
Sign up to save your podcasts
Or


Memulai suatu perjalanan tentunya perlu persiapan, terutama persiapan mental, termasuk juga dengan saya dan mba @reni_tere si pekerja korporasi saat bertransisi karir sebagai pekerja Freelancer.
Bahkan saat kami bekerja di dalam bidang yang sama, tetap akan ada perbedaan saat menjalani profesi tersebut sebagai seorang Freelancer.
Antisipasi terhadap tantangan-tantangan yang akan muncul menjadi salah satu hal penting.
Tentunya memulai perjalanan ini tidak mudah, dan terkadang perlu untuk didampingi oleh seseorang;
👉🏼 Kamu bisa memilih untuk berbicara oleh seorang Career Coach atau Business Coach. Atau,
👉🏼 Baca Buku “Lika-Liku Freelancer” untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana kamu bisa memgembangkan bisnismu sebagai Freelancer. Buku ini bisa kamu dapatkan di outlet Gramedia seluruh Indonesia, atau dengan meng-klik link di Bio profile.
Tidak akan ada yang bisa menjadi master dalam sehari, karena itulah proses belajar terus dibutuhkan. Sebagaimana dulu saya dan teh @reni_tere sama-sama perlu belajar disaat pertama kali kami menjalani role sebagai Leader.
Selalu ingat untuk;
Jangan pernah berhenti belajar!
Semoga podcast kali ini bisa menjadi reminder kamu bahwa, di setiap titik kamu berdiri, proses akan selalu ada, kamu akan terus perlu untuk berproses dan belajar.. dan dari perjalanan inilah kamu akan banyak mendapatkan pengalaman berharga yang akan sangat berguna untuk membantu kalian menjalani peran sebagai seorang Leader.
Jadi jika kamu sedang merasa kecewa atau sedih, selalu ingat bahwa ini semua adalah bagian dari proses kamu menuju Leader yang lebih baik lagi di setiap harinya. :)
Leader yang perfectionist terkadang diperlukan sebagai orang terakhir yang bertanggung jawab akan hasil kerja team. Namun kebanyakan perfectionist cenderung melakukan Micromanage atau memanage team hingga hal-hal terkecil dan sedetail mungkin.
Walaupun memanage team secara langsung menunjukkan bahwa Leader aktif dan bertanggung jawab akan kinerja team, namun terkadang micromanage ini justru menjadi kelemahan tersendiri bagi seorang Leader.
Anggota team mungkin akan merasa terganggu, merasa tidak dipercaya dan akan menghilangkan kepercayaan kepada Leadernya, merasa burnout, membuat anggota justru menjadi sangat tergantung kepada Leader, dll.
Nah di podcast kali ini saya dan mbak Reni Tere berkesempatan untuk sharing bagaimana saya sebagai seseorang yang bisa dibilang 'perfectionist' memanage team saya saat menjadi first time leader.
Semoga podcast kali ini dapat menjadi inspirasi teman-teman dan dapat mempermudah perjalanan kalian sebagai first time Leader.
Dulu disaat ngelead diri sendiri, saya harus memotivasi diri saya sendiri untuk disiplin. Tetapi sekarang saat ngelead team, terasa sekali perbedaannya. Yang dulu hanya harus memikirkan diri sendiri, memotivasi diri sendiri, dan bertanggung jawab akan diri sendiri, sekarang harus belajar juga untuk memikirkan anggota team, memotivasi anggota team dan bertanggung jawab akan performa keseluruhan team.
hmm lumayan berat ya kelihatannya.. karena itu di podcast kali ini, saya dan mbak Reni banyak bercerita tentang bagaimana kami beradaptasi saat menjadi First Time Leader, dan bagaimana kali ini bukan hanya belajar tentang personal development seperti self awareness, tetapi we step up the game dengan banyak belajar tentang professional development seperti social awareness.
Semoga podcast kali ini bisa menjadi inspirasi teman-teman dan dapat memberikan sedikit bantuan untuk teman-teman yang sedang bertransisi sebagai first time leader! <3
Coba kamu pikirkan, saat teman-temanmu atau dirimu sendiri bercerita atau mengeluh tentang leader mereka, hal apa yang paling sering dibicarakan?
Entah leader terbiasa menyalahkan anggota team didepan orang banyak, atau sering emosi sebelum diberikan penjelasan, dll. Mungkin sekitar 90% adalah tentang attitude mereka atau tentang kecerdasan emosional mereka. Hal ini menunjang pernyataan Daniel Goleman bahwa mereka yang menunjukkan performa terbaik, adalah mereka yang memiliki kemampuan kecerdasan emosional.
✅ Disaat seseorang memiliki skill kecerdasan emosional, dia akan bisa memberikan pengaruh yang baik kepada team dan dapat meningkatkan keterlibatan antar anggota team, sehingga memungkinkan team untuk mengatasi tantangan dengan lebih efektif.
Coba deh, kalau kamu memiliki leader yang bisa mendengarkan dengan baik, terbuka akan masukan, mencoba memahami kesulitan yang dialami anggota team, tidak mudah menyalahkan, apakah kamu akan jadi lebih termotivasi untuk bekerja?
Nah di podcast kali ini, saya dan Mba Reni banyak membahas bagaimana struggle kita dulu saat menjadi first time leader dan harus mulai membangun kecerdasan emosional dalam melead team.
Semoga sharing-sharing kecil dari saya dan Mba Reni ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman semua.
Semua tujuan membutuhkan perjalanan atau proses untuk bisa mencapainya. Sama halnya saat kita ingin menguasai hal tertentu. Membutuhkan proses, trial dan error sampai akhirnya menjadi ahli dalam suatu hal.
Disini saya dan mba Reni Tere ingin berbagi cerita mengenai proses dan pengalaman kami saat pertama kali diberikan tanggung jawab oleh perusaan untuk menjadi leader.
Semoga pengalaman kami dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi teman-teman untuk mempersiapkan diri saat suatu ketika diberikan tanggung jawab sebagai leader.
Menginginkan hasil yang perfect itu bagus tapi menjadi Perfectionist itu yang sebaiknya dihindari. Apa perbedaan dari keduanya? Silahkan dengar podcast ini
Kehidupan seseorang di dunia ini sama dengan perjalanan, kita yang menentukan mau mengambil arah kemana. Cerita mengenai perjalanan ini yang diambil dari cerita rakyat sangat menarik untuk menyadari kita hanya lewat dalam perjalanan hidup kita
Terkadang kita lupa bahwa diri kita memaksakan kehendak kita kepada orang lain yang dulu kita tidak suka dipaksa oleh orang lain
From the publisher's feed