GKJ Jakarta
Download on the App Store

GKJ Jakarta episodes

  • "Konsinsten Menyatakan Kebenaran" (Kisah Para Rasul 6:8-15)
    I will come to you in the silenceI will lift you from all your fearYou will hear My voiceI claim you as My choiceBe still, and know I am nearI am hope for all who are hopelessI am eyes for all who long to seeIn the shadows of the night, I will be your lightCome and rest in MeDo not be afraid, I am with youI have called you each by nameCome and follow MeI will bring you homeI love you and you are mine
    19 min
  • Nats Alkitab: Mazmur 143: 5-8 (BIMK)
    "Kuingat hari-hari yang lalu; kupikirkan segala perbuatan-Mu, kurenungkan semua karya-Mu. Aku berdoa kepada-Mu dengan tangan terentang; seperti tanah yang kering, jiwaku merindukan Engkau. Jawablah aku segera, ya TUHAN, sebab aku sudah putus asa. Janganlah bersembunyi daripadaku, supaya aku jangan seperti orang yang sudah turun ke alam maut. Setiap pagi ingatkanlah aku akan kasih-Mu, sebab kepada-Mulah aku berharap. Tunjukkanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah aku berdoa."Saudaraku yang terkasih, ini adalah hari ke-15 kita melakukan social distance, sejak pemerintah menetapkan himbauan untuk belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah. Lima belas hari taat berada di rumah bukanlah perkara yang mudah buat sebagian orang. Terlebih bagi mereka yang hidup dengan mengandalkan penghasilan harian.  Bagi Saudara yang mendapat penghasilan dari berdagang, ojek online, event organizer, sales, karyawan pabrik, wirausaha, maupun pekerja informal lainnya, kami memahami bahwa situasi hari ini sungguh tidak mudah bagi Saudara dan keluarga Saudara.Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan; besok, lusa, minggu depan, bulan depan, bahkan tahun depan, tetapi yakinlah bahwa Tuhan tahu apa yang akan terjadi. Dia melangkah lebih jauh dari apa yang ada di pikiran kita. Dalam situasi yang serba tidak pasti belakangan ini kita tidak akan dibiarkan jatuh hingga tergeletak.Kegundahan yang kita rasakan di hari ke-15 ini juga pernah dirasakan Pemazmur. Daud Sang Raja besar itu merasa lesu (ay.4) dan mengalami kesesakan (ay.11). Dalam situasi itu yang dilakukan olehnya adalah mengingat hari-hari yang lalu, memikirkan perbuatan dan karya Tuhan di dalam hidupnya (ay.5). Ia juga terdiam dan berdoa, “Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh” (ay.8).Daud tidak berusaha mengatasi setiap persoalan dengan mengandalkan kekuatannya sendiri. Alih-alih bergantung pada hal lain, Daud malah berseru kepada Tuhan, “sebab kepada-Mulah aku berdoa.” (ay.8).Saudaraku yang terkasih, Situasi kita hari ini sungguh membentuk kita untuk menjadi manusia yang gemar bertanya. Bertanya kepada Tuhan dalam doa, agar olehnya kita mendapat kelegaan. Saya teringat kalimat Tuhan Yesus “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?” (Mat.6: 27). Mari bertanya kepada Tuhan agar mendapat kelegaan.  Saudaraku, meminta petunjuk dari Tuhan tidak hanya benar, tetapi juga sangat baik. Mari kita luangkan waktu untuk bertanya dalam doa, bisa pribadi bisa pula bersama keluarga, malam ini pkl.21.00 WIB. Setidaknya berikan waktu 5 menit untuk kita bersama bersungguh-sungguh berdoa.Kita akan memulai dengan memanjatkan Doa Bapa Kami (dengan dinyanyikan) dan dilanjutkan berdoa untuk situasi dunia saat ini.Tuhan menemani kita semua.Senin, 30 Maret 2020Pdt. Eunike Trikayasuddhi
    15 min

About GKJ Jakarta

From the publisher's feed

Podcast berisi tentang Doa dan Renungan dari GKJ Jakarta