Menjamurnya paradigma mendewakan pengalaman dan kerja keras dalam berorganisasi, memiliki sisi negatif berbeda dari yang dapat dirasakan tiap mahasiswa. Paradigma ini dapat dilatarbelakangi oleh beberapa variabel seperti keinginan mahasiswa itu sendiri yang sangat ingin untuk bekerja keras, hingga bahkan sebagai hasil dari ekspetasi pemimpin terhadap individu tersebut. Hal ini, selain menjadi cerminan mahasiswa agar dapat mengukur beban kerja yang dapat ditanggung, juga memperhitungkan persepsi organisasi terhadap budaya bekerja dengan keras yang menimpa mahasiswa. Akibatnya, mahasiswa dapat menjadi abai terhadap lingkungan sekitarnya, dan tak jarang mahasiswa menjadi salah mempersepsikan bahwa mendapat pengalaman dan kepercayaan di organisasi lebih penting dibandingkan sisi akademis.