
Sign up to save your podcasts
Or


Demokrasi di Indonesia--dan di berbagai belahan dunia--dinilai mengalami regresi lima tahun terakhir. Indikasinya adalah menguatnya oligarki partai politik, maraknya politik identitas di akar rumput, juga adanya polarisasi politik di kalangan intelektual. Demokrasi menuntut rasionalitas dengan mengesampingkan sentimen kelompok yang lebur menjadi civil society. Demokrasi juga mensyaratkan sekularisasi berpikir, tidak mudah terpukau dogma, simbol, mitos atau pemujaan pada figur, dan juga tidak fanatik pada kubu politik. Teknologi informasi, selain budaya politik, menjadi faktor maju-mundurnya demokrasi. Bagaimana upaya menjaga keberlangsungan demokrasi?
Narasumber Dhaniel Dhakidae, Pemimpin Redaksi Prisma, Anggota Dewan Pembina Yayasan Tifa
By TIFA FOUNDATIONDemokrasi di Indonesia--dan di berbagai belahan dunia--dinilai mengalami regresi lima tahun terakhir. Indikasinya adalah menguatnya oligarki partai politik, maraknya politik identitas di akar rumput, juga adanya polarisasi politik di kalangan intelektual. Demokrasi menuntut rasionalitas dengan mengesampingkan sentimen kelompok yang lebur menjadi civil society. Demokrasi juga mensyaratkan sekularisasi berpikir, tidak mudah terpukau dogma, simbol, mitos atau pemujaan pada figur, dan juga tidak fanatik pada kubu politik. Teknologi informasi, selain budaya politik, menjadi faktor maju-mundurnya demokrasi. Bagaimana upaya menjaga keberlangsungan demokrasi?
Narasumber Dhaniel Dhakidae, Pemimpin Redaksi Prisma, Anggota Dewan Pembina Yayasan Tifa