
Sign up to save your podcasts
Or


Tugas penyuluh pertanian pada tahun 2022 kian tak mudah di tengah permasalahan pangan yang juga cukup besar. Karena itu, penyuluh pertanian harus terus meng-update informasi dan pengetahuan, jangan hanya mengandalkan bimbingan teknis (bimtek) dari pemerintah.
“Penyuluh harus update informasi. Jangan andalkan Bimtek yang perlu waktu dan biaya siginifikan. Manfaatkan internet of things (IoT) dan Tabloid Sinar Tani. Ini bisa menjadi peluru dan amunisi penyuluh di lapangan
Angka kemiskinan di pedesaan yang mayoritas bermatapencarian petani juga masih cukup tinggi. Data menyebutkan hampir 87 persen desa berpenghasilan utama dari pertanian. Sekitar 60 persen penduduknya bertani padi dan palawija. Sedangkan 13,1 persen penduduk Indonesia justru tinggal di pedesaan.
Masalah lainnya adalah, sebagian besar petani di Indonesia atau sekitar 82,55 persen petani berpendidikan maksimal SMP. Proporsi petani muda juga kian berkurang. “Petani Indonesia sekarang ini didominasi kaum kolotnial yang hanya lulus SD dan tidak sekolah,” tuturnya.
Belum lagi persoalan gizi buruk pada penduduk Indonesia, khususnya di pedesaan. Kondisi tersebut banyak terjadi di daerah miskin. Data tahun 2018, kasus stunting pada anak mencapai 7,3 juta orang. “Kasus gizi buruk justru terjadi di daerah yang penduduk berpenghasilan rendah sangat berhubungan,” ujarnya.
Achmad Baihaqi, penyuluh pertanian Kabupaten Semarang juga mengakui, masih banyak PR pemerintah untuk meningkatkan kinerja penyuluh pertanian. Salah satu yang paling utama adalah kelembagaan penyuluh pertanian yang belum kuat, sehingga menyebabkan lemahnya posisi tawar penyuluh.
Di lapangan menurutnya, dengan adanya UU Otonomi Daerah membuat banyak lembaga penyuluhan di daerah dihapus. Penyuluh ibarat anak kehilangan induknya. Ada yang hanya kepala seksi, ada yang setingkat kepala bidang, bahkan hanya sebagia tenaga fungsional penyuluh.
“Sistem birokrasi di daerah membuat penyuluh menjadi penghubung lintas bidang. Akibatnya fokus penyuluh untuk membina dan mengawal usaha tani menjadi tidak fokus, bergerser menjadi petugas administratif,” sesalnya.
Semua itu menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah membangkitkan penyuluh kembali di tahun 2022.
By SINTA TVTugas penyuluh pertanian pada tahun 2022 kian tak mudah di tengah permasalahan pangan yang juga cukup besar. Karena itu, penyuluh pertanian harus terus meng-update informasi dan pengetahuan, jangan hanya mengandalkan bimbingan teknis (bimtek) dari pemerintah.
“Penyuluh harus update informasi. Jangan andalkan Bimtek yang perlu waktu dan biaya siginifikan. Manfaatkan internet of things (IoT) dan Tabloid Sinar Tani. Ini bisa menjadi peluru dan amunisi penyuluh di lapangan
Angka kemiskinan di pedesaan yang mayoritas bermatapencarian petani juga masih cukup tinggi. Data menyebutkan hampir 87 persen desa berpenghasilan utama dari pertanian. Sekitar 60 persen penduduknya bertani padi dan palawija. Sedangkan 13,1 persen penduduk Indonesia justru tinggal di pedesaan.
Masalah lainnya adalah, sebagian besar petani di Indonesia atau sekitar 82,55 persen petani berpendidikan maksimal SMP. Proporsi petani muda juga kian berkurang. “Petani Indonesia sekarang ini didominasi kaum kolotnial yang hanya lulus SD dan tidak sekolah,” tuturnya.
Belum lagi persoalan gizi buruk pada penduduk Indonesia, khususnya di pedesaan. Kondisi tersebut banyak terjadi di daerah miskin. Data tahun 2018, kasus stunting pada anak mencapai 7,3 juta orang. “Kasus gizi buruk justru terjadi di daerah yang penduduk berpenghasilan rendah sangat berhubungan,” ujarnya.
Achmad Baihaqi, penyuluh pertanian Kabupaten Semarang juga mengakui, masih banyak PR pemerintah untuk meningkatkan kinerja penyuluh pertanian. Salah satu yang paling utama adalah kelembagaan penyuluh pertanian yang belum kuat, sehingga menyebabkan lemahnya posisi tawar penyuluh.
Di lapangan menurutnya, dengan adanya UU Otonomi Daerah membuat banyak lembaga penyuluhan di daerah dihapus. Penyuluh ibarat anak kehilangan induknya. Ada yang hanya kepala seksi, ada yang setingkat kepala bidang, bahkan hanya sebagia tenaga fungsional penyuluh.
“Sistem birokrasi di daerah membuat penyuluh menjadi penghubung lintas bidang. Akibatnya fokus penyuluh untuk membina dan mengawal usaha tani menjadi tidak fokus, bergerser menjadi petugas administratif,” sesalnya.
Semua itu menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah membangkitkan penyuluh kembali di tahun 2022.