Truth Daily Enlightenment

GAMBAR DIRI DAN ALAM CIPTAAN


Listen Later

Mengapa manusia jatuh dalam dosa ketika menghadapi pencobaan Iblis? Apakah manusia diciptakan hanya dengan kemampuan yang terbatas, sehingga manusia pasti jatuh dalam dosa? Logikanya, Allah pasti membuka peluang selebar-lebarnya kepada manusia untuk memiliki kemungkinan dalam kemampuannya untuk menang, artinya taat kepada Allah. Tetapi di lain pihak Allah juga tidak menutup kemungkinan manusia dapat gagal. Inilah tatanan keadilan Allah. Dalam kehendak bebasnya, manusia harus menentukan takdirnya. Jadi, kalau faktanya manusia akhirnya jatuh dalam dosa atau gagal menaati Allah, hal itu bukan karena kesalahan Allah, tetapi keputusan dan pilihan manusia itu sendiri.
Walau manusia diberi kemampuan untuk menang, tetapi kemampuan itu harus dikembangkan agar tidak bisa jatuh dalam dosa. Kemampuan yang Tuhan berikan dimaksudkan agar manusia dapat mengungguli musuh. Kalau Tuhan tidak memberi kemungkinan manusia memenangkan pergumulan untuk taat, maka berarti manusia adalah produk gagal. Dalam ketulusan hati Tuhan dan kesucian-Nya, Tuhan tidak merancang manusia untuk jatuh dalam dosa. Tuhan menghendaki manusia menjadi teman atau sahabat dan sekutu-Nya di keabadian dan dalam pengabdian kepada-Nya. Dalam perjalanannya, manusia lebih mendengar suara musuh Allah, sehingga gagal memiliki gambar dan rupa Allah. Hal ini mengakibatkan manusia gagal membangun gambar diri yang benar.
Walaupun manusia sudah jatuh dalam dosa, tetapi manusia masih bisa berkarya. Hari ini kita dapat menyaksikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditemukan manusia sangat menakjubkan. Hal ini menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk cerdas yang Tuhan ciptakan. Tidak bisa dibayangkan betapa dahsyatnya kecerdasan manusia, seandainya manusia tidak jatuh dalam dosa. Betapa luar biasa prestasi yang dapat dicapai manusia untuk mengelola bumi ini dan atas semua ciptaan Tuhan yang lain, seandainya manusia tidak jatuh dalam dosa. Dalam hal ini Tuhan tidak membuat pembatasan. Kalau manusia dijadikan kawan sekerja Allah, tentu manusia dilengkapi dengan segala kemampuan yang luar biasa. Demikian pula dengan moralnya. Walaupun manusia sudah jatuh dalam dosa, tetapi manusia masih bisa menyusun moralnya dengan baik, tetapi tidak akan bisa mencapai standar kesucian hidup sesuai rancangan Allah semula.
Ternyata alam yang diciptakan Tuhan ini menyimpan berjuta misteri kekayaan yang bisa tiada batas. Sebab Allah yang menciptakan alam ini adalah Allah yang Mahacerdas, maka hasil karya-Nya pun pasti luar biasa. Karena alam adalah karya dari Pribadi yang Mahacerdas, maka manusia juga harus cerdas. Kecerdasan manusia harus dapat mengimbangi kecerdasan Tuhan yang menciptakan alam semesta ini. Tentu mengimbangi di sini bukan berarti manusia bisa melampaui Tuhan. Itulah sebabnya manusia harus menandatangani “kontrak kerja” dengan Tuhan (Kej. 2:15). Manusia harus bekerja dan menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Dalam kerja tersebut manusia mengembangkan diri, yaitu mengembangkan semua potensi di dalam dirinya, termasuk potensi moralnya.
Terkait dengan hal tersebut, ada dua hal penting yang harus dipahami, yaitu pertama, cara Tuhan menciptakan alam semesta ini dalam tahapan-tahapan proses yang ketat dari hari pertama sampai hari keenam. Hal kedua, bahwa bumi yang diciptakan ternyata dalam keadaan yang masih harus digarap, tidak statis, tetapi berpotensi progresif.  Terkait dengan ilmu pengetahuan umum, ternyata Tuhan tidak diskriminasi. Dalam kitab Kejadian dikisahkan keturunan Kain orang berdosa lebih berprestasi dari pada keturunan Set yang benar (Kej. 4:20-22). Hari ini kita melihat progresivitas manusia yang tidak terkendali oleh perkembangan teknologi yang diselenggarakan orang-orang fasik juga. Ironi, di satu sisi teknologi berkembang, tetapi tidak membuat manusia nyaman dan aman, sebab pelakunya adalah orang-orang yang belum menemukan gambar diri sesuai dengan kehendak Allah. Hal ini tidak akan terjadi di dunia yang akan datang,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings