aku merasa asing terhadap diriku sendiri. ada masa ketika pulang selalu berarti kembali pada sesuatu—pada tawa, pada rasa aman, pada keyakinan bahwa aku tahu siapa diriku sebenarnya. tapi kini, setiap jalan yang kutempuh justru membuatku semakin mempertanyakan: “apa? sebenarnya aku dibuat untuk apa?”