Pengembangan geothermal di negara berkembang seperti Indonesia tidak lepas dari investasi asing, yang menjadi katalisator utama di tengah keterbatasan modal domestik. Namun, pola kepemilikan yang timpang menimbulkan kekhawatiran neokolonialisme energi. Ormat Technologies Inc., perusahaan asal AS-Israel, menjadi contoh mencolok. Meskipun data terkini menunjukkan Ormat memegang 49% saham di PT Medco Cahaya Geothermal (MCG) untuk PLTP Ijen (35 MW, COD Februari 2025), klaim 75% penguasaan merujuk pada proyek lain seperti PT Ormat Geothermal Indonesia, di mana Ormat mendominasi 75% ekuitas untuk pengembangan di Toka Tindung, Sulawesi Utara, dan Wapsalit, Maluku.