Punya Berapa Anak, Bunda?
    Assalamualaikum, Bundes (aka Bunda Pedes. Ehem, kita trial dulu ya sebutan buat pendengar ini). Inget nggak dulu (((zaman orba))) saat kita sering denger soal program "Keluarga Berencana" yang gencar-gencarnya digalakkan sama pemerintah? Jargon, "Dua anak lebih baik," program ini sampai ngelotok saking seringnya nampil lewat iklan layanan masyarakat di TV. Lama-lama, kok kayaknya jadi standard ideal yang mayan mengakar, ya? Fixed. Berhasil nih, orba. Etapi, bukan mau ngomongin kebijakan pemerintah beserta efeknya, ya. Cuma lagi penasaran, gimana pikiran circle geng bunda Sambel, seperti Bunda Intan @nurjannah_intan yang beranak 1 dan Bunda Dhewi @dhewiberta yang sudah beranak 4. Dipandu sama Bundil sebagai Ceu Momod episode ini. Pengen punya anak berapa? Alasannya apa? Dan, gimana tuh kabar cita-cita itu sekarang setelah dibenturkan dengan realita? Duh, lama-lama seru juga nih kalo diterusin bahasnya. Kalo bundes sekalian, cita-citanya pada pengin punya anak berapa? (Tanda bintang, semuanya kembali pada hak prerogatif Allah Swt. ya) Bagi yaaak suara hati para bundes di kolom komen Instagram @podcastsambel. Sampai jumpa, emmmuah! :*
    40 min
  • Episode 5: Nikah Umur 20-an Vs 30-an
    Kali ini kami menyeret para suami, untuk flashback tipis-tipis soal pelajaran yang bisa diambil ketika menikah pada rentang umur tertentu. Sample-nya diambil dari yang dekat, keluarga kami sendiri: Bundil dan Pak Irham yang menikah di usia 24 vs Bunad dan Pak Dimaz yang menikah di umur 31. Kebetulan keluarga kami punya kesamaan, sama-sama pasangan kelahiran 1988, para bapak sama-sama pernah bekerja di institusi/galeri seni, para bunda sama-sama kerja di penerbit, dan ndilalah di Jogja ini, kami sama-sama memilih tinggal bareng ibu mertua (ibu dari para suami). Jadi harapannya sih, bisa seobjektif mungkin ngejelasin bedanya nikah di usia-usia tersebut, tanpa berantem, tanpa ngegas, misal: "aku paling pas-kamu nggak, aku lebih bahagia-kamu nggak, aku mapan-kamu nggak, dst" Nggak sama sekali woyyy, kami cinta damaiii love n gaul. Intinya sih, cuma pengin flashback nostalgia berbalut berbagi. Para bunda tim yang mana nih? Nikah seusia dengan Bundil-Pak Irham? Bunad-Pak Dimaz? Atau malah bukan keduanya? Share yuk cerita bunda ke Instagram @podcastsambel.
    43 min

About Podcast Sambel

From the publisher's feed

Welkam, welkam! Podcast SAMBEL atau podcast tempat SAMbat (ngeluh) Buibu (ibu-ibu) rebeL (ngeyel, berani beda, dan out of the box). Dipandu kami: Bundil atau Dila @diladol, seorang ibu dengan 2 anak…