Pdt. Jeffrey Siauw | Fil 2:1-11 | "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus." Istilah pikiran dan perasaan dalam bahasa Yunani terdiri dari satu kata, yaitu froneo (attitude). Pikiran yang dimaksud adalah : Kristus yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, dalam hal ini Tuhan Yesus bukan saja tidak menganggap semua yang dimiliki-Nya sebagai sesuatu yang harus dipertahankan melainkan Dia mengosongkan diri-Nya sendiri, mengambil rupa seorang hamba. Mengapa kita begitu tidak rela merendahkan diri sementara Tuhan Yesus yang memiliki segala sesuatu melepaskan semuanya sampai habis dan merendahkan diri sampai titik paling rendah? Betulkah kita menganggap yang lain lebih utama dari diri kita? Kenapa ada saudara-saudara kita yang sangat berkekurangan sementara ada yang sangat berlebihan, tidakkah kita memiliki mata untuk melihat mereka?