KH. Bahauddin Nur Salim bersama Prof. M. Quraish Shihab dan Najwa Shihab, memperbincangkan seputar dakwah, cinta, sepak bola, hobi, hingga nyanyian dan lagu.
Cara dan komitmen Gus Baha dan Prof. Quraish untuk berdakwah mengenalkan agama Allah.
Tradisi keluarga pesantren yang menuntun Gus Baha untuk mengenalkan agama Allah. Keikhlasan para pendidik selama dua tahun di pesantren yang mengesankan Prof. Quraish, melebihi kesan belasan tahun pendidikan beliau di Kairo, Mesir.
Keberlanjutan syiar tidak putus hanya karena Mbak Nana tidak meniru dan melanjutkan/mewariskan jalan menjadi pendidik agama seperti ayahandanya, melainkan syiar bisa melalui berbagai sarana, segala bidang, aspek, bakat, hobi profesi, seperti halnya cinta, sepak bola, hingga nyanyian dan lagu, selama tidak meninggalkan dan tidak berseberangan dengan ajaran agama.