Siapa tidak ingin menjadi “besar”? Naik jabatan, dapat fasilitas tertentu dipekerjaan yang lebih ‘wah’, perusahaan semakin berkembang, pengen dihormati dan diakui. Tentunya semua orang menginginkan hal tersebut, sehingga banyak orang berambisi untuk menduduki posisi yang strategis demi mendapat kekuasaan dan kehormatan.
Lalu apa makna dan implikasi perkataan Yesus “Barangsiapa ingin menjadi besar, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya”
Apakah kita pernah terjebak dalam motivasi menjadi “besar” yang keliru? Bagaimana memahami perkataan Yesus tentang ‘barangsiapa ingin menjadi besar, hendaklah ia menjadi pelayan’?