Dalam kisah Hakim-Hakim 17-18, kita akan melihat bagaimana umat Israel menciptakan “Tuhan” versi mereka sendiri, menggantikan Tuhan yang sejati dengan sesuatu yang mereka pikir bisa memberi kebahagiaan dan keamanan. Namun, alih-alih terang, mereka justru terjebak dalam kegelapan yang semakin dalam.
Khotbah minggu ini mengajak kita untuk menyelidiki hati: Apakah yang tanpa sadar telah menggantikan atau memanfaatkan Tuhan untuk mendapatkan hal-hal lain—seperti kesuksesan, kenyamanan, atau pengakuan? Gelapnya hati yang menyembah berhala dapat memisahkan kita dari sumber terang sejati.