
Sign up to save your podcasts
Or


HOST: Grace
NARASUMBER: Pdt.Justus A. Lawalata,M.Th
AYAT FIRMAN: 2 Petrus 1: 16-21, Yesaya 60: 2b
Berita yang Petrus sampaikan bukanlah dongeng atau
isapan jempol. Melainkan suatu kebenaran yang pasti akan
terjadi. Sebab Tuhan selalu menggenai janji-Nya bahwa dia
akan datang kembali sebagai raja dalam kemuliaan.
Host: Yuna
Narasumber: Pdt. Kadek Bagus Wisesa Uryana, S.Si.Teol
Bacaan Alkitab: Kejadian 32 :10, 3 Yohanes 1:4
Kecemasan dan ketakutan akan masa depan, akan perjalanan
hidup memang tak bisa kita hindari, Terlebih lagi kita belum
keluar dari dampak pandemi covid ini. Namun sebagai orang
percaya kita berpegang pada pengharapan dan janji Tuhan
senantiasa. Kita berakar pada Kristus,. Kita mensyukruri
anugrah dan keselamatan yang Tuhan membri kepada kita (
Kejadian 32 :10, Lukas 19:9). Kiranya setiap janji Tuhan ini
akan menjadikan kita sebagai orang yang tak mudah goyah dan
tetap teguh dalam menjalani hari hari ke depan.
HOST: Grace
NARASUMBER: Pdt.Thomas Marlissa, M.Min
AYAT FIRMAN: Rut 1: 1-19a, Lukas 13:29
Bacaan kita menguraikan tentang bagaimana Rut bertahan
pada prinsipnya. Rut terkesan menjadi menantu yang keras
bertahan pada prinsipnya untuk mengabdi pada mertuanya.
Dengan keyakinan yang kuat Rut meyakini agama dan
Allah Naomi akan menjadi Allahnya. Di tengah kesulitan
hidup dan kehilangan suami Rut tetap bertahan dalam iman.
Host: Grace
Narasumber: Pdt. I Gede Jesico Valerius Sasmita, S.Si.Teol
Bacaan Alkitab: Matius 4 :18-22, Matius 28 :18-20
Menjadi Pemuda Kristen itu bukan hanya sekedar mengikuti
aturan aturan yang ada, namun lebih dari pada itu bersedia
untuk dibentuk dalam karakter seturut dengan karakter Kristus,
dipakai oleh Tuhan untuk melayaniNya dan sesama. Dalam
masa muda tentu tidak jarang kebanyakan dari pemuda/pemudi
kita yang masih dalam pencarian karakter dan jati dirinya. Kita
berharap bahwa sobat muda menyadari siapa dirinya di dalam
Tuhan, serta mau " Follow and share" bagi Tuhan dan sesama
PENDEKATAN KOMUNITAS DAN ADAT: KUNCI SUKSES PEMBERANTASAN NARKOBA!
Heartline Radio Network, dalam program “Suara untuk Negeri” edisi Rabu (20/1) menghadirkan topik “Quo Vadis Pemberantasan Narkoba 2021?” Narasumber yang hadir via zoom untuk memantik diskusi adalah Bapak I Gusti Agung Alit Adnyana SS, SH, MH, Kepala BNN Kabupaten Gianyar dan Bapak Jeffri Tambayong, Ketua Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba.
Program radio “Suara untuk Negeri” dipublikasikan secara multi-platform, yang bisa dinikmati melalui radio terestrial, podcast dan youtube channel. Edisi terkait narkoba ini mendapatkan banyak respon dari masyarakat, berupa dukungan atas upaya BNN Kabupaten Gianyar dalam memberantas narkoba.
Pembelajaran yang menarik dari BNN Kabupaten Gianyar dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, seperti diungkapkan oleh Kepala BNNK Gianyar, I Gusti Agung Alit Adnyana, adalah strategi menggunakan kekuatan komunitas dan adat. Strategi menggunakan kekuatan komunitas yang dilakukan adalah dengan melibatkan desa-desa di Kabupaten Gianyar menuju Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba).
I Gusti Agung Alit mengungkapkan, di tahun 2020 ada 7 desa di Kabupaten Gianyar yang sudah memproklamirkan sebagai desa yang bersih dari narkoba, yakni Desa Bukian, Desa Batuan Kaler, Desa Petulu, Desa Sanding, Desa Sebatu, dan Desa Sidan. Sementara itu di tahun 2021 ditargetkan ada 8 desa lainnya yang akan menyusul, yakni Desa Bresela, Desa Singapadu Tengah, Lurah Ubud, Desa Manukaya, Desa Buruan, Desa Kedisan, Desa Singakerta, Desa Sayan.
Selain pendekatan komunitas, I Gusti Agung Alit juga menyampaikan bahwa BNN Kabupaten Gianyar juga menguatkan pendekatan adat (Pararem Anti Narkoba), dimana sinergi dengan ketua adat dan adanya sangsi sosial bagi warga yang kedapatan menyalahgunakan narkoba.
Pendekatan secara komunal dan adat memang pendekatan dari bawah ke atas dan dinilai sangat efektif serta perlu diperkuat di tahun 2021 , sebagai langkah pencegahan penggunaan narkoba. Hal ini diamini oleh Jeffri Tambayong yang membawahi 65 organisasi masyarakat anti narkoba di seluruh Indonesia. Jeffri juga menceritakan bagaimana ormasnya menggunakan pendekatan komunitas, seperti biker, komunitas sepakbola, sekolah, dan lain-lain sebagai benteng-benteng pertahanan melawan serangan narkoba. “Bahkan, kalau di masa pandemi ada istilah isolasi mandiri, maka mereka yang menjadi korban narkoba juga harus disiapkan rehabilitasi mandiri. Karena tidak mungkin rumah sakit dan pusat rehabilitasi BNN muat untuk menampung para korban. Maka setiap komunitas, seperti komunitas agama, harus memiliki secara mandiri, pusat-pusat rehabilitasi yang terapinya dilakukan secara komunal.”
Narkoba adalah kejahatan yang serius (serious crime), antar negara (transnational crime) dan kejahatan terorganisir (organized crime). Indonesia sendiri menggolongkan penyalahgunaan narkoba sebagai kejahatan yang luar biasa dengan ancaman hukuman mati bagi pengedarnya.
Orang Tua Pemeran Utama dalam Pengasuhan Anak - Sketsa Keluarga Indonesia
Duh, Anakku Nonton Video Porno!! - Sketsa Keluarga Indonesia
Khotbah pengajaran yang menjawab persoalan
kehidupan, memandu dan membantu pendengar menghadapi tantangan-
tantangan kehidupan.
Memberikan pemahaman baru dari sisi Alkitabiah mengenai sisi-sisi
kehidupan kita yang relevan pada masa kini.
Khotbah pengajaran yang menjawab persoalan
kehidupan, memandu dan membantu pendengar menghadapi tantangan-
tantangan kehidupan.
Memberikan pemahaman baru dari sisi Alkitabiah mengenai sisi-sisi
kehidupan kita yang relevan pada masa kini.
Khotbah pengajaran yang menjawab persoalan
kehidupan, memandu dan membantu pendengar menghadapi tantangan-
tantangan kehidupan.
Memberikan pemahaman baru dari sisi Alkitabiah mengenai sisi-sisi
kehidupan kita yang relevan pada masa kini.
From the publisher's feed