Kali ini kami menyeret para suami, untuk flashback tipis-tipis soal pelajaran yang bisa diambil ketika menikah pada rentang umur tertentu. Sample-nya diambil dari yang dekat, keluarga kami sendiri: Bundil dan Pak Irham yang menikah di usia 24 vs Bunad dan Pak Dimaz yang menikah di umur 31. Kebetulan keluarga kami punya kesamaan, sama-sama pasangan kelahiran 1988, para bapak sama-sama pernah bekerja di institusi/galeri seni, para bunda sama-sama kerja di penerbit, dan ndilalah di Jogja ini, kami sama-sama memilih tinggal bareng ibu mertua (ibu dari para suami). Jadi harapannya sih, bisa seobjektif mungkin ngejelasin bedanya nikah di usia-usia tersebut, tanpa berantem, tanpa ngegas, misal: "aku paling pas-kamu nggak, aku lebih bahagia-kamu nggak, aku mapan-kamu nggak, dst" Nggak sama sekali woyyy, kami cinta damaiii love n gaul. Intinya sih, cuma pengin flashback nostalgia berbalut berbagi. Para bunda tim yang mana nih? Nikah seusia dengan Bundil-Pak Irham? Bunad-Pak Dimaz? Atau malah bukan keduanya? Share yuk cerita bunda ke Instagram @podcastsambel.