
Sign up to save your podcasts
Or


Self-love atau mencintai diri sendiri menjadi kata yang cukup menarik untuk dibahas dan diucapkan belakangan ini, mungkin karena semakin meningkatnya kesadaran manusia akan kesehatan dan kesejahteraan mentalnya sendiri. Adapun mencintai diri berarti memperlakukan diri dengan penuh kelembutan dan kepedulian. Mencintai diri seringkali disalahpahami sebagai bersikap narsisistik, namun keduanya jelas berbeda: narsisistik selalu menganggap diri sebagai terbenar, sedangkan mencintai diri justru menerima jika diri sendiri melakukan kesalahan.
Perbedaan lainnya, sikap narsistik cenderung tidak sehat karena memunculkan keinginan untuk terus-menerus terlihat lebih baik dari orang lain, sedangkan mencintai diri sendiri justru membuat diri merasa lebih sejahtera. Namun, sayangnya makin kesini istilah self-love kerap jadi kambing hitam atas perilaku memanjakan diri yang disebut self-sabotage. Perbedaan keduanya memang sangat tipis, bahkan jarang disadari, self-sabotage atau menyabotase diri sendiri adalah perilaku yang secara sadar atau tidak sadar dapat menahan dan mencegah kita untuk berkembang dan meraih tujuan hidup.
Contoh paling mudah yang mengarah pada perilaku Self-Sabotage Berkedok Self-Love adalah rasa malas yang membuat kita terus menunda pekerjaan, namun berdalih istirahat untuk menjaga kesehatan mental agar tidak burn out. Dengan diadakannya Podcast dengan tema “Self Sabotage berkedok self love” ini, diharapkan para pendengar dapat jauh lebih memahami cara menjaga Kesehatan mental dengan self-love dengan baik dan tidak lagi menganggap kebiasaan ini menjadi kebiasaan yang aneh untuk dilakukan.
By Love Yourself IndonesiaSelf-love atau mencintai diri sendiri menjadi kata yang cukup menarik untuk dibahas dan diucapkan belakangan ini, mungkin karena semakin meningkatnya kesadaran manusia akan kesehatan dan kesejahteraan mentalnya sendiri. Adapun mencintai diri berarti memperlakukan diri dengan penuh kelembutan dan kepedulian. Mencintai diri seringkali disalahpahami sebagai bersikap narsisistik, namun keduanya jelas berbeda: narsisistik selalu menganggap diri sebagai terbenar, sedangkan mencintai diri justru menerima jika diri sendiri melakukan kesalahan.
Perbedaan lainnya, sikap narsistik cenderung tidak sehat karena memunculkan keinginan untuk terus-menerus terlihat lebih baik dari orang lain, sedangkan mencintai diri sendiri justru membuat diri merasa lebih sejahtera. Namun, sayangnya makin kesini istilah self-love kerap jadi kambing hitam atas perilaku memanjakan diri yang disebut self-sabotage. Perbedaan keduanya memang sangat tipis, bahkan jarang disadari, self-sabotage atau menyabotase diri sendiri adalah perilaku yang secara sadar atau tidak sadar dapat menahan dan mencegah kita untuk berkembang dan meraih tujuan hidup.
Contoh paling mudah yang mengarah pada perilaku Self-Sabotage Berkedok Self-Love adalah rasa malas yang membuat kita terus menunda pekerjaan, namun berdalih istirahat untuk menjaga kesehatan mental agar tidak burn out. Dengan diadakannya Podcast dengan tema “Self Sabotage berkedok self love” ini, diharapkan para pendengar dapat jauh lebih memahami cara menjaga Kesehatan mental dengan self-love dengan baik dan tidak lagi menganggap kebiasaan ini menjadi kebiasaan yang aneh untuk dilakukan.