Fluent Fiction - Indonesian:
Finding Connection in the Rain: A Jakarta Market Tale Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-02-03-08-38-20-id
Story Transcript:
Id: Hujan turun dengan deras ketika Riska berjalan di pasar jalanan yang ramai di Jakarta.
En: The rain fell heavily as Riska walked through the bustling street market in Jakarta.
Id: Aroma sate dan bau tanah basah menyeruak ketika dia mencari hadiah Imlek yang unik untuk bos barunya.
En: The aroma of sate and the scent of wet earth filled the air as she searched for a unique Imlek gift for her new boss.
Id: Dia merasa sedikit kewalahan di tengah hiruk-pikuk pasar.
En: She felt a bit overwhelmed amidst the market's hustle and bustle.
Id: Ini adalah pengalaman pertamanya di pasar Jakarta dalam musim hujan.
En: This was her first experience at a Jakarta market during the rainy season.
Id: Sementara itu, Andi, seorang pengusaha lokal, menjaga kios kecilnya.
En: Meanwhile, Andi, a local entrepreneur, tended to his small stall.
Id: Dia menghabiskan jam-jamnya membuat kerajinan tangan yang indah, berharap menarik pelanggan meski hujan menderas.
En: He spent hours crafting beautiful handmade items, hoping to attract customers despite the pouring rain.
Id: Hari ini pasar sepi, dan Andi mulai khawatir dengan omzet penjualannya.
En: Today, the market was quiet, and Andi began to worry about his sales revenue.
Id: Riska berhenti di depan kios Andi, tertarik oleh warna-warna cerah yang terpancar dari lentera buatan tangan.
En: Riska stopped in front of Andi's stall, drawn by the bright colors emanating from the handmade lanterns.
Id: Dia berusaha berbicara dengan Bahasa Indonesia yang terbata-bata, "Apakah ini buatan tangan, Mas?
En: She tried speaking in halting Indonesian, "Is this handmade, Mas?"
Id: "Andi tersenyum, senang karena ada pengunjung yang tertarik dengan barangnya.
En: Andi smiled, pleased that a visitor was interested in his items.
Id: "Iya, Mbak.
En: "Yes, Mbak.
Id: Semua saya buat sendiri.
En: I make all of them myself.
Id: Ada yang Mbak suka?
En: Is there anything you like?"
Id: "Riska memperhatikan dengan seksama.
En: Riska observed carefully.
Id: Dia ingin sesuatu yang istimewa untuk impresi baik di kantor barunya.
En: She wanted something special to make a good impression at her new office.
Id: Namun, dia juga ingin merasakan sedikit kehangatan dan cerita dari kota ini.
En: However, she also wanted to feel a bit of warmth and hear stories from this city.
Id: Hujan semakin deras, membuat pasar mulai basah.
En: The rain grew heavier, making the market wet.
Id: Melihat Riska kebingungan dengan bahasa dan situasi, Andi mengajak, "Mbak, kalau hujan begini, ayo berteduh saja di belakang.
En: Seeing Riska confused with the language and the situation, Andi offered, "If it's raining like this, Mbak, let's take shelter in the back."
Id: "Riska merasa lega dan mengikuti Andi ke bagian belakang kios.
En: Riska felt relieved and followed Andi to the back of the stall.
Id: Mereka mulai bercerita, tentang Jakarta, tentang pekerjaan Riska sebagai desainer grafis, dan bisnis Andi yang penuh tantangan.
En: They began to talk about Jakarta, Riska's job as a graphic designer, and Andi's challenging business.
Id: Saat itulah Andi menunjukkan lentera yang paling ia banggakan.
En: That's when Andi showed her the lantern he was most proud of.
Id: "Ini, Mbak.
En: "Here, Mbak.
Id: Lentera ini terinspirasi dari tradisi Imlek, mencerminkan harapan baru.
En: This lantern is inspired by Imlek traditions, reflecting new hopes."
Id: "Riska terpukau.
En: Riska was captivated.
Id: Lentera itu memiliki detail yang rumit namun anggun.
En: The lantern featured intricate yet elegant details.
Id: Dengan senyuman, dia setuju untuk membelinya.
En: With a smile, she agreed to buy it.
Id: "Ini sempurna.
En: "This is perfect.
Id: Terima kasih, Mas Andi.
En: Thank you, Mas Andi."
Id: "Setelah transaksi selesai, mereka saling bertukar nomor kontak.
En: After the transaction was complete, they exchanged contact numbers.
Id: Ada harapan untuk pertemuan lagi di masa depan, mungkin lebih dari sekadar bisnis.
En: There was hope for another meeting in the future, perhaps more than just business.
Id: Sebagai Riska meninggalkan pasar, dia merasa lebih diterima di kota baru ini.
En: As Riska left the market, she felt more welcomed in this new city.
Id: Dia sadar, hubungan baru bisa dimulai di tempat yang tidak terduga.
En: She realized that new relationships can begin in unexpected places.
Id: Sementara itu, Andi merasa puas dengan keterampilan kerajinannya, percaya diri bahwa usahanya bisa berkembang.
En: Meanwhile, Andi felt satisfied with his crafting skills, confident that his efforts could flourish.
Id: Pasar jalanan, dengan segala keramaiannya, telah menyatukan dua orang yang berbeda.
En: The street market, with all its liveliness, had brought together two different people.
Id: Di bawah hujan dan lentera yang bersinar, benih persahabatan atau mungkin lebih telah ditanam.
En: Under the rain and shining lanterns, the seeds of friendship or perhaps more had been planted.
Vocabulary Words:
- bustling: ramai
- aroma: aroma
- scent: bau
- unique: unik
- overwhelmed: kewalahan
- amidst: di tengah
- entrepreneur: pengusaha
- stall: kios
- crafting: membuat
- items: barang
- revenue: omzet
- drawn: tertarik
- emanating: terpancar
- halting: terbata-bata
- observe: memperhatikan
- intricate: rumit
- elegant: anggun
- transaction: transaksi
- exchanged: saling bertukar
- flourish: berkembang
- liveliness: keramaian
- seeds: benih
- friendship: persahabatan
- crafting: kerajinan
- captivated: terpukau
- impression: impresi
- sentiment: perasaan
- relief: legaan
- unexpected: tidak terduga
- confidence: percaya diri